UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

FIP

Dekan: Dr. Agus Taufiq, M.Pd.

Riwayat Singkat

FIP dipimpin oleh seorang Dekan yang  dibantu oleh 2 orang Pembantu Dekan, 6 orang Ketua Departemen dan Sekretaris, 2 orang Ketua Program Studi, dan didukung oleh pelaksana administrasi yaitu: Kepala Seksi Administrasi Akademik danKemahasiswaan; Kepala Seksi Keuangan dan SDM; Kepala Sub Bagian Aset, Fasilitas dan TIK.

Tugas pokok dan fungsi
Tugas pokok dan fungsi Fakultas Ilmu Pendidikan antara lain: Menghasilkan guru dan tenaga kependidikan di bidang Filsafat dan Sosiologi Pendidikan, Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Administrasi Pendidikan, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Luar Sekolah, Pendidikan Luar Biasa, Guru Sekolah Dasar, Guru Anak Usia Dini dan juga sarjana Psikologi.

Departemen dan Program Studi
  1. Departemen/Program Studi Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
    Departemen ini bertugas menyiapkan tenaga ahli yang memiliki kemampuan akademik dan profesional dalam bidang perencanaan, pengembangan, dan pengelolan kurikulum dan Teknologi Pendidikan. Mempersiapkan lulusannya agar mampu melaksankan tugas akademik dan profesional di lingkungan sekolah atau luar sekolah di lingkungan Depdiknas dan luar Depdiknas, di lembaga pendidikan pemerintah maupun swasta.

  2. Departemen/Program Studi Administrasi Pendidikan
    Departemen ini melakukan pengkajian dan pengembangan secara teoritis maupun praktis dalam bidang administrasi, manajemen, kepemimpinan, perencanaan dan supervisi pendidikan. Departemen ini mempersiapkan para lulusan agar memiliki wawasan yang luas dan mendalam baik secara teoritis maupun secara praktis serta memiliki pengalaman sikap akademik dan profesional yang diperlukan bagi penyelenggaraan pendidikan baik di lembaga pemerintah maupun swasta.

  3. Departemen/Program Studi Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
    Departemen ini menyiapkan tenaga konselor pendidikan yang memiliki kemampuan akademik dan profesional. Kajian teoritis dan praktis yang ditekankan pada Departemen ini yaitu mencakup bidang psikologi pendidikan, bimbingan dan konseling pendidikan. Lulusannya diharapkan mampu bertugas baik dilingkungan sekolah maupun luar sekolah, dilingkungan Depdiknas maupun di luar Depdiknas, di lembaga pemerintah maupun swasta.

  4. Departemen/Program Studi Pendidikan Luar Sekolah
    Departemen ini menyiapkan para ahli pendidikan yang memiliki kemampuan akademik dan profesional untuk merencanakan, mengembangkan dan mengelola kegiatan atau program pendidikan luar sekolah, baik yang diselenggarakan oleh Depdiknas atau pemerintah maupun swasta. Disamping itu, lulusan Departemen ini mememiliki kemampuan untuk mengajar sosiologi dan antropologi ditingkat SLTA.

  5. Departemen/Program Studi Pendidikan Khusus
    Departemen/Program Studi ini menyiapkan tenaga kependidikan yang mempunyai kemampuan dalam bidang pendidikan luar biasa, serta mengkaji dan mengembangkan kemampuan profesional praktik-praktik pendidikan luar biasa. Departemen ini menyiapkan tenaga ahli dengan lima spesialis, yaitu: (1) Pendidikan anak Tunanetra;  (2) Pendidikan anak Tunarungu; (3) Pendidikan anak Tunagrahita; (4) Pendidikan anak Tunadaksa; dan (5) Pendidikan anak Tunalaras. Departemen ini menyiapkan tenaga ahli dan tenaga guru bagi anak-anak luar biasa, di lingkungan lembaga pemerintah atau swasta.

  6. Departemen/Program Studi Psikologi
    Departemen/Program Studi ini menyiapkan tenaga ahli dalam bidang psikologi yang mempunyai kemampuan profesional dalam bidang konsultasi, sehingga dapat menginter-pretasikan tingkah laku manusia baik perorangan maupun kelompok menurut kaidah psikologi; cakap menganalisis dan menginterprestasikan data sehingga dapat membantu klien secara objektif sesuai dengan tuntutan keilmuan, mampu melaporkan hasil pemeriksaan psikologi secara ilmiah dan profesional dan menerapkan pekerjaan psikologi yang holistic, ilmiah, dan religius. Oleh karena itu, kajian teoretis dan praktis menjadi penekanan pada program studi ini.

  7. Program Studi Perpustakaan dan Informasi
    Program Studi Perpustakaan dan Informasi ini adalah satu-satunya penyelenggara program studi di Indonesia yang didirikan untuk memenuhi kebutuhan di masyarakat akan tenaga profesional pengelola perpustakaan di sekolah, madrasah, atau lembaga pendidikan lainnya. Kekuatan utama prodi ini terletak pada core competency UPI dan learning curve dalam bidang pendidikan dan pembelajaran yang kelak berimbas positif terhadap prospek karier program studi yang merupakan sumber unggulan dalam menciptakan, menawarkan, dan memberikan values of services kepada mahasiswa.

  8. Departemen Pedagogik

    Departemen Pedagogik adalah Departemen yang menyelenggarakan program pendidikan untuk mempersiapkan tenaga dan ahli pendidikan anak, serta menyelenggarakan layanan pengabdian kepada masyarakat luas berkenaan dengan pembinaan dan pengembangan pendidikan anak. Departemen Pedagogik telah menyelenggarakan dua program studi yakni Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Program Studi Pendidikan Guru

    Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD). Selain dari itu Departemen Pedagogik juga mengkoordinir mata kuliah Landasan Pendidikan dan MKDF Pedagogik dikelola oleh seorang Ketua dan Sekretaris Departemen sedangkan pada tingkat program studi dikelola oleh Ketua Program. Departemen Pedagogik didukung oleh tenaga pengajar yang memiliki kualifikasi dan bidang keahlian yang relevan dengan mata-mata kuliah yang tempuh. Tenaga pengajar yang dimiliki Program Studi PGSD dan PGPAUD saat ini terdiri atas dosen tetap dan dosen tidak tetap.
  9. a). Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
    Program Studi PGSD dilahirkan tahun 1990/1991 bertujuan untuk menyiapkan guru-guru SD bertingkat perguruan tinggi yang memiliki professional di dalam merancang, melaksanakan, mengevaluasi dan mengembangkan proses dan system pembelajaran di sekolah dasar Sejak tahun 2000/2001 dibuka program S1 bagi guru yang telah lulus D2 PGSD dan telah menjadi PNS. Mulai tahun 2006/2007PGSD menyelenggarakan kualifikasi S1 PGSD (Dual Modes) yang diperuntukkan bagi guru-guru SD yang telah mengajar.

    b). Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD)
    Pada awalnya bernama Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak (PGTK) yang dilahirkan pada tahun 1996. Pada masa awalnya, program PGTK menerima mahasiswa untuk jenjang D2. Pada tahun 2004, PGTK mulai menerima mahasiswa untuk jenjang S1 lanjutan dari D2 PGTK. Selanjutnya pada tahun 2006 mulai menerima mahasiswa dari lulusan SMA/sederajat. Program Studi ini bertujuan untuk menyiapkan guru-guru TK yang professional dan mampu melakukan inovasi pembelajaran bagi peningkatan kualitas peserta didik. Dalam perkembangannya, Prodi PGTK berubah nama menjadi Prodi PGPAUD sesuai dengan tuntutan perundangan yang berlaku. Perubahan nama tersebut, berimplikasi kepada semakin meluasnya cakupan kompetensi lulusan yang tidak hanya menjadi guru Taman Kanak-Kanak tetapi menjadi tenaga pendidik dan kependidikan yang professional pada bidang anak usia dini.

FIP dipimpin oleh seorang Dekan yang  dibantu oleh 2 orang Pembantu Dekan, 6 orang Ketua Departemen dan Sekretaris, 2 orang Ketua Program Studi, dan didukung oleh pelaksana administrasi yaitu: Kepala Seksi Administrasi Akademik danKemahasiswaan; Kepala Seksi Keuangan dan SDM; Kepala Sub Bagian Aset, Fasilitas dan TIK.

Tugas pokok dan fungsi
Tugas pokok dan fungsi Fakultas Ilmu Pendidikan antara lain: Menghasilkan guru dan tenaga kependidikan di bidang Filsafat dan Sosiologi Pendidikan, Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Administrasi Pendidikan, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Luar Sekolah, Pendidikan Luar Biasa, Guru Sekolah Dasar, Guru Anak Usia Dini dan juga sarjana Psikologi.

Proses Belajar Mengajar
Sesuai dengan pedoman akademik, FIP menyelenggarakan program perkuliahan dengan sistem satuan kredit semester, baik untuk kuliah teori maupun praktikum, dalam bentuk tatap muka langsung di bawah pembinaan dosen penanggung jawab, dilaksanakan selama 14 sampai 16 minggu untuk setiap semester. Pendalaman mata kuliah, di luar jam kuliah dilakukan dalam bentuk responsi.

 

Kuliah praktikum dilakukan di laboratorium dan lapangan kerja yang relevan dengan bidang ilmunya yakni ke lembaga-lembaga pendidikan sekolah, luar sekolah, lembaga pemerintahan maupun swasta yang berada di lingkungan Depdiknas maupun di luar Depdiknas. Kegiatan pembelajaran mencakup kegiatan kuliah di kelas, responsi, observasi lapangan, latihan, dan simulasi, serta praktik lapangan. Kegiatan pembelajaran di PGSD dan PGPAUD dibina oleh dosen dari seluruh Fakultas yang ada di UPI sesuai dengan bidang keahliannya.

 

Selain menyelenggarakan Program Studi PGSD dan PGPAUD, pada Departemen Pedagogik juga menyelenggarakan Program S1 Dual Modes, Program Pendidikan Profesi (PPG) SD, Program S1 PJJ PGSD, Program S1 PHK PGSD Berasrama dan Program S1 Kerjasama dengan Pemda. Program S1 PGSD Dual Modes diperuntukkan bagi guru-guru SD/MI yang bertujuan untuk: (1) Menghasilkan lulusan yang diperuntukkan akademik sarjana pendidikan untuk guru SD/MI; (2) Memberikan layanan peningkatan kualifikasi dan mutu guru SD/MI, lulusan SLTA dan D2 PGSD sesuai tuntutan perundang-undangan. Guru yang akan mengikuti program dual modes harus sudah mengajar minimal 2 tahun, mendapat surat rekomendasi dari kepala sekolah atau yayasan dan melampirkan ijazah pendidikan terakhir.

 

Pendidikan dual modes dilakukan melalui kombinasi antara sistem pembelajaran tatap muka biasa dengan Sistem Pembelajaran Mandiri (self instruction). Sistem pembelajaran mandiri dilakukan dengan cara mempelajari Bahan Belajar Mandiri (BBM) tercetak (printed materials). Pembelajaran tatap muka dilaksanakan sebanyak 4 kali dalam satu semester.

 

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah program yang diselenggarakan bagi lulusan S1 PGSD, kependidikan lainnya atau Psikologi untuk menjadi Guru SD yang memiliki kompetensi dalam merencanakan, melaksanakan, menilai pembelajaran, menindaklanjuti hasil penilaian, melakukan bimbingan dan pelatihan peserta didik serta melakukan penelitian dan mampu mengembangkan profesionalitas secara berkelanjutan. Setelah menempuh program PPG, para lulusan akan memiliki sertifikasi profesi guru SD.

 

Program PPG akan ditempuh para lulusan S1 PGSD selama 1 semester (18-20 SKS), sementara bagi lulusan S1 Kependidikan lainnya atau Psikologi akan ditempuh selama 2 semester (36-40 SKS). Para dosen yang membina Program PPG SD adalah dosen yang memiliki kualifikasi S1 dan S3 dalam bidang ke-SD-an serta ditunjang oleh guru-guru SD yang telah bersertifikat sebagai mitra.

 

Sejak tahun 2006 FIP UPI bekerjasama dengan Ditjen DIKTI menyelenggarakan program S1 PGSD dalam jabatan melalui Program Pendidikan Jarak Jauh ( PJJ ) berbasis ICT ( Information Comunication Technology ). Jumlah mahasiswa saat ini mencapai 298 orang yang direkrut dari berbagai Kabupaten dan Kota di Jawa Barat. Penyelenggaraan program PJJ S1 PGSD berbasis ICT ini sebuah alternatif pendidikan untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan guru yang belum mencapai S1 tanpa harus mengorbankan tugasnya sebagai guru. Mengingat sistem perkuliahan yang diterapkan dalam program PJJ tidak sepenuhnya dilakukan di kampus, akan tetapi dilaksanakan di daerah masing-masing. Dengana demikian setiap mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dengan tanpa harus meninggalkan tugas pokoknya sebagai guru. Model belajar yang diterapkan dalam sistem ini adalah model hybrid learning, yaitu kegiatan belajar mandiri dan terbimbing dengan menggunakan bahan belajar berbentuk cetak,audio visual dan web/internet. Kegiatan terbimbing dilakukan dalam bentuk tutorial, terdiri dari tutorial tatap muka pada masa residensial yang dilaksanakan di kampus pada masa liburan sekolah, tutorial on-line yaitu interaksi antara dosen dengan mahasiswa yang dilakukan melalui web/internet, dan tutorial kunjung yaitu dosen tutor yang mengunjungi mahasiswa di daerah. Dengan demikian melalui penyelenggaraan program PJJ S1 PGSD berbasis ICT ini diharapkan akan banyak memberi keuntungan dan manfaat khususnya bagi para lulusan, disamping memperoleh kualifikasi akademik S1 juga memiliki kemampuan menggunakan komputer sebagai pengolah kata dan data, juga memiliki kemampuan mencari informasi dan berkomunkasi melalui internet.

 

Program kerjasama dengan DIKTI lainnya, yaitu penyiapan guru SD untuk daerah terpencil yang disebut dengan Program Hibah Kompetensi A S-1 PGSD Berasrama. Sebanyak 120 mahasiswa dari Nusa Tenggara Barat dan 40 mahasiswa dari Irian Jaya Barat mengikuti program hibah ini. Pada tahun 2008, sebanyak 38 mahasiswa dari NTB telah menyelesaikan Program S1 PGSD dan pada saat ini mereka sedang mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pada akhir bulan Juni 2009 ini direncanakan mereka selesai mengikuti Program PPG dan akan segera diangkat menjadi Guru SD di daerahnya masing-masing.

 

Dalam tahun 2006 - 2008, FIP UPI ditugasi oleh Dikti untuk menyelenggarakan program S1 PGSD berasrama untuk 129 oarang mahasiswa dari daerah terpencil dan program S1 PGSD PJJ untuk 300 orang guru SD di Jawa Barat.

 

Dosen

 

Pada saat ini Fakultas Ilmu Pendidikan memiliki 220 orang dosen, terdiri atas 24 Guru Besar (Profesor), 47 Doktor, 140 orang Master/Magister dan selebihnya berpendidikan sarjana. Pada saat ini tercatat sebanyak 24 orang dosen sedang menempuh pendidikan S2 dan sebanyak 56 orang sedang menempuh program S3 (Doktor).

 

Alumni yang Berprestasi
Alumni FIP yang telah berprestasi antara lain :

  • Prof. Dr. H. Moh. Surya, pernah menduduki jabatan sebagai Ketua PGRI dan sebagai Anggota DPD wakil Jawa Barat
  • Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd, menjabat sebagai Ketua ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia)
  • Prof. Dr. H. Engkoswara, M.Ed, pernah menduduki jabatan sebagai anggota MPR RI dan sebagai Ketua PERMOPI
  • Prof. Dr. H. Engking Suwarman, M.Pd, pernah menjabat sebagai Ketua ISPPSI (Ikatan Sarjana Pendidikan dan Pengembangan Sosial Indonesia)
  • Dr. Iim Wasliman, M.Pd, pernah menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat
  • Prof. Dr. H. Mohamad Ali, MA., menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Agama Islam Departemen Agama.
  • Dr. H. Elih Sudiapermana, M.Pd., menjabat sebagai Kasubdit Pendidikan Kesetaraan Paket C Direktorat Pendidikan Kesetaraan Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Departemen Pendidikan Nasional.
  • Dr. Safuri Musa, M.Pd., pernah menjabat sebagai Kasubdit Pendidikan Kesetaraan Paket A dan B Direktorat Pendidikan Kesetaraan Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Departemen Pendidikan Nasional. Dan saat ini menjabat sebagai Kepala BP-PNFI (Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal) Provinsi Nusa Tenggara Barat.
  • Drs. H. Ade Kusmiadi, M.Pd., menjabat sebagai Kepala BP-PNFI (Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal) Regional II Jawa Barat.
  • Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., menjabat sebagai Rektor Universitas Pasundan Bandung.
  • Dr. Hendri Singarasa, M.Si., menjabat sebagai Rektor Universitas Palangkaraya Provinsi Kalimantan Tengah.
  • Prof. Dr. H. Yus Darusman, M.Si., menjabat sebagai Dekan FKIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat.
  • Dr. Iim Wasliman, M.Pd, pernah menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat
  • Drs. H. Opar Sohari, M.Pd., menjabat sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Daerah Provinsi Banten.
  • Drs. Hafil, menjabat sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan Departemen Hukum dan HAM Palangkaraya Provinsi Kalimantan Tengah.
  • Drs. Mohamad Taufik, M.Si., menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang Pronvinsi Banten.
  • Drs. Herdiana Saputra, M.Pd., menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasik Provinsi Jawa Barat.
  • Drs. Kuswandi A. Marfu, M.Pd. menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat.
  • Dr. Rohmat Wahab, M.Pd., MA., menjabat sebagai Rektor Universitas Negeri Yogyakarta.

Mahasiswa yang Berprestasi
Mahasiswa FIP yang berprestasi tingkat regional dan nasional antara lain :

  • Purnomo (PLS) Peringkat V mahasiswa berprestasi tingkat UPI tahun 2007.
  • Puji Nur Firman (PLS) Delegasi Republik Indonesia pada The Education, Cultural and Government of Conferention (ECGD) tahun 2006.
  • Reynold Hegemur (Adpen) Peringkat V Kumite 60 KG Putra Kejurnas Karate Prakualifikasi PON XVII/08 tahun 2007.
  • Ipin Maswatu (Adpen) Juara II Perseorangan Kelas 70 Kg Kejurnas Karate antar Mahasiswa Sebelas Maret CUP V tahun 2007.
  • Safarudin Bauw (Adpen) Juara II Perseorangan Putra Kelas 75 Kg Kejurnas Karate antar Mahasiswa Sebelas Maret CUP V tahun 2007.
  • Dian Anggraeni (Adpen) Anggota Kwartir Daerah Jawa Barat periode 2005-1010.

Selengkapnya di http://fip.upi.edu

FPIPS

Dekan: Dr. Agus Mulyana M.Hum.

FPIPS dipimpin oleh seorang Dekan yang  dibantu oleh 2 orang Pembantu Dekan, 4 orang Ketua dan Sekretaris Departemen, 6 Ketua Program Studi, dan didukung oleh pelaksana administrasi yaitu: Kepala Seksi Administrasi Akademik danKemahasiswaan; Kepala Seksi Keuangan dan SDM; Kepala Sub Bagian Aset, Fasilitas dan TIK.

Tugas Pokok dan Fungsi
Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial menyelenggarakan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk mempersiapkan sumberdaya manusia dalam bidang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, untuk berbagai jenis dan jenjang pendidikan, dan ilmu-ilmu sosial untuk berbagai jenis keahlian dan profesi.

Departemen dan Program Studi

  1. Departemen/Program Studi  Pendidikan Kewarganegaraan
    Departemen ini secara khusus mendidik mahasiswa untuk menjadi guru profesional dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dan Tata Negara. Berbagai rumpun studi seperti politik kenegaraan, kewarganegaraan, hukum, dan moral dibina dan dikembangkan oleh Departemen ini. Mahasiswa diarahkan untuk mempelajari berbagai aspek pendidikan dan pengajaran ketatanegaraan, kewarga negaraan, dan Pancasila. Pembaharuan dalam pendidikan dan pengajaran bidang bidang tersebut dibahas dan dipelajari secara mendalam dengan semangat dan kemampuan profesional tinggi, baik dalam kegiatan akademik perkuliahan, maupun dalam jurnal Civicus, (ISSN:1412-5463) jurnal milik Departemen ini.
  2. Departemen/Program Studi Pendidikan Sejarah
    Disiplin sejarah dikelompokkan sebagai salah satu disiplin ilmu sosial, meninggalkan tradisi lama yang memasukkannya sebagai bagian dari humaniora. Mendidik mahasiswa menjadi guru profesional dalam sejarah nasional, sejarah dunia dan sejarah kebudayaan. Pada saat ini telah dikembangkan program pendidikan untuk mereka yang berminat menjadi guru antropologi/ sosiologi. Pada Departemen ini mahasiswa dididik berfikir kritis dalam membahas berbagai peristiwa sejarah yang terjadi baik di wilayah Nusantara, Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia. Mahasiswa diajak pula membahas berbagai masalah sejarah lokal dan sejarah tematis seperti sejarah perekonomian, sejarah lokal dan pendidikan. Secara profesional mahasiswa juga didididk untuk mengembangkan keterampilan dalam pendidikan sejarah, Sosiologi dan Antropologi. Inovasi dalam pendidikan sejarah diperkenalkan oleh tenaga pengajar pada bidangnya sebagai bahan kajian profesional. Selain itu dalam kegiatan akademik, Departemen ini memiliki jurnal ilmiah .HISTORIA. (ISSN : 0215-1073).

     

  3. Departemen/Program Studi Pendidikan Geografi
    Departemen Geografi mendidik mahasiswa untuk mempelajari berbagai kajian dalam disiplin geografi, mempelajari masalah yang berkaitan dengan lingkungan tempat manusia tinggal dan alam semesta termasuk didalamnya sosial dan budaya. Persoalan lingkungan aktual yang terjadi dalam masyarakat diajarkan menjadi pokok bahasan, demikian pula berbagai keterampilan teknis yang berkaitan dengan geografis dan berbagai persoalan kependidikan geografi baik yang konseptual maupun teknis dibahas dan diajarkan secara mendalam dan profesional, demikin pula inovasi baru dikengembangkan menjadi pemikiran pemikiran baru. Departemenn ini memiliki jurnal ilmiah GEA. (ISSN : 1412-0313)

     

  4. Program Studi Survey Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG)
    Prodi SPIG dibuka mulai tahun akademik 2008. Prodi ini berada di bawah Departemen Pendidikan Geografi FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dengan jenjang Diploma III (D III). Calon mahasiswa dipersayaratkan lulusan SMA/Aliyah Jurusan IPA dan IPS, lulus tes seleksi tertulis dan tes kesehatan. Kehadiran prodi ini dilatarbelakangi kebutuhan tenaga surveyor yang semakin meningkat. Proporsi perkuliahan di dalam kelas (indoor) dengan praktikum di luar kelas (outdoor) diseimbangkan. Kegiatan praktikum terdiri atas : Praktikum Mata Kuliah, Ekskursi dan Field Camp. Dosen sebagian besar terdiri atas dosen Departemen pendidikan Geografi UPI, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Nasional (ITENAS), lulusan Strata dua (S2) dan strata tiga (S3). Untuk meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja, telah dan akan terus dilakukan kerjasama dengan berbagai lembaga, seperti Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL), Ikatan Surveyor Indonesia (ISI), Badan Bertanahan Nasional (BPN), dan lembaga terkait lainnya.

     

  5. Program Studi Pendidikan IPS
    Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) didirikan di FPIPS UPI pada tahun 2009 dengan visi sebagai program studi yang terkemuka dan unggul (leading and outstanding) yang direalisasikan dalam bentuk penyelenggarakan pendidikan untuk menyiapkan guru IPS yang profesional, yaitu guru yang memiliki kompetensi dan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 Tahun 2007 mengenai Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Program studi ini bertujuan untuk 1) menghasilkan calon guru IPS bergelar Sarjana Pendidikan IPS yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif yang mampu mengintegrasikan disiplin ilmu-ilmu sosial dalam pembelajaran IPS di sekolah menengah, khususnya SMP dan MTs; 2) menghasilkan calon guru IPS profesional yang memiliki pandangan kritis, berpikir komprehensif dalam pendidikan IPS dan selalu menggunakan unsur keilmuannya untuk memberikan layanan profesional kepada peserta didik dalam menghadapi persoalan sehari-hari; 3) menghasilkan calon guru IPS yang responsif terhadap persoalan-persoalan sehari-hari seperti kemajemukan (multikultur), kerusakan lingkungan hidup, penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan, dan lain-lain, dan memiliki keahlian dalam mengkaji persoalan tersebut secara terpadu dalam pembelajaran IPS di sekolah. Untuk mencapai tujuan tersebut, perkuliahan dalam Program Studi Pendidikan IPS mengacu pada Kurikulum Pendidikan IPS yang di dalamnya memiliki matakuliah keahlian bidang studi IPS yang terpadu yang tidak menggunakan nama matakuliah disiplin ilmu sosial. Selain itu, mahasiswa program studi ini juga dibekali dengan matakuliah perluasan dan pendalaman secara terpadu berupa matakuliah tentang isu-isu tertentu yang berkembang dalam masyarakat seperti lingkungan hidup, kemajemukan dan pendidikan antikorupsi. Perkuliahan dibimbing oleh dosen-dosen berpendidikan S-2 dan S-3 yang berlatarbelakang Pendidikan IPS.

     

  6. Program Studi Manajemen Resort & Leisure
    Program studi Manajemen Resort & Leisure mempelajari aspek pengelolaan, perencanaan dan pengembangan kepariwisataan khususnya bidang Resort & Leisure. Program studi ini merupakan lembaga pendidikan tinggi bidang Pariwisata yang menyelenggarakan proses belajar mengajar untuk tingkat sarjana, yang didalamnya mengkaji dan mengembangkan keilmuan serta praktek mata kuliah yang berkaitan dengan aspek kepariwisataan termasuk didalamnya adalah sumber daya alam, ekonomi dan sosial budaya sebagai ilmu dasar pengembangan pariwisata. Bidang kajiannya meliputi aspek kepariwisataan secara luas, namun terspesifikasi dalam bidang manajemen Resort dan Leisure. Mereka juga dibekali dengan teori dan pengalaman praktis agar mampu menyusun tema dan konsep resort & leisure dengan tetap memperhatikan prinsip ekonomis dan lestari yang berbasis kemasyarakatan, budaya dan agama.
    Sistem Pembelajaran pada Program Studi Management Resort & Leisure tidak saja mempersiapkan lulusannya untuk menjadi seorang manajer pada suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang kepariwisataan, tetapi juga mengarahkan lulusannya untuk dapat menciptakan lowongan/kesempatan kerja. Secara akademis, kompetensi lulusan MRL diarahkan untuk memahami kelayakan pariwisata, tata ruang kepariwisataan, manajemen berbagai usaha wisata, manajemen akomodasi dan transportasi, serta kemampuan dasar kewirausahaan di bidang kepariwisataan melalui pendidikan, pelatihan, praktek lapangan, dan praktek penyelenggaraan pertunjukkan dan atraksi wisata. Lulusan MRL harus memiliki pemahaman pengetahuan kepariwisataan baik nasional maupun internasional yang mampu merencanakan, mengelola dan mengembangkan resort & leisure yang dilandasi kaidah-kaidah keilmuan dan profesi.

     

  7. Program Studi Kepariwisataan
    Potensi pengembangan kepariwisataan di Indonesia yang sangat besar masih memerlukan penanganan secara profesional, sehingga pendidikan dan pelatihan calon tenaga profesional kepariwisataan masih terbuka. Sementara itu pendidikan kepariwisataan yang di kelola oleh pemerintah (Departemen Kebudayaan dan Pariwisata) hanya terdapat di beberapa kota yaitu: Bandung, Nusa Dua Bali, Makasar, dan Medan dan yang dikelola oleh Departemen Pendidikan Nasional belum ada. Oleh karena itu sejalan dengan berubahnya status UPI menjadi PTBHMN, UPI membuka tiga program studi S1 bidang kepariwisataan pada FPIPS yang belum pernah dibuka oleh lembaga pendidikan tinggi lain, baik negeri maupun swasta. Program-program studi yang dimaksud adalah: Ketiga program studi tersebut merupakan program studi baru, yang sebelumnya belum pernah ada di lembaga manapun, baik dalam bidang keilmuan maupun dalam bidang kepariwisataan sendiri. Aspek manajerial program studi ini lebih ditekankan secara komprehensif dan holistik yang mencakup pada paduan aspek operasi, kewilayahan, dan sosial budaya. Proses pembelajaran dilakukan dengan pendekatan teoretik dan dilengkapi dengan praktikum dan praktik kerja yang berguna bagi penguasaan keterampilan yang memadai untuk profesi dan pekerjaan lulusan di kemudian hari. Pembentukan ahlak dan norma sosial/agama yang dikembangkan dalam lingkungan yang kondusif bernuansa kependidikan. Lulusan ketiga program studi di atas bergelar Sarjana Pariwisata (S.Par.).
  8. Departemen Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU)
    Departemen MKDU membina pendidikan Agama, Pancasila, Kewiraan, Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya Teknologi (PLSBT), Olahraga, Kesenian, dan Bahasa Indonesia untuk seluruh mahasiswa UPI. Perbedaan Departemen MKDU dengan Departemen lainnya adalah Departemen MKDU memberikan pelayanan perkuliahan dan bimbingan bagi seluruh mahasiswa UPI. Departemen ini mempunyai tujuan utama yakni pembentukan kepribadian seorang sarjana dalam bidang pendidikan (guru dan nonguru) dan bidang nonkependidikan.
  9. Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam
    Sejak tahun Akademik 2007/2008 telah membuka Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI) dan menerima mahasiswa baru yang menjadi program studi unggulan UPI sebagai program kelas Internasional. Visi yang diemban adalah sebagai pusat kajian dan pengembangan teori dan praktik pendidikan yang bersumber pada Al-Quran dan Al-Hadis, dan membuktikan UPI sebagai kampus yang edukatif, ilmiah, dan religius.
  10. Departemen/Program Studi Ilmu Komunikasi
    Departemen ilmu komunikasi, bertujuan untuk menghasilkan sarjana komunikasi dan tenaga ahli ilmu komunikasi yang mampu mengembangkan ilmu komunikasi melalui kajian dan penelitian serta pengabdian dan mampu menginformasikannya kepada khalayak.
  11. Program Studi Pendidikan Sosiologi
    Program Studi Pendidikan Sosiologi merupakan Program Studi pertama di Jawa Barat yang akan melahirkan calon pendidik yang memiliki kompetensi pedagogi, kepribadian, sosial, dan profesional di bidang mata pelajaran Sosiologi. Dengan kompetensi ini diharapkan lulusannya dapat memainkan peran yang maksimal dalam mengembangkan pembelajaran sosiologi di sekolah. Selain sebagai pendidikan profesional, lulusan juga diharapkan dapat ikut berkiprah dalam menyelesaikan masalah-masalah pembangunan di bidang sosial dan budaya yang selama ini sering muncul seperti konflik, tawuran, penyimpangan dan sebagainya.

 

Proses Pembelajaran
Dalam proses belajar mengajar , selain perkuliahan, diberikan pula kegiatan responsi dan kuliah lapangan. Responsi diberikan oleh para asisten untuk membantu agar mahasiswa menguasai materi perkuliahan ( fakta, konsep, generalisasi, teori, prosedur, ataupun keterampilan). Kegiatan responsi dilakukan dalam kelompok kelompok kecil 10 15 orang. Tanya jawab, latihan, serta penyelesaian tugas tertentu merupakan kegiatan utama. Mahasiswa diajak untuk bekerja dalam suasana penuh keramahan dan lepas dari segala bentuk ketegangan kelas. Kuliah yang diberikan dapat berhubungan dengan tugas dari suatu mata kuliah tertentu, dapat juga dirancang khusus. Umumnya kuliah lapangan dilakukan di luar kampus pada waktu tertentu dan tidak mengganggu perkuliahan rutin. Kuliah lapangan dimaksudkan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan studi dan pengenalan masyarakat lebih dekat.

 

Kegiatan lainnya yang harus diikuti mahasiswa adalah praktikum di laboratorium. Di sini mahasiswa dilatih menggunakan berbagai perlengkapan dan mengembangkan berbagai model untuk proses pendidikan di sekolah dengan bantuan dari dosen pembimbing, asisten, dan laboran.

Penyelesaian tugas merupakan suatu kegiatan pokok dan menjadi salah satu salah satu persyaratan penilaian kelulusan. Mahasiswa dilatih menyelesaikan tugas membuat makalah, laporan buku, ataupun tugas akademik lainnya dengan baik.
Bimbingan konseling juga diberikan kepada mahasiswa untuk membantu menyelesaikan persoalan persoalan studi. Mahasiswa dapat berkonsultasi secara teratur dengan dosen pembimbing sejak mulai dengan pengambilan kontrak kredit sampai dengan membicarakan hasil ujian semester. Persoalan persoalan pribadi yang diperkirakan berpengaruh terhadap kelancaran studi dapat pula dibahas bersama sama dengan dosen pembimbing.
Setiap mahasiswa dituntut kehadirannya dalam perkuliahan, toleransi ketidakhadiran hanya diberikan sebanyak 20 % . Di samping kehadiran, mahasiswa diharuskan membaca buku wajib yang tersedia di perpustakaan Fakultas, materi buku buku tersebut harus dikuasai dengan baik.
Mahasiswa FPIPS diharapkan tidak hanya berhubungan dengan masalah pengembangan kemampuan berfikir keilmuan saja, tapi juga diharapkan melatih diri dalam organisasi kamahasiswaan.

Dosen
Pada saat sekarang FPIPS memiliki 109 dosen, yang terdiri atas 19 Guru Besar, 32 orang bergelar doktor dan 62 tenaga pengajar bergelar magister. Pada tahun 2009 terdapat 15 orang tenaga pengajar sedang menyelesaikan program doktor dan 48 orang sedang menyelesaikan program magister. Jumlah mahasiswa FPIPS sebanyak 2300 orang.

Mahasiswa yang Berprestasi
Mahasiswa FIP yang berprestasi tingkat regional dan nasional antara lain :

  • Muammad Julianto (Manajemen Resort & Leisure) Juara Mahasiswa Berprestasi I Tingkat Fakultas 2009
  • Dwi W (Manajemen Resort & Leisure) Juara Mahasiswa Berprestasi III Tingkat UPI 2009
  • Retno Ambarwati, Senni Nurhayati, Guntur Prio G (Pendidikan Sejarah) Peringkat I Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa Tingkat Fakultas 2009
  • Siti Fauziah (Ilmu Pendidikan Agama Islam) Peringkat I Lomba Kaligrafi Penulisan Naskah Al Qur.an Tk. Jawa Barat di UIN
  • Ajeng Purnamasari (Ilmu Pendidikan Agama Islam) Peringkat III Lomba Kaligrafi Penulisan Naskah Al Qur.an Tk. Jawa Barat di UIN

Alumni yang Berprestasi

  • Prof. Nu.man Soemantri MSc. (PKn), Mantan Rektor IKIP Bandung, Rektor UNSIL, NCSS
  • Prof. Dr. Endang Sumantri (PKn), Mantan Rektor UNIGAL Ciamis, Ketua Senat Akademik UPI, Ketua Dewan Pendidikan Kab. Ciamis
  • Prof.Dr. H. Idrus Affandi,SH.,M.Pd (PKn), PD I FPIPS, PR I UNIKOM, Direktur Yayasan Dikti Pasundan
  • Prof.Dr.H. Suwarma Al Muchtar,SH,M.Pd (PKn), Dekan FPIPS UPI, Sekretaris MWA UPI
  • Prof. Dr. Udin Saripudin Winataputra,MA (PKn), Dekan FKIP UT, Direktur PPS UT Jakarta, CCE Calabasas USA, PR I UT
  • Prof.Dr.H. Azis Wahab (PKn), Direktur PPS IKIP Bandung, Ketua SPM UPI, Asesor BAN PT
  • Dr. Sunatra RS, M.Si (PKn), Mantan Anggota DPR RI
  • Dr. Dedi Mulyasana,M.Pd (PKn), Mantan Rektor UNINUS
  • Drs. Sudarna TM,M.Si (PKn), Mantan Wakil Gubernur Jabar
  • Prof.Dr. H. Nursid Sumaatmadja (Pend. Geografi), Penghargaan guru besar dari Diknas masa purna bakhti 70 tahun di UPI
  • Prof. Dr. H. Lili Muhamad Sadeli,M.Pd(Pend. Akuntansi), Penghargaan guru besar dari Diknas FPIPS masa purna bakhti 70 tahun di UPI, Dekan FPIPS UPI
  • Drs. Payung Bangun (Pend Sejarah), Mantan PR III USU
  • Drs. Amin Said (Ekonomi Koperasi), PR II UNJ
  • Prof.Dr. Wahyu (PKn), PR III Universitas Lambung Mangkurat
  • Drs. Mahmud Radi(Ekper), Kabag Keuangan Kanwil Dikbud
  • Prof. Dr. Dadan Wildan (Pend. Sejarah), Staf Ahli Mensesneg
  • Drs. Syaifudin Sastrawidjaja (PKn), Ka BP7 Jawa Barat
  • Drs.H. Edi Azhari (Pend. Sejarah), Sekertaris Kanwail Jabar
  • Prof.Drs. Kosasih Djahiri (PKn), Sekertaris Kanwail Jabar
  • Prof. Supardjo Adikusumo,PhD (Pend. Geografi), Penghargaan Pemerintah sebagai Pahlawan Nasional
  • Drs. Soemarsono Mestoko,MA (PKn), Penghargaan Pemerintah sebagai Pahlawan Nasional
  • Drs. Nurkaili (Ekper), Kakanwil Dikbud Sulawesi Tengah
  • Prof. Dr. H. Said Hamid Hasan,MA (Pend. Sejarah), Mantan PR I UPI
  • Prof.Dr.H. Asmawi Zainul,M.Ed (Pend. Sejarah), Mantan PR III UT, Mantan Direktur SPS UPI
  • Prof.Dr. Ismail Aryanto,M.Ed (PKn), Mantan Kepala BP7 Pusat
  • Drs. Masruhi,M.Pd (Pkn), PR III UNES
  • Prof. Drs. Bohar Soeharto (PKn), Sesditjen Dikdasmen
  • Drs. Tating Karnadidjaja (Pend. Sejarah), Kakanwil Jabar/DKI
  • Drs. Mustoyo, (Ekper), Dirut PT Mamin Merdeka
  • Drs. Edy Guharja (Pend. Sejarah), Kepala Museum Wayang
  • Drs. Muhamad Anwar (Ekper), Direksi BNI 46 Pusat
  • Brigjen Drs. Burhan (PKn), Oditur Militer
  • Brigjen Drs.H. Affandi Suarliana,SH,MH (PKn), Oditur Militer

Program Kreativitas Mahasiswa Lolos di DITJEN DIKTI Tahun 2009

NAMA

DEPARTEMEN/PRODI

JUDUL PROPOSAL

  • Firizki Farawita
  • Deden Sahid
  • Sri Yuliani
  • Yulianty Efendi

Pendidikan Sejarah

PKMM

  • Arif Budiyanto
  • Cecep Nandan
  • D. Intan Juwita
  • Riki Ridwana

Pendidikan Geografi

PKMM

  • Indra Indrawan
  • Yosep Supriyadi
  • Cece Ubaedilah

Pendidikan Sejarah

PPKM

  • Febby Syahputra
  • Nunung Nurjanah
  • Rahmi Hidaety

Pendidikan Sejarah

PKMP

FPIPS mempunyai beberapa Jurnal Pendidikan, diataranya :

  • JPIPS : Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS)
  • CIVICUS : Jurnal yang diterbitkan oleh Departemen PMPKn
  • HISTORIA : Jurnal yang diterbitkan oleh Departemen Sejarah
  • GEA : Jurnal yang diterbitkan oleh Departemen Geografi
  • Ta.lim Jurnal yang diterbitkan oleh Departemen MKDU
  • Sosio Religi Jurnal yang diterbitkan oleh Departemen MKDU
  • Manajemen Resort Jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Resort & Leasure

    Program Pengembangan

    FPIPS UPI merupakan fakultas yang disegani oleh fakultas sejenis dari universitas lainnya. Atas prakarsa FPIPS pada saat sekarang telah terbentuk wadah kerjasama FPIPS dan Departemen IPS seluruh Indonesia yang dinamakan Forum Komunikasi FPIPS/JPIPS seluruh Indonesia. FPIPS UPI berperan sebagai sekretariat tetap forum tersebut. Salah satu bentuk kegiatan forum tersebut adalah penerbitan Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial. (JPIS) ISSN : 0854-5251, yang terbit berkala dua kali dalam setahun.

    Selengkapnya di http://fpips.upi.edu

     

     

FPBS

Pimpinan

Dekan FPBS

:

Prof. Dr. Syihabuddin, M.Pd.

WD Bidang Akademik

:

Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd.

WD Bidang Keuangan dan Sumber Daya

:

Dr. Usep Kuswari, M.Pd.

WD Bidang Kemahasiswaan

:

Pupung Purnawarman, M.Ed.S., Ph.D.

Riwayat Singkat

Pada tahun 1963, FKIP dan Institut Pendidikan Guru (yang berada di bawah Departemen Pendidikan) digabungkan menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP), dan Fakultas Keguruan Sastra dan Seni (FKSS) secara de facto  merupakan salah satu fakultasnya. Namun, FKSS diakui secara resmi pada tahun 1964 melalui Instruksi Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No. 128 tahun 1964 yang memiliki 4 (empat) jurusan dan 2 (dua) seksi.

Sejalan dengan perkembangan zaman, pada tahun 1965 seksi-seksi yang ada di bawah Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Jurusan Pendidikan Bahasa Asing diubah menjadi jurusan-jurusan yang  ditetapkan dengan Instruksi Menteri PTIP No. 5 tahun 1965 tentang Pelaksanaan Kurikulum IKIP Negeri. Pada tahun tersebut diresmikan pula berdirinya Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang. Setelah itu, pada tahun 1975 didirikan pula Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis dengan mengelola pendidikan tingkat akademi dan pada tahun 1979 mengelola pendidikan jenjang S1.

Dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 1980 dan dikeluarkannya Keputusan Presiden RI No. 48 tahun 1982, Fakultas Keguruan Sastra dan Seni (FKSS) diubah menjadi Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Rektor IKIP Bandung No. 302/PT.25.R/E/1983 tanggal 24 Januari 1983. Fakultas ini membina 6 (enam) Jurusan dan 8 (delapan) Program Pendidikan. Secara bertahap jenjang D3, D2, dan D1 akhirnya ditutup sehingga pada tahun 1991 FPBS hanya mengelola jenjang S1.

Berubahnya IKIP Bandung menjadi UPI berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 124 Tahun 1999 berimplikasi terhadap perubahan lembaga FPBS terutama dalam menyongsong proses pengembangan dan perluasan peran (wider mandate) perguruan tinggi. Oleh sebab itu, pada tahun 1999 FPBS membuka Program Studi Nonkependidikan Bahasa dan Sastra Indonesia S1 serta Program Studi Nonkependidikan Bahasa dan Sastra Inggris S1 berdasarkan SK Dirjen Dikti   Nomor 283/Dikti/Kep/1999.

 Pada era perubahan PTN menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN), khususnya ketika UPI berubah menjadi PT BHMN berdasarkan PP No. 6 Tahun 2004, pada tahun 2007 Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Bahasa Arab, Bahasa Jepang, dan Bahasa Perancis yang menjadi bagian dari Jurusan Pendidikan Bahasa Asing dikembangkan menjadi jurusan yang mandiri sehingga namanya berubah menjadi Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman, Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang, dan Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis. Selain Jurusan Pendidikan Bahasa Asing, Jurusan Pendidikan Sendratasik (Seni Drama, Tari, dan Musik) pun mengalami perubahan yang sama menjadi  Pendidikan Seni Musik dan Jurusan Pendidikan Seni Tari. Sampai tahun 2014, FPBS UPI mengembangkan disiplin ilmu kependidikan dan pendidikan disiplin ilmu jenjang S1 yang berada di 10 Jurusan dan 12 Program Studi.

Sejalan dengan perkembangan institusi UPI dalam menciptakan Good University Governance, pada Desember 2014 Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni melahirkan fakultas baru yang merupakan embrio dari Prodi Pendidikan Seni (Tari, Musik, dan Rupa). Fakultas baru tersebut diberi nama Fakultas Pendidikan Seni dan Desian (FPSD). Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni sendiri berdasarkan peraturan Rektor berubah menjadi Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra.  Bersamaan dengan pemekaran Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni menjadi Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra dan Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD), FPBS juga membuka program studi baru, yaitu Program Studi Pendidikan Bahasa Korea.

 

VISI

Menjadi fakultas yang unggul dalam menyelenggarakan program pendidikan bahasa dan sastra dengan manajemen berstandar internasional.

 

MISI

  1. Menyelenggarakan pendidikan bahasa dan sastra serta membina disiplin ilmu bahasa dan sastra secara unggul dalam atmosfir akademik yang kondusif dengan standar mutu internasional;
  2. Melaksanakan penelitian unggul, mengembangkan dan mempublikasikan karya-karya inovatif dan kompetitif dalam bidang pendidikan bahasa dan sastra, bidang bahasa dan sastra, serta penelitian multidisipliner yang relevan.
  3. Menyediakan pengabdian kepada masyarakat secara berkualitas dalam bidang bahasa dan sastra serta bidang lain yang terkait dengan standar internasional.
  4. Mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak terkait, baik pada tingkat nasional, regional maupun internasional, dalam rangka optimalisasi perwujudan visi dan pencapaian misi fakultas.

 

TUJUAN

  1. Terselenggaranya kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang berkualitas dalam atmosfir akademik yang kondusif dengan dukungan teknologi, informasi, dan komunikasi bagi calon tenaga kependidikan/nonkependidikan yang unggul pada berbagai jenis dan jenjang pendidikan;
  2. Terlaksananya penelitian dan pengkajian dalam serta publikasi karya intelektual yang berkualitas tinggi dalam rangka mengembangkan dan menerapkan ilmu pendidikan bahasa dan sastra dan ilmu Bahasa dan sastra serta ilmu-ilmu lain yang relevan pada konteks nasional, regional dan internasional;
  3. Terlaksananya pengabdian kepada masyarakat dalam bidang pendidikan bahasa dan sastra serta bidang lain yang terkait sebagai bentuk kepedulian institusional terhadap pembangunan pendidikan nasional dalam rangka mengaplikasikan hasil-hasil pendidikan dan penelitian dalam pembangunan masyarakat; dan
  4. Terciptanya kerja sama dengan lembaga-lembaga lain, baik pada tingkat nasional, regional, dan internasional dalam rangka optimalisasi perwujudan visi dan pencapaian misi fakultas.

DEPARTEMEN/PROGRAM STUDI

No

Prodi

Jenj

Nilai

No. SK

Thn SK

Berlaku s.d.

1

Pendidikan Bahasa Indonesia

S-1

A

022/BAN-PT/Ak-XV/S1/VII/2012

2012

27-07-2017*)

2

Bahasa & Sastra Indonesia

S-1

A

3228/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2016

2016

27-12-2021

3

Pendidikan Bahasa Daerah

S-1

B

103/SK/BAN-PT/Ak-SURV/S/IVI/14

2013

09-11-2018

4

Pendidikan Bahasa Inggris

S-1

B

030/BAN-PT/Ak-XV/S1/X/202012

2012

18-10-2017

5

Bahasa & Sastra Inggris

S-1

B

1099/SK/BAN-PT/Akred/S/X/2015

2015

24-10-2020

6

Pendidikan Bahasa Jerman

S-1

A

1547/SK/BAN-PT/Akred/S/VIII/2016

2016

11-08-2021

7

Pendidikan Bahasa Arab

S-1

A

1825/SK/BAN-PT/Akred/S/IX/2016

2016

02-09-2021

8

Pendidikan Bahasa Jepang

S-1

A

1680/SK/BAN-PT/Akred/S/VIII/2016

2016

26-08-2021

9

Pendidikan Bahasa Perancis

S-1

A

1546/SK/BAN-PT/Akred/S/VIII/2016

2016

11-08-2021

10

Pendidikan Bahasa Korea

S1

-

-

-

-

Keterangan: *) sedang menunggu hasil reakreditasi BAN-PT

NOMOR KONTAK & ALAMAT SURAT MENYURAT

Alamat kantor

:

Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154

Email

:

aftik_fpbs@upi.edu

Alamat website

:

http://fpbs.upi.edu/

Nomor telepon dan faksimil

:

(022) 2015411

 

FPMIPA

Dekan:

Siti Fatimah, M.Si., Ph.D.

Tugas Pokok dan Fungsi

FPMIPA merupakan unsur pelaksana akademik yang bertugas mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan akademik bidang MIPA dan pendidikan MIPA dalam rangka menyiapkan guru MIPA dan ilmuwan bidang MIPA yang mempunyai daya saing tinggi dalam era globalisasi.

Fungsi FPMIPA meliputi: perencanaan, pelaksanaan, dan pengkoordinasian bidang tridarma perguruan tinggi serta kerjasama di bidang MIPA dan pendidikan MIPA, termasuk didalamnya sebagai penyelenggara monitoring dan evaluasi kegiatan akademik dan non-akademik, serta penjaminan mutu. 

Visi dan Misi

Untuk kurun waktu 2016-2020, FPMIPA memiliki visi: “Pelopor dan unggul dalam pendidikan MIPA dan Ilmu MIPA”.

Pelopor berarti FPMIPA lembaga yang memiliki inisiatif dan kreatif didalam melakukan inovasi dibidang pendidikan MIPA dan ilmu MIPA, dan  unggul berarti FPMIPA lembaga yang  kompetitif dan responsif, serta selalu  meningkatkan kualitas  (continous quality improvement). Dalam mengembangkan program pendidikan dan nonpendidikan FPMIPA menggunakan prinsip cross fertilization, resources sharing, dan education as value dengan dilandasi moto UPI edukatif, ilmiah, dan religius, sehingga lulusan FPMIPA diharapkan memiliki daya saing global dan berakhlak mulia.

Dalam rangka mewujudkan visi di atas, ditetapkan misi sebagai berikut:

  1. menyelenggarakan pendidikan untuk menyiapkan tenaga pendidik MIPA dan ilmuwan MIPA profesional yang berdaya saing global;
  2. mengembangkan penelitian di bidang pendidikan MIPA dan ilmu MIPA untuk menjadi landasan dalam proses pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat;
  3. menyelenggarakan layanan pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil penelitian pendidikan MIPA dan ilmu MIPA;
  4. menyelenggarakan internasionalisasi pendidikan melalui pengembangan dan pengokohan jejaring serta kemitraan pada tingkat nasional, regional, dan internasional.

Tujuan FPMIPA  adalah:

  1. menghasilkan ilmuwan, pendidik, tenaga kependidikan, serta tenaga profesional lain pada bidang MIPA yang profesional yang berdaya saing global;
  2. meningkatnya produktifitas hasil-hasil penelitian di bidang pendidikan MIPA dan ilmu MIPA untuk menjadi landasan dalam proses pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat;
  3. meningkatnya produktifitas hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat berbasis riset di bidang pendidikan MIPA dan ilmu MIPA yang dapat  mendukung pengembangan kehidupan, ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan;
  4. tercapainya internasionalisasi pendidikan melalui pengembangan dan pengokohan jejaring serta kemitraan pada tingkat nasional, regional, dan internasional.

Departemen dan Program Studi

  1. Departemen Pendidikan Matematika

    Departemen ini menaungi dua Program Studi yaitu: Program Studi Pendidikan Matematika dan Program Studi Matematika (non kependidikan). Lulusan program studi Pendidikan Matematika bergelar S.Pd., dan lulusan program studi Matematika bergelar Sarjana Sains (S.Si.). Sejak tahun 2003 Departemen Pendidikan Matematika berhasil mensejajarkan diri dengan Departemen matematika dari universitas terkemuka seperti ITB dan UGM. Keberhasilan ini ditandai dengan keberhasilan secara berkelanjutan dalam mengirimkan wakil mahasiswa sebagai peserta dan mendapat penghargaan dalam ajang olimpiade tingkat dunia.

    Saat ini Departemen Pendidikan Matematika memiliki jaringan kerjasama internasional dengan beberapa perguruan tinggi terkemuka, seperti Chiba University dan Gunma University Jepang. Beberapa staf dosen terlibat secara aktif dalam kerjasama penelitian matematika dengan Chiba University dan Gunma University dan dalam bidang pendidikan Matematika dengan Gunma University.

     

  2. Departemen Pendidikan Biologi
    Departemen ini menaungi dua Program Studi yaitu: Program Studi Pendidikan Biologi dan Program Studi Biologi (non kependidikan). Lulusan Program Studi Pendidikan Biologi bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan lulusan Program Studi Biologi bergelar Sarjana Sains (S.Si.). Beberapa dosen Departemen ini juga aktif dalam pengembangan kurikulum sekolah dan upaya peningkatan mutu pendidikan di tingkat nasional. Kebun botani merupakan sarana laboratorium yang dimiliki Departemen Pendidikan Biologi dan menjadi sumber belajar bagi perkuliahan morfologi dan anatomi tumbuhan, serta botani phanerogamae.

     

  3. Departemen Pendidikan Fisika
    Departemen ini memiliki dua Program Studi yaitu: Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika (non kependidikan). Lulusan Program Studi Pendidikan Fisika bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan lulusan Program Studi Fisika bergelar Sarjana Sains (S.Si.). Satu Keistimewaan pada Departemen ini adalah dimilikinya seperangkat alat teropong bintang berstandar internasional untuk praktikum mahasiswa, dosen, guru, dan siswa sekolah. Bahkan alat ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat luas ketika ada gerhana matahari yang langka terjadi.

     

  4. Departemen Pendidikan Kimia
    Departemen ini memiliki dua Program Studi yaitu: Program Studi Pendidikan Kimia dan Program Studi Kimia (non kependidikan). Untuk pelaksanaan perkuliahan Departemen ini memiliki laboratorium Kimia yang sangat canggih dengan fasilitas berstandar internasional. Fasilitas Laboratorium tersebut dapat dimanfaatkan baik oleh program studi pendidikan maupun program studi non kependidikan. Lulusan Program Studi Pendidikan Kimia bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan lulusan Program Studi Kimia bergelar Sarjana Sains (S.Si.).

     

    Selain aktif dalam bidang perkuliahan para dosen juga aktif dalam bidang penelitian dengan dana yang diperoleh secara bersaing. Pada tahun 2006 seorang dosen Kimia memperoleh LIPA Award karena penelitiannya dinilai sangat bagus. Demikian pula beberapa dosen pada Departemen ini berpartisifasi dalam program pengembangan pendidikan di tingkat nasional.

     

  5. Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer dan Program Studi Ilmu Komputer
    Mulai tahun 2004, FPMIPA  membuka Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer dan Program Studi Ilmu Komputer. Untuk pelaksanaan perkuliahan kedua program studi ini memiliki beberapa laboratorium antara lain Laboratorium Hardware, Laboratorium Basis Data, Laboratorium Struktur Data, Laboratorium Numerik, dan Laboratorium Multimedia. Fasilitas laboratorium tersebut dapat dimanfaatkan baik oleh mahasiswa  program studi kependidikan maupun program studi non kependidikan. Lulusan Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan lulusan Program Studi Ilmu Komputer bergelar Sarjana Komputer (S.Kom.).

     

  6. International Program on Science Education (IPSE)
    Pada tahun akademik 2009/2010 FPMIPA membuka International Program on Science Education (IPSE).Program ini bertujuan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi mengajar mata pelajaran IPA pada sekolah internasional dan sekolah nasional berstandar internasional setingkat SMP. Oleh karena itu pembelajaran pada program ini menggunakan pengantar dalam bahasa inggris. Lulusan program ini akan bergelar S.Pd dan direncanakan memiliki sertifikasi dari lembaga internasional. Program ini belum memiliki Ketua Program Studi, tetapi kegiatan akademik sementara dikoordinasikan oleh Dr. Ari Widodo, M.A sedangkan manajemen program dilakukan oleh fakultas dibawah koordinasi Pembantu Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.

 

Proses Belajar Mengajar
Dewasa ini FPMIPA melaksanakan Kurikulum 2006 yang lebih ramping dan fleksibel dengan beban sekitar 146 sks, termasuk di dalamnya 12 sks Mata Kuliah Keahlian Fakultas (MKK Fakultas).

Dosen
Pada tahun 2008 FPMIPA memiliki dosen sebanyak 199 orang yang terdiri atas 51 orang doktor (7 orang diantaranya guru besar), 136 dosen berpendidikan magister, dan selebihnya berpendidikan sarjana. Pada tahun 2009 sebanyak 24 orang dosen sedang menyelesaikan program doctor dan 12 orang sedang menyelesaikan program magister.

Fasilitas
1. Ruang Kuliah dan Seminar
Gedung FPMIPA dilengkapi dengan 14 ruang kuliah berbagai ukuran yaitu: 2 ruang berkapasitas 150 orang mahasisw, 1 ruang berkapasitas 100 mahasiswa, 6 ruang berkapasitas 60 mahasiswa, dan 5 ruang berkapasitas 30 mahasiswa.Untuk melayani kegiatan ilmiah seperti seminar dan workshop, FPMIPA mememiliki Auditorium berstandar internasional dan berkapasitas 300 orang. Sejumlah seminar tingkat nasional dan internasional telah diselenggarakan di gedung Auditorium ini.

2. Laboratorium
Departemen-Departemen di FPMIPA dilengkapi dengan sarana-sarana Laboratorium berstandar internasional yang dapat dipergunakan selain ntuk kegiatan praktikum mahasiswa juga dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian mahasiswa dan dosen . Laboratorium-laboratorium yang terdapat di FPMIPA, adalah :

Departemen Pendidikan Matematika:
- Laboratorium Komputer
- Lab Pembelajaran

Departemen Pendidikan Fisika:
- Laboratorium Fisika Dasar 
- Laboratorium Fisika Lanjutan
- Laboratorium Elektronika
- Laboratorium Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA)

Departemen Pendidikan Biologi:
- Laboratorium Biologi Struktur dan Perkembangan
- Laboratorium Fisiologi
- Laboratorium Keanekaragaman dan Klasifikasi
- Laboratorium Mikrobiologi
- Laboratorium Ekologi, Laboratorium Genetika
- Kebun Botani

Departemen pendidikan Kimia:
- Laboratorium Kimia Dasar dan Analitik 
- Laboratorium Kimia Organik dan Biokimia
- Laboratorium Kimia Instrumentasi
- Laboratorium Kimia Fisik dan Kimia Anorganik
- Laboratorium  Penelitian

Program Studi Ilmu Komputer dan Pendidikan Ilmu Komputer
- Laboratorium Hardware
- Laboratorium Basis Data
- Laboratorium Struktur Data
- Laboratorium Numerik
- Laboratorium Multimedia

Laboratorium di tingkat Fakultas:
- Laboratorium pengajaran sekolah dasar dan menengah 
- Workshop
- Kurikulatorium
- Unit produksi pembelajaran berbasis ICT 
  (Information Communication Technology)
- LAN (Local Area Network) terpasang di setiap ruangan di gedung FPMIPA. 
  Memungkinkan setiap civitas akademika FPMIPA berkomunikasi secara global 
  melalui internet. 

Pada tahun 2009 FPMIPA sedang mengembangkan Bengkel Kerja danLaboratorium Alat Bantu pembelajaran. Pengembangan fasilitas ini ibantu oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI). Beberapa peralatan laboratorium yang ada di FPMIPA diantaranya adalah : High Performance Liquid Chromatography (HPLC), Atomic Absorption Spectrophometer (AAS), UV/VIS Spectrophotometer, Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS),FTIR Spectroscopy, Electrophoresis Set, Gel drayer, Micro centrifuge, PCR, Freeze dyer, Microphotograph unit, Computer-Controlled Difractometer, Computer Controlled Micro Movement Stages (3 Axis), Nitrogen Dye Laser System untuk penelitian dalam bidang optik non-linear dan perilaku gelombang sinar laser, serta Teleskop untuk menyaksikan kejadian alam yang langka, seperti posisi Mars yang terjadi pada bulan Agustus 2003.

Kegiatan Penelitian
Payung penelitian menjadi jangkar bagi penelitian dosen dan penelitian mahasiswa (skripsi dan tugas akhir), antara lain pedagogi materi subyek MIIPA, pengembangan kreativitas dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thingking) melalui pembelajaran matematika dan sains, pembelajaran MIPA berbasis ICT, pembelajaran MIPA berbasis hands-on. Untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas penelitian baik dikalangan dosen maupun mahasiswa,setiap Departemen berupaya mendorong para dosennya untuk senantiasa meningkatkan wawasan tentang penelitian dan penyusunan proposal yang tersusun selanjutnya diajukan/dipersaingkan untuk memperoleh dana tertentu, seperti dari hibah kompetitif DIKTI, seperti Hibah Bersaing, Penelitian Fundamental, Hibah Kompetensi, RAPID, Program Insentif Ristek, dll. Untuk menjamin adanya keberlanjutan pengembangan ilmu, setiap kelompok peneliti selalu berusaha mengembangankan bidang kajiannya secara konsesten dan berkaitan dengan bidang keahliannya. Selain berkonsentrasi pada bidang pendidikan MIPA, sejumlah dosen juga melakukan penelitian dalam bidang MIPA murni dan dan aplikasi bidang ilmu MIPA. Setiap hasil penelitian, baik dalam bidang pendidikan maupun ilmu murni, berusaha didiseminasikan melalui berbagai kegiatan seperti seminar, konfensi, serta jurnal ilmiah dalam dan luar negeri. Desiminasi juga dilakukan melalui kegiatan  pengabdian pada masyrakat.

Kegiatan Kemahasiswaan
Kegiatan kemahasiswaan di FPMIPA diwadahi dalam organisasi BEM Departemen. Kegiatan kemahasiswaan di FPMIPA menitik beratkan pada dua aspek kegiatan. Pengembangan keorganisasian dan kegiatan sosial dan pengembangan potensi akademik mahasiswa. Kegiatan, organisasi dan sosial meliputi pengembagnan kepemimpinan, pengabdian pada masyarakat dll. Keberhasilan kegiatan pengembangan potensi akademik mahasiswa meliputi kegiatan program kreativitas mahasiswa (PKM) penelitia dan karya tulis, kegiatan seminar dll. Dalam tiga tahun terakhir, sederetan prestasi akademik dan non akademik telah diraih para mahasiswa FPMIPA. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Juara 3 International Scientific Olympiad on Mathematics diraih oleh Enjun Junaeti mahasiswa Departemen Pendidikan Matematika
  2. Peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (2 kelompok dari Departemen Pendidikan Kimia)
  3. Medali Perunggu PON cabang pencak silat (atasnama Febriani dari Departemen Pendidikan Matematika)
  4. Semifinalis Olimpiade Sains Nasional tingkat Perguruan Tingggi Indonesia, OSN-PTI (Ari Hardian dan Isman Kurniawan dari Departemen Pendidikan Kimia).
  5. Juara 1 Lomba Prestasi Ilmiah Nasional dalam rangka Program Pertamina sehati tahun 2007 di Jakarta dari Departemen Pendidikan Matematika.
  6. Juara I Lomba Penulisan Paper Tingkat Nasional Program Pertamina Sehati tahun 2007 di Jakarta dengan Judul Biore moval Logam Mercuri Menggunakan Mikroorganisme (Suatu Kajian Terhadap Lumpur Lapindo) Nandang Heryanto, Pendidikan Matematika
  7. Juara I Lomba Presentasi Ilmiah Tingkat Nasional Program Pertamina Sehati tahun 2007 di Jakarta dengan Judul Tape Ketan sebagai Energi Alternatif Masa Depan Nandang Heryanto, Pendidikan Matematika
  8. Medali perunggu Olimpiade Matematika tingkat Internasional di Teheran 2005 dari Departemen Pendidikan Matematika,

Kerjasama

  • Kerjasama dengan DIKTI
    Untuk meningkatkan hubungan antara perguruan tinggi dengan sekolah, mulai pada tahun 2005 FPMIPA UPI diberi kepercayaan oleh DIKTI untuk menyelenggarakan pelatihan School Univercity Partnership yang diikuti sejumlah Perguruan Tinggi dari Jawa dan Sumatra. Melalui kegiatan tersebut, FPMIPA UPI berupaya untuk melakukan sharing pengalaman khususnya yang berkaitan dengan upaya peningkatan keprofesionalan guru melalui lesson study. Lesson Study ini dipandang sangat penting, karena melalui kegiatan tersebut selain dapa menjadi sarana untuk membantu guru meningkatkan keprofesionalannya, juga bermanfaat untuk memperoleh umpan balik dari lapangan yang dapat dijadikan masukan guna memperbaiki kualitas perkuliahan. Dalam upaya pengadaan guru MIPA untuk daerah terpencil, pada tahun 206 FPMIPA diberi kepercayaan menyelenggrakan program S-1 MIPA untuk 50 mahasiswa dari beberapa kabupaten di NTT dan NTB. Pada tahun 2007 tugas tersebut dilanjutkan lagi untuk 50 mahasiswa baru lainnya.
  • Kerjasama dengan JICA
    FPMIPA telah menjalin kerjasama dengan JICA (Japan International Cooperation Agency) melalui Project for Development of Science and Mathematics Teaching for Primary and Secondary Education in Indonesia selama 5 tahun (1998-2003). Proyek kerjasama teknis JICA ini disebut proyek IMSTEP dan melibatkan 3 institusi yaitu FPMIPA UPI, FMIPA UNY, dan FMIPA UM. Melalui kerjasama teknis JICA, FPMIPA melakukan pengembangan, pembenahan, dan peningkatan kualitas pendidikan MIPA baik pada tingkat LPTK maupun sekolah. Program kerjasama teknis JICA ini diperpanjang selama dua tahun dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2005 dengan nama proyek Follow-up Program IMSTEP-JICA. Program Follow-up IMSTEP JICA lebih menekankan pada kegiatan kolaborasi antara FPMIPA UPI dengan sekolah-sekolah. Melalui kegiatan kolaborasi ini, guru bersama dosen melakukan pengembangan model-model pembelajaran MIPA yang inovatif berbasis hands-on activity, daily life, dan local materials untuk meningkatkan kualitas pembelajaran MIPA di sekolah menengah. Model-model pembelajaran yang telah dikembangkan secara diujicoba dibeberapa sekolah menengah dalam bentuk piloting. Walupun kerjasama follow-up IMSTEP-JICA telah berakhir pada bulan September 2005, akan tetapi karena dinilai berhasil dengan baik, maka pada saat itu telah disepakatisuatu program kerjasama baru selama dua tahun setengah kedepan (tahun 2006 sampai tahun 2008) dengan focus perhatian pada peningkatan keprofesionalan guru MIPA SMP dan MTs. Program tersebut dilaksanakan di Kabupaten Sumedang. Program kerjasama lanjutan yang didukung oleh DIKTI dan PMPTK disebut sebagai Program SISTTEMS. Program tersebut diimplementasikan melalui kerjasama anta UPI, JICA, dan Pemda Kabupaten Sumedang. Melalui program tersebut, FPMIPA UPI bersama JICA membantu para guru MIPA SMP meningkatkan kemampuan profesionalnya melalui Lesson Study berbasis MGMP dan Lesson Study berbasis sekolah.
  • Kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten
    Dalam rangka peningkatan profesionalisme guru MIPA, FPMIPA UPI telah melaksanakan workshop/pelatihan Pengelolaan Pembelajaran MIPA sekolah berbasis kompetensi. Kegiatan lain yang dilaksanakan adalah Lesson Study. Melalui kegiatan tersebut guru-guru dan dosen saling belajar melalui observasi pembelajaran dan diskusi pasca pembelajaran. Kerjasama serupa dilakukan dengan Sampoerna Foundation untuk tahun 2008/2009.

 

FPTK

Dekan:

Prof. Dr. Mokhamad. Syaom Barliana, M.Pd., M.T.

Tugas Pokok dan Fungsi

  1. Mendidik tenaga kependidikan teknologi dan kejuruan untuk menghasilkan Sarjana dan Ahli Madya Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (guru, ahli pendidikan, dan tenaga kependidikan lainnya) secara akademis dan profesional, sehingga berkontribusi bagi peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia;
  2. Mendidik tenaga ahli teknik secara akademis dan profesional untuk menghasilkan Sarjana dan Ahli Madya Teknik, yang diperlukan bagi pembangunan industri dan sektor-sektor pembangunan nasional lainnya yang relevan;
  3. Melakukan penelitian dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pendidikan teknologi dan kejuruan, serta bidang teknik.

Departemen & Program Studi

  1. Departemen Pendidikan Teknik Sipil
    Departemen Pendidikan Teknik Sipil, memiliki Program Studi S1 Pendidikan Teknik Sipil, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, dan  Program D3 Teknik Sipil (nonkependidikan). Lulusan Program Studi Pendidikan bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dan lulusan Program Diploma bergelar  Ahli Madya (A.Md.).

     

  2. Departemen Pendidikan Teknik Arsitektur
    Departemen Pendidikan Teknik Arsitektur memiliki satu program studi S1 yaitu: Program Studi Pendidikan Teknik Arsitektur dan satu program Diploma III yaitu: Program D3 Teknik Perumahan. Lulusan Program Studi Pendidikan bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dan lulusan Program Diploma bergelar  Ahli Madya (A.Md.)

     

  3. Departemen Pendidikan Teknik Elektro
    Departemen Pendidikan Teknik Elektro memiliki dua program studi S1 yaitu: Program Studi Pendidikan Teknik Elektro dan Program Studi Teknik Tenaga Elektrik serta satu program Diploma III yaitu: Program D3 Teknik Elektro. Lulusan Program Studi Pendidikan bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), Lulusan Teknik Tenaga Elektrik bergelar Sarjana Teknik (ST) dan lulusan Program Diploma bergelar  Ahli Madya (A.Md.).

     

  4. Departemen Pendidikan Teknik Mesin

    Departemen Pendidikan Teknik Mesin memiliki satu program studi S1 yaitu: Program Studi Pendidikan Teknik Mesin dan satu program Diploma III yaitu: Program D3 Teknik Mesin. Lulusan Program Studi Pendidikan bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dan lulusan Program Diploma bergelar  Ahli Madya (A.Md.).

  5. Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
    Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga  pada tahun 2007 dimekarkan menjadi tiga program studi yaitu: Program Studi Pendidikan Tata  Boga,  Program Studi Pendidikan Tata Busana, dan Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga.

     

  6. Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri

    Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri berdiri pada tahun 2008, memiliki 6 konsentrasi yaitu : (1) Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian, (2) Teknologi Perbenihan Tanaman, (3) Teknologi Peternakan, (4) Teknologi Perikanan, (5) Teknologi Sutra alam dan (6) Teknologi Rancang Bangun Alat Pertanian. Lulusan Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

Proses Pembelajaran
Perkuliahan pada FPTK memuat komponen mata kuliah teori dan mata kuliah praktek. Mata Kuliah Teori ialah  mata kuliah yang memberikan pemahaman tentang konsep dasar dan wawasan keilmuan yang dilaksanakan dalam bentuk perkuliahan dan responsi di kelas. Mata Kuliah Praktik  terdiri atas: (1) praktek peningkatan pemahaman, wawasan, dan keterampilan teknologi yang dilaksanakan di laboratorium, workshop, dan studio; (2) praktek peningkatan keterampilan dan wawasan industri dilaksanakan di industri-industri yang sesuai dengan bidang keakhliannya melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL); (3) praktek peningkatan wawasan dan keahlian profesi guru dilaksanakan di SMK-SMK Teknologi Industri dan Pariwisata melalui Program Latihan Profesi (PPL).

Mata Kuliah Tugas Akhir adalah mata kuliah yang memberikan kemampuan bidang studi secara komprehensif dengan cara menyusun karya ilmiah dalam bentuk perencanaan dan atau peninjauan ulang karya teknologi kejuruan sesuai bidang keakhliannya. Pada penulisan ini setiap mahasiswa dibimbing oleh dua orang dosen dan diuji dalam seminar tugas akhir.

Mata Kuliah Skripsi merupakan mata kuliah yang memberikan kemampuan berfikir kritis, analitis, sistematis, yang berkaitan dengan pendidikan teknologi kejuruan, dengan cara melakukan penelitian dan dilaporkan dalam bentuk skripsi. Skripsi merupakan salah satu syarat dalam menempuh ujian sidang sarjana pendidikan.

Dosen
Pada tahun 2009 FPTK memiliki 179 orang dosen, terdiri atas 8 Guru Besar, 14 Doktor, 139 Master/Magister dan 18 orang berpendidikan sarjana. Pada saat ini tercatat sebanyak 18 orang dosen sedang menempuh pendidikan S2 dan sebanyak 36 orang sedang menempuh program S3 (Doktor), 31 orang dosen luar biasa. Dosen-dosen luar biasa diperlukan untuk materi-materi kuliah yang spesifik dan belum dimiliki oleh Departemen-Departemen di FPTK UPI. Dosen luar biasa tersebut berasal dari berbagai instansi diantaranya : UPI, ITB, LIPI, Industri, Asosiasi Profesi, dan Telkom.

Prestasi Mahasiswa

  • Rachmi Juantine, Pgram Studi Tata Boga Finalis Nasional Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) XX  UNILA tahun 2007.
  • Nitih Indra K.D., Departemen Pend. Tek. Arsitektur, Juara II Mahasiswa Berprestasi tingkat UPI tahun 2007.
  • Kusman Subarja, Pend. Teknik Elektro Finalis Nasional tahun 2008 Kontes Robot Indonesia (KRI)., Sarosa Castrena A., Pend. Teknik Elektro Finalis Nasional tahun 2008 Kontes Robot Indonesia (KRI)., Yudi Wahyudi, Pend. Teknik Mesin Finalis Nasional tahun 2008 Kontes Robot Indonesia (KRI)., Zaky Iben, Pend. Teknik Mesin Finalis Nasional tahun 2008 Kontes Robot Indonesia (KRI).,
  • A. Sumarudin, Pend. Teknik Elektro Finalis Nasional tahun 2008 Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI)., Agus Sifa, Pend. Teknik Mesin Finalis Nasional tahun 2008 Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI)
  • Zaky Iben, Hazmi Adliyanto RGP, Harippudin, Nurholis Kamaludin, Awangga P., Juara III dan tim dengan strategi terbaik Regional II KRI tahun 2009 di Balairung Universitas Indonesia
  • Mauren Gita MS. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga sebagai mahasiswa Berprestasi peringkat pertama tingkat UPI tahun 2009.

Fasilitas
Kampus utama FPTK UPI terletak di bagian Tenggara kampus UPI tepatnya berada di Jl. Dr. Setiabudhi 207, yang meliputi kantor dekan, departemen, dan tata usaha, ruang perkuliahan, gedung laboratorium dan studio, dan gedung kantor dosen.

Beberapa gedung perkuliahan/laboratorium FPTK, di dalam kampus di luar gedung utama adalah :

  1. Gedung Laboratorium/Workshop Mesin Produksi dan Konstruksi di Jl. Senjaya Guru kampus Universitas Pendidikan Indonesia.
  2. Gedung Laboratorium Tata Laksana Makanan PKK di Jl. Jaya Perkasa kampus Universitas Pendidikan Indonesia.
  3. Gedung workshop yang terletak di luar kampus Universitas Pendidikan Indonesia adalah workshop Kerja Teknik Mesin terletak di Jl. Banten Kota Bandung.

Sarana dan prasarana gedung dengan ruangan kuliah teori dan praktik yang dimiliki cukup memadai untuk memenuhi tuntutan utama kurikulum. Kekurangan sarana praktik dipenuhi dengan praktik lapangan di industri dan di lembaga pendidikan lainnya melalui program afiliasi dan pembinaan kerja sama. Sarana dan prasarana praktikum yang dimiliki FPTK UPI dikoordinasikan pemanfaatannya oleh koordinator laboratorium di tingkat fakultas/departemen.

Laboratorium yang tersedia di FPTK adalah sebagai berikut.

  1. Tingkat Fakultas : Laboratorium Fisika Teknik dan Laboratorium Kimia Teknik.
  2. Departemen Pendidikan Teknik Elektro : Laboratorium Telekomunikasi, Laboratorium Elektronika Industri, Laboratorium Tenaga Listrik , Laboratorium Komputasi, Laboratorium Mesin-mesin Listrik, Laboratorium Teknik Tegangan Tinggi dan Otomasi Industri.
  3. Departemen Pendidikan Teknik Sipil : Laboratorium Komputasi dan Studio Gambar Sipil, Laboratorium Survey dan Pemetaan, Laboratorium Hidrolika dan Hidrologi, Laboratorium Struktur dan Material Tes, Laboratorium Rekayasa Jalan dan Transportasi, Workshop Kayu, Workshop Baja dan Plumbing, Workshop Batu dan Beton.
  4. Departemen Pendidikan Teknik Arsitektur : Laboratorium Teori dan Sejarah Arsitektur, Lab. Perencanaan dan Perancangan Arsitektur, Lab. Kota dan Lingkungan, Lab. Teknologi Bangunan, Lab. Perumahan dan Pemukiman, Lab. Pembelajaran, Lab. Komputer, Studio Gambar Manual, Lab.Disain Interior dan Masinal.
  5. Departemen Pendidikan Teknik Mesin :             Lab. Computer and Numerical Control (CNC), Workshop Mesin Produksi Laboratorium  Studio Gambar, Workshop Fabrikasi Logam, Laboratorium Tata Udara, Laboratorium Mekanik Otomotif, Laboratorium Material, Laboratorium Pengujian Otomotif, Laboratorium Refrigerasi, Laboratorium Bodi Otomotif, Lab. Kimia, Laboratorium Kelistrikan, Laboratorium Refrigerasi dan Fisika (Kimfistek).
  6. Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga : Laboratorium Katering, Laboratorium Pastry, Laboratorium Jasa Boga, Laboratorium Gizi, Laboratorium Bimbingan Perawatan Anak, Laboratorium Praktek Manajemen Usaha Busana, Lab. Tata Rias, Lab. Komputer.

 

Kerjasama
Dalam melaksanakan program-program pendidikan FPTK bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan lain (perguruan tinggi, sekolah, dan dklat),  pemerintah daerah, industri-industri, serta asosiasi profesi. Dalam meningkatkan sumber daya manusia di lembaga pemerintah maupun di kalangan industri, FPTK telah membantu meningkatkan kualifikasi sumber daya manusia dengan cara bekerja sama, misalnya :

  • Merealisasikan kerja sama Dirjen Dikdasmen dengan Dirjen Dikti No. 877/C/I/1988 dan No. 087/D/I/1988 tanggal 16 Januari 1988, mengeluarkan Ijazah D3 Pendidikan Teknologi bagi PPPG Teknologi (TEDC) Bandung.
  • Pada tahun 1991 melalui kesepakatan kerjasama antara FPTK dengan PPPG Teknologi Bandung No. 1226/C11/O/1991 dan No. 1283/PT25.H4/ FPTK/Q/1991 tanggal 12 Agustus 1991 melaksanakan program pendidikan S1 bagi guru kejuruan teknologi lulusan program D3/A3 dan Sarjana Muda.
  • Tahun Akademik 1990/1991 merealisasikan kerjasama Depnaker dengan IKIP Bandung No. Kep.524/W.9/1990 dan No. 5440/PT25.H.Q/1990, tanggal 27 September 1991, FPTK menyelenggarakan program peningkatan kualifikasi Instruktur BLK/KLK se-Indonesia menjadi Strata D3. //Display disain busana karya mahasiswa
  • Tahun Akademik 1990/1991 merealisasikan kerjasama Depnaker dengan IKIP Bandung No. Kep.524/W.9/1990 dan No. 5440/PT25.H.Q/1990, tanggal 27 September 1991, FPTK menyelenggarakan program peningkatan kualifikasi Instruktur BLK/KLK se-Indonesia menjadi Strata D3.
  • Tahun 1993 Rektor IKIP Bandung dengan Direktur Utama PT. Garuda Indonesia menanda tangani nota kerjasama (MoU) No. JH/PERJ/AMAND-I/DZ-3077/90/93 dan No. 6849/PT25.H/Q/1993 yang merupakan kerjasama induk dalam rangka meningkatkan kualifikasi Instruktur PT. Garuda Indonesia dari strata D3 menjadi Stara 1 (S1) berlangsung sebanyak 4 (empat) angkatan.
  • Tahun 2003/2004 dilakukan kerjasama dengan AKLI (Asosisasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia) DPD Jawa Barat, dalam pendidikan D3 Teknik Elektro bagi anggota AKLI.
  • Dalam rangka Praktek Industri, telah dikembangkan  kerjasama dengan berbagai industri dan lembaga yang relevan di Jawa Barat.
  • Pada tahun 2005 sedang dirintis kerjasama Internasional dengan Politeknik BANI (bersama Malaysia Institut), serta beberapa perguruan tinggi di Asia dan Eropa melalui program Asia-link.
  • Tahun 2007 dilakukan kerjasama dengan AKLI (Asosisasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia) DPD Jawa Barat, dalam pendidikan D3 menjadi Strata 1 (S1) Teknik Elektro bagi anggota AKLI.
  • Tahun 2007 dilakukan kerjasama dengan AKLI (Asosisasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia) DPD Banten, menyelenggarakan program pendidikan dari SMA/SMK menjadi Strata D3 Teknik Elektro.
  • Tahun 2007 dilakukan kerjasama dengan Kabupaten Siak Propinsi Riau untuk mendidik Putra Daerah menjadi calon guru SMK Jenjang S1 (Strata 1)
  • Tahun 2007 dilakukan kerjasama dengan Kabupaten Landak Propinsi Kalimantan Barat untuk mendidik Putra Daerah menjadi calon guru SMK Jenjang S1 (Strata 1).
  • Tahun 2008, MoU No.82/H.40.5-4.i/DT2008 yaitu kerjasama antara Departemen Pendidikan Teknik Sipil FPTK dengan ATAKI (Badan Sertifikasi Indonesia) DPD Cabang Provinsi Jawa Barat tentang sertifikasi propesi.
  • Tahun 2007, UPI bekerjasama dengan PT.Fujicon Priangan Perdana tentang pemberian beasiswa kepada mahasiswa FPTK dan kegiatan akademik lainnya.

FPOK

Prof. Dr. H. Adang Suherman, MA.

Tugas Pokok dan Fungsi
FPOK bertugas untuk membina dan mengembangkan bidang keolahragaan. Lulusannya diarahkan untuk menjadi tenaga pendidik di bidang penjas dan olahraga yang terampil, berilmu, dan berwatak, serta mencetak lulusan yang dapat menjadi pelatih cabang-cabang olahraga, tenaga penggerak dan pengelola olahraga masyarakat, serta tenaga ahli profesional di bidang pengembangan ilmu-ilmu keolahragaan (sport sciences). Sasaran layanannya bukan saja pendidikan formal atau persekolahan, tetapi termasuk pelayanan di bidang olahraga di luar setting persekolahan, yaitu menjadi pembina di bidang rekreasi dalam arti luas, pelatih olahraga dan manajer olahraga di masyarakat.

Departemen dan Program Studi

  1. Departemen Pendidikan Olahraga
    Departemen Pendidikan Olahraga menaungi Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) dan PGSD Penjas
    Program Studi PJKR bertujuan untuk menyiapkan:
    • tenaga pendidik atau guru untuk mata pelajaran pendidikan jasmani/olahraga di sekolah mulai SMP sampai dengan SLTA.
    Program Studi PGSD Penjas bertujuan untuk menyiapkan :
    • Tenaga Pendidikan atau guru untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani/olahraga di SD
  2. Departemen Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi
    Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi (PKR) menaungi Prodi IKOR bertujuan untuk menyiapkan:
    • tenaga perencana, pengembang, dan pengelola kegiatan rekreasi di sekolah, di lingkungan lembaga lainnya di masyarakat.
    Program Studi Ilmu Olahraga menyiapkan lulusannya menjadi pakar dalam ilmu keolahragaan. Lulusannya bergelar Sarjana Sains (S.Si.)
    • Program Studi Ilmu Olahraga menyiapkan lulusannya menjadi pakar dalam ilmu keolahragaan. Lulusannya bergelar Sarjana Sains (S.Si.)
    • Ilmuan di bidang berolahraga seperti konsultan Olahraga, Jurnalis Manager Olahraga.
  3. Departemen Pendidikan Kepelatihan
    Program Pendidikan Kepelatihan (PK) menaungi Prodi PKO yang bertujuan untuk menyiapkan:
    • tenaga pelatih di sekolah dan di luar sekolah;
    • pengelola kegiatan olahraga di top organisasi olahraga;
    • Konsultan Kepelatihan Olahraga.

 

 

Proses Pembelajaran
Mahasiswa FPOK berasal dari SMA atau SLTA sederajat, seperti SMK dan MA. Untuk dapat diterima di FPOK, para calon harus menempuh seleksi penerimaan mahasiswa baru, yang sedikitnya disediakan tiga jalur seleksi, yaitu PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan), jalur UM (Ujian Masuk) UPI, dan jalur SPMB (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru). Kesemua jalur di atas, sama-sama memerlukan adanya dukungan dari kemampuan fisik dan motorik yang memadai dari para calon, di samping harus lolos screening tes kesehatan yang dilakukan oleh para dokter ahli secara langsung. Dengan demikian, di setiap jalur seleksi disediakan apa yang disebut Tes Keterampilan. Bedanya, Tes Keterampilan dalam jalur PMDK dilaksanakan dengan melihat keterampilan bermain atau penguasaan teknik dari cabang olahraga yang digeluti dan ditekuni oleh calon selama di SMA. Sedangkan Tes Keterampilan untuk dua jalur lainnya adalah serangkaian tes yang mengukur aspek kemampuan fisik dan motorik dengan memanfaatkan apa yang disebut Tes Kemampuan Fisik dan Motorik (Motor and Physical Ability Test).

 

Seperti di fakultas-fakultas lainnya di UPI, penyelenggaraan pendidikan di FPOK berdasarkan sistem Satuan Kredit Semester (SKS). Jumlah SKS dari setiap program berkisar dari 144 . 150 SKS. Artinya, pendidikan berlangsung selama kurang lebih 4 tahun, termasuk ke dalamnya pelaksanaan KKN, Praktek Lapangan (PL) dan penyusunan skripsi. Lulusan program studi kependidikan dari FPOK memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), sedangkan bagi lulusan program studi non-kependidikan (Program Studi IKOR) memperoleh gelar Sarjana Sains (S.Si).

Meskipun hampir 65% kegiatan perkuliahan di setiap Departemen menampilkan praktik olahraga, yang diajarkan tentu bukan semata mata keterampilan berolahraga. Akan tetapi, di dalamnya termasuk penguasaan teori dan prinsip-prinsip mekanika gerak yang mendukung pelaksanaan setiap cabor yang dipelajari. Bahkan beberapa mata kuliah memberikan dasar-dasar dan pendalaman keilmuan olahraga yang secara taksonomis diperkuat oleh tujuh disiplin ilmu keolahragaan, yaitu sport medicine, sport biomechanics, sport pedagogy, sport sociology, sport psychology, sport philosophy, serta sport history.

 

Di sisi lain, tema-tema keilmuan yang sudah berkembang belakangan juga turut mewarnai wawasan serta cara berfikir mahasiswa FPOK, yang memberikan landasan paradigma (cara pandang) keolahragaan dari aspek manajemen olahraga, olahraga dan lingkungan, ilmu-ilmu kepelatihan, general and specific instructional sciences, ekonomi dan bisnis olahraga, hakikat perkembangan anak dan manusia, ilmu dan teori gerak, dan banyak lagi. Diharapkan, dengan komposisi keilmuan semacam itu, mahasiswa FPOK dipandang sudah dibekali secara komprehensif untuk dapat berkiprah secara profesional dan akademis, sehingga tepat jika dilabeli sebagai orang yang terdidik secara jasmaniah dan keilmuan serta moral. Itulah sejatinya yang disebut “manusia seutuhnya”, sebagaimana disinggung dalam berbagai rumusan tujuan nasional negara kita.

Dengan rumusan kurikulum yang demikian padu seperti di atas, perlu ditekankan bahwa proses pendidikan di FPOK bukan untuk menjadikan semua mahasiswa kampiun pada cabang olahraga yang digelutinya, tetapi memberikan bekal agar semua mahasiswa memiliki pengalaman praktis dalam banyak cabor sebagai bekal dalam menjalankan profesi keolahragaannya. Namun demikian, dengan disediakannya UKM-UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Olahraga di Fakultas dan Universitas, mahasiswa yang berbakat atau berprestasi dalam salah satu cabang olahraga dapat menyalurkannya sehingga diharapkan berprestasi tinggi. Tidak sedikit mahasiswa FPOK yang juga sekaligus menjadi atlet berprestasi, baik dalam level provinsi maupun level nasional. Mereka yang berprestasi inilah yang turut mengharumkan nama daerah dan bangsa, serta sekaligus turut mengangkat citra positif UPI sebagai universitas yang Leading and Outstanding dalam bidang olahraga.

Beberapa cabang olahraga yang umumnya digeluti oleh mahasiswa FPOK dan banyak menghasilkan atlet-atlet kaliber nasional di antaranya adalah cabang Renang, Dayung, Hoki, Atletik, Karate, Judo, Pencak Silat, Anggar, Badminton, Basket, serta Voli. Prestasi yang diukir pun sangat membanggakan, karena banyak mahasiswa FPOK yang menjadi andalan dalam tim dalam PON, SEA Games, bahkan Asian Games. Termasuk dalam SEA Games XXIV 2007 di Thailand yang baru lalu, beberapa mahasiswa FPOK berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia. Bahkan dalam PON XVII . 2008 di Kaltim, banyak sekali mahasiswa FPOK yang telah dan akan menjadi tulang punggung masing-masing daerahnya, karena mereka memang berasal pula dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia.

Secara umum, terdapat dua jalur penyelesaian studi di FPOK. Setiap mahasiswa berhak memilih sesuai dengan minat dan kemampuannya, salah satu jalur dari jalur yang ada, yaitu: Jalur pertama yang kian disenangi mahasiswa yaitu menulis skripsi. Terlebih setelah adanya bantuan biaya dari Universitas untuk merampungkan program penulisan skripsi. Lewat kegiatan penulisan skripsi, mahasiswa dilatih meneliti dan melaporkan hasil penelitiannya secara tertulis dengan mengikuti alur berpikir ilmiah, yang melibatkan baik alur berpikir deduktif dan sekaligus induktif. Jalur kedua yaitu jalur komprehensif. Dalam jalur ini, mahasiswa tidak diwajibkan menyusun skripsi, tetapi diganti dengan tugas menyusun makalah serta mengganti kekurangan nilai SKS-nya dengan mengambil beberapa mata kuliah pengganti skripsi. Dalam penyusunan makalah sebagai tugas akhir, mahasiswa membahas masalah tertentu sesuai dengan wilayah kajian Departemennya, serta diarahkan untuk membentuk pola pikir deduktif yang kokoh dengan menjadikan referensi keilmuan sebagai pijakan untuk pemecahan masalah yang dihadapi.

Berdasarkan pengalaman, mahasiswa tidak mengalami kesulitan dalam menulis skripsi. Bimbingan dari para dosen amat intensif dan lancar. Syarat utama untuk menyelesaikan studi di FPOK adalah rajin dan ulet, serta pandai membagi waktu.

Fasilitas
Kampus FPOK UPI didukung oleh dua lokasi kampus yang saling melengkapi. Kampus utama FPOK adalah kampus di lingkungan kampus utama UPI, yang setelah dibangun atas bantuan dana dari IDB (Islamic Development Bank) sekarang ini dilengkapi dengan banyak sekali ruang perkuliahan, ruang auditorium berkapasitas 200-an tempat duduk, fasilitas ruang dan peralatan Lab mutakhir, serta berbagai fasilitas olahraga antara lain:

  • Sebuah gymnasium yang dapat digunakan untuk pembelajaran dan pertandingan Basket, Bola Voli, Futsal, Tenis meja, serta Bulutangkis. Gymnasium ini didukung oleh kapasitas tempat duduk sekitar 5000-an penonton, sehingga layak dan pantas untuk menjadi tempat berlangsungnya kejuaraan tingkat nasional bahkan internasional. Lantainya dilapisi karpet sintetik, yang memungkinkan digunakan untuk berbagai keperluan dan memberikan tingkat keselamatan yang tinggi, tetapi konsekuensinya memerlukan pemeliharaan ekstra hati-hati agar tidak mudah aus dan rusak.
  • Sebuah Stadion Sepak Bola dan Atletik, yang dilengkapi dengan sistem drainase yang canggih, sehingga memungkinkan pemeliharaan rumput di lapangan utama dilakukan dengan baik, sehingga selalu layak untuk menjadi tempat pertandingan sepak bola tingkat internasional sekalipun. Tribun utama dan penunjangnya, sementara diperkirakan dapat menampung sekitar 5000-an penonton. Ke depan, kapasitas tempat duduk ini diharapkan dapat semakin ditingkatkan, sehingga kapasitasnya semakin bertambah secara proporsional.
  • Sebuah Kolam Renang dengan ukuran lintasan standard internasional, yang memungkinkan di UPI diselenggarakan kejuaraan renang tingkat internasional. Di samping tersedianya fasilitas kolam untuk pertandingan, kolam renang UPI pun dilengkapi sarana kolam untuk rekreasi dan pembelajaran renang anak-anak, di samping didukung juga oleh fasilitas kolam dan tiang untuk Loncat Indah (Diving). Fasilitas tribun penonton saat ini memasuki tahap pembangunan, dan penyelesaiannya diharapkan dapat segera diwujudkan.
  • Sebuah Gedung Serbaguna (Sport-Hall) dengan luas setara 12 lapangan badminton, di mana di dalamnya juga dapat dibesut secara cepat sekitar 4 buah lapangan tenis. Dalam sport-hall ini pun disediakan dua buah lapang squash, yang dalam perencanaan dapat juga digunakan untuk pertandingan.
  • Sebuah Fasilitas Tenis Court outdoor dengan kapasitas 4 lapangan tenis, yang dilengkapi pula dengan fasilitas mini-tribun yang nyaman untuk proses perkuliahan dan sekaligus pertandingan. Tenis court inipun jadi bagian dari fasilitas yang dikelola oleh Gelanggang Olahraga, sehingga selama ini pemeliharaannya dikelola secara semi-profesional.

    Di samping kampus utama seperti dikemukakan di atas, kampus FPOK pun didukung oleh fasilitas kampus Padasuka, yang merupakan kampus lama yang akan segera dialihfungsikan sebagai kampus kedua FPOK UPI. Kampus Padasuka ini didirikan di atas tanah seluas sekitar 1.6 hektar, yang di dalamnya sudah termasuk ruang perkuliahan, lapangan, serta Sport-Hall. Dalam rencana, kampus padasuka ini akan dikembangkan menjadi sebuah Sport Center yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Jawa Barat untuk menyalurkan minat dan hobinya, termasuk dapat dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan yang dilengkapi oleh fasilitas akomodasi yang lengkap. Sedangkan untuk sementara, Kampus FPOK UPI di Padasuka, didukung oleh fasilitas sebagai berikut:

  • Sebuah gedung olahraga serba guna (Sport Hall), yang dapat dipakai untuk latihan senam, bulutangkis, dan bola basket. Di luar sport-hall terdapat sebuah lapangan tenis yang dapat juga dipakai sebagai tempat bermain bola basket. Berdampingan dengan lapangan itu tersedia pula lapangan bola voli, yang sering dipergunakan untuk perkuliahan.
  • Fasilitas outdoor berupa lapangan panahan, lapangan mini untuk sepakbola dan bola tangan serta dikelilingi track untuk jogging dan jalan cepat. Meskipun kecil, lapangan ini amat bermanfaat sebagai pusat aktivitas perkuliahan praktek dan pembinaan prestasi para mahasiswa.
  • Di samping fasilitas di luar gedung juga tersedia cukup ruang untuk kuliah, klinik, pertemuan, koperasi mahasiswa, bahkan tersedia pula ruangan khusus untuk berlatih kondisi fisik dan cabang olahraga lainnya seperti tenis meja, gulat, judo, dan pencak silat.
  • Perpustakaan fakultas yang berisi banyak informasi tentang olahraga juga tersedia. Berbagai macam buku bisa diperoleh. Umumnya ditulis dalam bahasa Inggris. Di samping itu, ada pula berbagai buku pembelajaran penjas dan olahraga serta buku-buku penunjang lainnya yang ditulis oleh para dosen FPOK bekerjasama dengan Ditjen Dikdasmen dan Ditjora Depdiknas.

 

Kegiatan Kemahasiswaan

 

Berbagai kegiatan kemahasiswaan yang dikemas dalam organisasi kemahasiswaan banyak ditawarkan di FPOK UPI, di antaranya apa yang disebut Ormawa BEM, HMJ (Himpunan Mahasiswa Departemen/Prodi) serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), baik yang bersifat akademik umum maupun yang bersifat keolahragaan.

 

Sebagai institusi atau LPTK Keolahragaan, secara khusus UKM di FPOK didominasi UKM Olahraga. Artinya UKM tersebut melakukan kegiatan utamanya dalam bidang peningkatan kemampuan dan prestasi cabang olahraga, seperti UKM Hoki, UKM Voli, UKM Basket, UKM Taekwondo, dsb. Bahkan, sejak tahun 1982, di FPOK ini sudah berdiri dan berlangsung kegiatan UKM yang sifatnya khas fakultas adalah UKM Pencinta Alam khusus bagi Mahasiswa FPOK yang disebut PAMOR (Pencinta Alam Mahasiswa Olahraga) FPOK UPI. UKM PAMOR mengembangkan pembinaan dan latihan pada penjelajahan alam terbuka seperti mendaki gunung , panjat tebing, berkemah, menyusuri arus deras, Diklat SAR, dll. Disamping itu PAMOR pun aktif dalam menyelenggarakan olahraga Outbond yang saat ini sedang berkembang dan sangat digemari oleh semua lapisan masyarakat.

Tidak kurang dari 20 kecabangan olahraga disediakan di FPOK. Beberapa UKM berinduk di universitas, meskipun mayoritas pesertanya adalah mahasiswa FPOK. UKM Cabang Olahraga (Cabor) yang ada di FPOK inilah yang umumnya mewakili UPI dalam berbagai kompetisi Antar mahasiswa baik pada tingkat Regional, Nasional maupun Internasional. Dari beberapa kejuaraan antar Perguruan Tinggi mahasiswa FPOK yang mewakili UPI, tercatat beberapa di antaranya memperoleh prestasi gemilang antara lain pada Cabor Atletik, Bola Voli, Hoki, Yudo, Karate, Bulu Tangkis, Penca Silat, Soft Ball, dan Sepak Bola.

Disamping terdapatnya UKM cabang olahraga, di FPOK pun terdapat beberapa kegiatan pemusatan latihan cabang olahraga yang dibina dan dibiayai oleh Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Mahasiswa (PPLM). PPLM adalah pusat pelatihan cabor bagi mahasiswa yang pesertanya didukung oleh beasiswa dari Kemenegpora, sebagai salah satu program nasional. Cabang olahraga yang masuk PPLM Jawa Barat (UPI) adalah cabor Atletik, Pencak Silat, dan Anggar. PPLM Jawa Barat pada Kejuaraan Nasional PPLM 2007 di UNNES Semarang meraih prestasi yang tidak enteng, dengan berhasilnya dipetik 2 (dua) medali emas, 2 (dua) medali perak dan 1 (satu) medali perunggu.

Dalam berbagai event keolahragaan, mahasiswa FPOK juga sering terlibat mewakili kontingen Jawa Barat pada tingkat regional dan mewakili Indonesia pada tingkat Internasional. Prestasi terakhir ketika terlibat dalam Pesta Olahraga SEA GAMES 2007 di Thailand, baik pelatih maupun atlit dari FPOK UPI telah berhasil menunjukan prestasinya, antara lain :

  • Cabor Dayung: Atlet dan Pelatih FPOK memperoleh prestasi 2 (dua) medali emas, 2 (dua) medali perak dan 4 (empat) medali perunggu
  • Cabor Soft Ball: Atlet dan Pelatih FPOK memperoleh prestasi medali perak
  • Cabor Altetik: Atlet dan Pelatih dari FPOK memperoleh prestasi peringkat IV.

Dosen
FPOK saat ini memiliki 96 orang dosen, yang terdiri dari 1 orang profesor, 13 orang doktor, 39 orang magister, 46 orang sarjana. 20 orang diantaranya sedang menyelesaikan program doktor dan 47 orang sedang menyelesaikan program magister. Diharapkan, komposisi kualifikasi dosen-dosen ini akan segera berubah ketika para dosen yang sedang studi menyelesaikan tugas studinya.

Alumni Yang Berprestasi
Alumni UPI yang telah berhasil dan berprestasi, baik ditingkat nasional maupun internasional, antara lain:

  • Prof. Drs. H.M. Taher Djide, pernah menjadi pelatih nasional bulutangkis Indonesia yang membawa nama baik bangsa Indonesia di dunia Internasional;
  • Prof. Dr. H. Rusli Lutan, pernah menjabat Direktur Pemberdayaan IPTEK Olahraga, Direktur Olahraga Pelajar dan Mahasiswa, Sekretaris Direktorat Jenderal Olahraga Depdiknas, dan sekarang sebagai Ketua Harian Komnas Olahraga Menpora, Pembantu Rektor Universitas Pendidikan Indonesia;
  • Drs. H. Indra M. Tohir, pernah menjadi pelatih PERSIB Bandung yang sempat membawa nama baik Jawa Barat di bidang persepakbolaan nasional. Selain itu, beliau pernah menjadi pelatih sepakbola teladan tingkat Asia.
  • Prof. Drs. Harsono, M. Sc., pernah menjadi Ketua Pusat Ilmu Olahraga (PIO) KONI Pusat. Disamping itu, beliau pernah menjabat sebagai Direktur Akademi Olahraga Indonesia (AKORIN)
  • M.F. Siregar, M.Sc. pernah menjadi Asisten I Menpora RI, dan sekarang menjadi Ketua Komisi Nasional Pendidikan Jasmani dan Olahraga
  • Prof. Dr. Imam Suyudi, pernah pula menjadi Asisten I Menpora RI, dan sekarang menjadi Guru Besar di UNJ.
  • Christian Hadinata, atlet nasional bulutangkis, pernah studi di lembaga ini.
  • Dr. H. Amung Ma.mun, M.Pd. mantan Atlet Bola Voli dan sekarang menjabat Kepala Dinas Orahraga dan Pemuda Provinsi Jawa Barat.

 

Mahasiswa Berprestasi
Mahasiswa berprestasi sepanjang tahun 2007 tercatat sebanyak 20 orang tingkat nasional dan 25 orang tingkat regional sedangkan pada tahun 2008 tercatat 94 orang berprestasi pada tingkat nasional dan 8 orang tingkat regional. Cabang olahraga yang diraih diantaranya Hockey, karate, Tenis, Tinju, Senam, Panahan, Atletik, Boxer, Basket, Renang, Pencak Silat, Futsal, Gulat, Wushu, dan Anggar.

FPEB

Dekan: Prof. Dr. Agus Rahayu, M.P.

Riwayat singkat

Cikal bakal keberadaan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis adalah Departemen Pendidikan Ekonomi, yaitu salah satu Departemen terbesar yang ada di bawah Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Sejalan dengan perubahan UPI menjadi Universitas BHMN, serta komitmen yang kuat dari seluruh sivitas akademika untuk mempercepat visi UPI sebagai universitas pelopor dan unggul, maka melalui SK Rektor No. 6067/h10/KL/2008, Departemen Pendidikan Ekonomi dikembangkan menjadi sebuah fakultas baru, yaitu Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB).

Visi
Menjadi fakultas pelopor dan unggul dalam penyelenggaraan pendidikan disiplin ilmu ekonomi dan bisnis berbasis ekonomi syariah.

Misi

  • Menjadikan ilmu pendidikan sebagai disiplin ilmu yang melandasi penyelenggaraan pendidikan ilmu ekonomi dan bisnis berbasis syariah berdasarkan pendekatan cross fertilization.
  • Mengembangkan kerjasama baik secara regional, nasional, maupun internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian atas dasar prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguatkan.
  • Memberikan layanan profesional kepada masyarakat berbasis hasil penelitian di bidang pendidikan disiplin ilmu ekonomi dan bisnis serta disiplin ilmu ekonomi dan bisnis berbasis syariah.

Tujuan

  • Menghasilkan sarjana pendidikan ekonomi dan sarjana ekonomi, serta tenaga profesi lainnya di bidang ekonomi dan bisnis berbasis syariah yang peka terhadap makna keadilan sosial berlandaskan Pancasila.
  • Menghasilkan berbagai bentuk kerjasama dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang ekonomi dan bisnis berbasis syariah.
  • Menghasilkan berbagai bentuk layanan profesional dalam kegiatan penelitian pendidikan ekonomi, penelitian ekonomi dan bisnis, serta pengelolaan kegiatan ekonomi dan bisnis.

 

Fakultas ini memiliki 4 program studi kependidikan yaitu: Pendidikan Manajemen Bisnis, Pendidikan Ekonomi dan Koperasi, Pendidikan Akuntansi, dan Pendidikan Manajemen Perkantoran, serta dua program studi nonkependidikan yaitu Akuntansi dan Manajemen, lulusan yang dihasilkan tenaga pengajar profesional dalam bidang ekonomi dan koperasi, akuntansi, tata niaga, dan administrasi perkantoran serta tenaga ahli profesional manajemen dan akuntansi.

Mahasiswa diajak untuk membahas berbagai masalah perekonomian, perdagangan, akuntansi, maupun manajemen yang terjadi di dalam masyarakat. Dunia perdagangan dari skala kecil sampai multinasional dibahas secara akademik. Di bidang nonkependidikan mahasiswa diarahkan untuk miliki kemampuan middle management, mahasiswa diajak untuk mengembangkan semangat wiraswasta tinggi sehingga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja mandiri dalam berbagai aspek kegiatan ekonomi. Untuk meningkatkan komunikasi akademik Departemen ini memiliki jurnal ilmiah STRATEGIC (ISSN : 1412 .1964) yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Tata Niaga, jurnal MANAJERIAL (ISSN: 1412 . 6613) yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, serta jurnal PROVITA yang dikelola oleh Departemen. Selain program studi kependidikan, Departemenn Pendidikan Ekonomi juga membina dua program studi nonkependidikan yaitu Program Studi Akuntansi dan Program Studi Manajemen.

Lulusan program studi kependidikan bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), lulusan Program Studi Akuntansi bergelar Sarjana Akuntansi (S.E.) dan lulusan Manajemen bergelar Sarjana Ekonomi (S.E.).

Program Studi

No.

Program Studi

Akreditasi BAN PT

SK BAN PT

A.

Kependidikan

 

 

1.

Pendidikan Ekonomi dan Koperasi

A (Sangat Baik)

09085/AK-X-S1-12/1KBPEK/VIII/2006

2.

Pendidikan Manajemen Bisnis

A (Sangat Baik)

037/BAN-PT/AK-X/S1/II/2008

3.

Pendidikan Manajemen Perkantoran

A (Sangat Baik)

09084/AK-X-S1-12/1KBTCP/VIII/2006

4.

Pendidikan Akuntansi

A (Sangat Baik)

09086/AK-X-S1-02/1KBPDA/VIII/2006

B.

Non Kependidikan

 

 

1.

Akuntansi

B (Baik)

088731/AK-X-S1-08/1KBAKT/VII/2006

2.

Manajemen

B (Baik)

009/BAN-PT/AK-X/S1/VII/2006

3.

Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam

B (Baik)

 

 

Kurikulum

Program Studi

Struktur Kurikulum

SKS

1. Kependidikan 1. Mata Kuliah Umum (MKU)

14

 

2. Mata Kuliah Profesi (MKP)

28

 

3. Mata Kuliah Keahlian Profesi (MKKP)

12

 

4. Mata Kuliah Keahlian Fakultas (MKKF)

21

 

5. Mata Kuliah Keahlian Program Studi (MKKPS)

69 - 75

2. Non Kependidikan 1. Mata Kuliah Umum (MKU)

14

 

2. Mata Kuliah Profesi (MKP)

-

 

3. Mata Kuliah Keahlian Profesi (MKKP)

-

 

4. Mata Kuliah Keahlian Fakultas (MKKF)

12

 

5. Mata Kuliah Keahlian Program Studi (MKKPS)

119 - 120

 

 

Profil Staf Pengajar

 

 

  • Profil Dosen Menurut Tingkat Pendidikan

    No.

    Departemen/Program Studi

    Tingkat Pendidikan

    Jumlah

    S3

    S2

    S1

    1.

    Pendidikan Ekonomi dan Koperasi

    9

    7

    4

    20

    2.

    Pendidikan Manajemen Perkantoran

    6

    14

    -

    20

    3.

    Pendidikan Manajemen Bisnis

    4

    11

    2

    17

    4.

    Pendidikan Akuntansi

    2

    12

    5

    19

    5.

    Akuntansi

    2

    15

    1

    18

    6.

    Manajemen

    2

    6

    1

    9

     

    Jumlah

    25

    65

    13

    103

  • Profil Dosen Menurut Jabatan Fungsional

    No.

    Departemen/Program Studi

    Jabatan Fungsional

    Jumlah

    Guru Besar

    Lektor Kepala

    Lektor

    Asisten Ahli

    1.

    Pendidikan Ekonomi dan Koperasi

    2

    13

    2

    3

    20

    2.

    Pendidikan Manajemen Perkantoran

    2

    10

    7

    1

    20

    3.

    Pendidikan Manajemen Bisnis

    -

    12

    4

    1

    17

    4.

    Pendidikan Akuntansi

    -

    5

    8

    6

    19

    5.

    Akuntansi

    -

    5

    6

    7

    18

    6.

    Manajemen

    1

    -

    1

    7

    9

     

    Jumlah

    5

    45

    28

    25

    103

Profil Mahasiswa

  • Jumlah, IPK dan Rata-rata Lama Studi Mahasiswa

    No.

    Departemen/Program Studi

    Jumlah*

    IPK**

    Rata-rata Lama Studi  (Tahun)

    Terendah

    Tertinggi

    Rata-rata

    1.

    Pendidikan Ekonomi dan Koperasi

    414

    2,90

    3,68

    3,32

    4,5

    2.

    Pendidikan Manajemen Perkantoran

    392

    3,01

    3,78

    3,29

    4,9

    3.

    Pendidikan Manajemen Bisnis

    349

    2,96

    3,77

    3,38

    4,9

    4.

    Pendidikan Akuntansi

    428

    3,03

    3,74

    3,36

    4,4

    5.

    Akuntansi

    516

    2,79

    3,81

    3,30

    4,5

    6.

    Manajemen

    504

    2,76

    3,68

    3,39

    4,7

     

    Jumlah

    2.603

    -

    -

    -

    -

    *Rekapitulasi September 2008 – Januari 2009.  **Rekapitulasi Wisuda April - Oktober 2008

 

Sekolah Pasca Sarjana

 

SPs UPI bertujuan menyiapkan para mahasiswa Program Magister (S2) dan Doktor (S3) untuk menjadi ilmuwan, tenaga kependidikan dan tenaga profesional lainnya yang memiliki kemampuan sebagai peneliti, perencana, pengembang, pemikir, dan praktisi  yang memiliki (a) wawasan yang luas dan kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan dengan segala aspeknya; (b) penguasaan yang mendalam dalam bidang ilmu yang menjadi keahliannya; (c) kemampuan meneliti, mengembangkan, merencanakan, dan mengelola pendidikan serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan dan bidang-bidang lainnya.

Lulusan SPs UPI diharapkan menampilkan diri sebagai pribadi yang memiliki integritas yang tinggi, terbuka dan tanggap terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta  perkembangan masyarakat, mampu mengembangkan ilmu khususnya disiplin ilmu pendidikan dan pendidikan disiplin ilmu dan disiplin ilmu lainnya, serta secara terus menerus memotivasi diri sebagai ilmuwan. Profil tersebut dicapai dan dikembangkan melalui serangkaian proses pendidikan yang dilandasi komitmen pada mutu dan relevansi dalam bentuk perkuliahan, diskusi, seminar, penelitian dan penulisan tesis/disertasi.

Status Akreditasi

Berdasarkan hasil akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2002 untuk program Doktor (S3) dan tahun 2005 untuk program Magister (S2), semua Program Studi S2 dan S3 mendapatkan status akreditasi A (Unggulan), kecuali Program S2 Pendidikan Bahasa Jepang dan Program S3 Pendidikan IPS.  Beberapa Program Studi untuk tahun 2008 sudah dilakukan evaluasi diri dan visitasi oleh Asesor BAN PT tinggal menunggu hasilnya.

Program Studi dan Konsentrasi

Saat ini SPs UPI memiliki 20 Program Studi S2 dengan 46 konsentrasi dan 11 Program Studi S3 dengan 24 konsentrasi. Pada Program S3, pemilihan bidang konsentrasi bersifat fleksibel dan bergantung pada minat mahasiswa, yang dipenuhi melalui mata kuliah kajian mandiri dan penulisan disertasi dalam bidang konsentrasi yang bersangkutan.

  1. Program Studi Administrasi Pendidikan
  2. Program S2 Administrasi Pendidikan memiliki tiga konsentrasi : Perencanaan dan Manajemen Pendidikan, Pengembangan SDM, dan Pengawasan Pendidikan. Program S3 memiliki empat konsentrasi : 1. Kebijakan Pengembangan Pendidikan Tinggi; 2. Kebijakan Pengembangan Pendidikan Dasar dan Menengah; 3. Kebijakan Pengembangan PLS; dan 4. Kebijakan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan.

    Secara umum Program Studi Administrasi Pendidikan mengundang para mahasiswa dan dosen untuk: (a) memperluas, mempertajam, dan memperdalam kemampuan konseptual-teoretis; (b) memperluas, mempertajam, dan memperdalam kemampuan menerapkan konsep/teori sebagai alat deskripsi analisis-prediksi dan sebagai alat dalam memecahkan masalah empiris di bidang administrasi pendidikan; (c) mengembangkan kemampuan untuk menemukan gagasan, konsep, dan metode.

    Dengan fokus utama pada produktivitas pendidikan, kerangka program studi ini antara lain meliputi bahasan tentang kedudukan sekolah, kepemimpinan, status, dan kompetensi tenaga kependidikan, fasilitas sekolah, fasilitas belajar-mengajar, sistem evaluasi, dan keuangan sekolah. Dengan tetap mengarahkan fokus utama pada produktivitas pendidikan, pada tingkat makro dan mikro kerangka program studi ini mencakup analisis sasaran tujuan, artikulasi berbagai nilai yang tersangkut, metodologi atau teknik-teknik yang digunakan, serta proses penyusunan kebijakan dan perencanaan, partisipasi organisasi pendidikan dan masyarakat pada umumnya. Dibahas pula implikasinya pada kriteria dan ukuran keberhasilannya.

    Lulusan program studi ini diharapkan menguasai disiplin ilmu administrasi pendidikan baik secara umum maupun dalam bidang konsentrasinya serta berusaha mengembangkannya melalui penelitian dan mampu mengalisis, menemukan gagasan, konsepsi, dan metode baru bagi kepentingan pembinaan administrasi pendidikan pada berbagai konteks dan tingkatan.

  3. Program Studi Bimbingan dan Konseling
    Program S2 Bimbingan dan Konseling memiliki 4 (empat) konsentrasi :  1. Konsentrasi Pendidikan Konselor; 2. Konsentrasi Ilmu Bimbingan dan Konseling; 3. Konsentrasi Tes dan Pengukuran, dan 4. Konsentrasi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan. Program S3 memiliki 10 (sepuluh) bidang kajian mandiri : 1.  Filosofi dan Etika Konseling; 2. Bimbingan dan Konseling Sekolah; 3. Konseling Karir; 4.  Konseling Keluarga dan Setting Kemasyarakatan; 5.  Konseling Lintas Budaya; 6. Bimbingan dan Konseling Keagamaan di Perguruan Tinggi; 7. Manajemen Bimbingan dan Konseling; 8. Bimbingan dan Konseling Berkebutuhan Khusus; 9. Pengembangan Kreativitas dan Keberbakatan; 10. Tes dan Pengukuran dalam Konseling.

    Secara keseluruhan, Program Studi Bimbingan dan Konseling bertujuan menghasilkan pakar dan praktisi di bidang bimbingan dan konseling yang dapat melaksanakan tugas-tugas profesional sebagai tenaga pengajar, praktisi, peneliti, dan pengembang di lingkungan pendidikan dasar, menengah, pendidikan tinggi, pendidikan luar biasa, serta pada jalur pendidikan luar sekolah (kemasyarakatan). Selaras dengan kecenderungan yang terjadi dewasa ini, melalui bidang-bidang konsentrasi, diberikan pula perhatian terhadap konseling antar-budaya, aplikasi teknologi dalam konseling, tes dan pengukuran, pendidikan untuk pengembangan kreativitas dan anak berbakat, dan pendidikan anak usia dini.

    Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, para lulusan diarahkan untuk: (a) menguasai secara komprehensif prinsip-prinsip, teori-teori, dan aplikasi bimbingan dan konseling baik sebagai ilmu maupun sebagai praktik pelayanan; (b) menguasai secara mendalam landasan-landasan psikologis, pedagogis, antropologis, dan sosiologis bimbingan dan konseling; (c) memiliki keterampilan dalam penelitian dan pengembangan di bidang bimbingan dan konseling; (d) mempunyai keterampilan dan sikap-sikap yang menunjang pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling kepada pihak-pihak yang memerlukan, baik pada lingkungan sekolah, keluarga, industri, maupun pendidikan luar sekolah lainnya.

     

  4. Program Studi Pengembangan Kurikulum
    Program Studi Pengembangan Kurikulum yang dibuka sejak tahun 1968 (untuk jenjang Magister) dan 1978 (untuk jenjang Doktor) memiliki visi menjadi salah satu pusat keunggulan (center of exellence) bagi pengembangan dan penyebarluasan ilmu dan keahlian dalam bidang kurikulum dan pengajaran pada  tingkat  regional,  nasional,  dan  internasional  yang  secara  signifikan  mampu mendorong peningkatan mutu dan kinerja sistem pendidikan di Indonesia. Berdasarkan visi tersebut, maka Program Magister memiliki tujuan menyiapkan peserta untuk menjadi pengembang dan pengelola kurikulum pada tingkat institusional, regional, dan nasional, serta pendidik profesional pada berbagai satuan dan tingkat pendidikan; sedangkan Program Doktor memiliki tujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta dalam meneliti dan mengembangkan konsepsi, teori, dan metode baru dalam kurikulum dan pengajaran.

    Dalam rangka mencapai tujuan, lulusan program S2 diharapkan memiliki (a) penguasaan ilmu kurikulum dan pengajaran, (b) kemampuan menerapkannya dalam pengembangan kurikulum dan pengajaran pada tingkat regional dan nasional. Lulusan program S3 diharapkan memiliki (a) penguasaan total bidang keilmuan/keahlian dalam kurikulum dan pengajaran, (b) kreativitas dalam melahirkan konsep, pendekatan, dan model kurikulum dan pengajaran, yang menjadikan mereka inovator dan pemimpin dalam bidangnya.

     

  5. Program Studi Pendidikan Luar Sekolah
    Program Magister (S2)  Pendidikan Luar Sekolah  (PLS) memiliki empat konsentrasi :  Pelatihan dan Pengembangan SDM, Penyuluhan Masyarakat, Pendidikan Kehidupan Masyarakat, dan Pendidikan Pembelajaran Jarak Jauh. Program Doktor (S3) memiliki tiga konsentrasi :  Pendidikan Orang Dewasa, Pelatihan dan Pengembangan SDM, dan Pendidikan Jarak Jauh.

    Program Magister (S2) PLS bertujuan  menghasilkan pendidik (Pelatihan, pembelajaran, pembimbing), pengelola, penilai, dan peneliti dalam bidang PLS  yang mencakup pendidikan Nonformal (PNF) dan Informal (PIF), Lulusan program PLS diharapkan memiliki  kemampuan sebagai tenaga profesional dengan dilandasi penguasaan konsep, teori, dan prinsip-prinsip PLS beserta aplikasinya dalam berbagai program berdasarkan satuan, jenis, dan lingkup PLS.

    Program  Doktor (S3) PLS bertujuan  menghasilkan ilmuwan, pendidik, pemikir, perencana, peneliti, dan pengembang PLS (Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal) yang menguasai konsep, teori, dan prinsip-prinsip PLS, strategi dan teknologi untuk aplikasi konsep dan teori PLS, serta mampu melakukan inovasi  konsep  dan aplikasinya dalam pengembangan jalur, satuan, jenis, dan lingkup program PLS.

     

  6. Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
    Program Magister (S2)  Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial memiliki enam konsentrasi : Pendidikan IPS Umum, Pendidikan IPS SD, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Geografi, Pendidikan Ekonomi, dan Pendidikan Bisnis. Program Doktor (S3) memiliki tiga konsentrasi : Pendidikan Sejarah,  Pendidikan Geografi, dan Pendidikan Ekonomi

    Program Studi Pendidikan IPS bertujuan untuk: (a). Menghasilkan tenaga kependidikan dan tenaga social studies yang profesional dan berdaya saing global; (b). Menghasilkan lulusan yang peka terhadap pembangunan masyarakat dan mampu memecahkan masalah-masalah sosial; (c). Menghasilkan lulusan yang mempunyai integritas tinggi berwawasan holistik, baik selaku individu, anggota masyarakat maupun warganegara Indonesia.

    Dengan kemampuan-kemampuan tersebut, para lulusan diharapkan dapat memiliki : (a). Wawasan dan pengetahuan yang luas serta kepedulian yang tinggi terhadap masalah kependidikan dan masalah sosial budaya; (b). Ahli social studies yang profesional; (c).  Kemampuan yang tinggi sebagai peneliti, pengembang, perencana, pengelola dan desiminator ilmu pengetahuan sosial (Social Studies) dan bidang-bidang lainnya yang terkait dengan pembangunan masyarakat; (d). Keterampilan dalam pemecahan masalah-masalah sosial budaya baik di dunia pendidikan maupun non kependidikan; (e). Wawasan ilmiah, edukatif, religius dan berbudaya Indonesia yang unggul.

     

  7. Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam
    Program Magister (S2)  Pendidikan Ilmu Pengetahuan (IPA) memiliki enam   konsentrasi : 1. Pendidikan IPA SD; 2. Pendidikan Fisika Sekolah Lanjutan; 3. Pendidikan Kimia Sekolah Lanjutan; 4. Pendidikan Biologi Sekolah Lanjutan; 5. Pendidikan Lingkungan; dan 6. Pendidikan Ilmu Kebumian dan Antariksa. Program Doktor (S3) tidak memiliki konsentrasi secara eksplisit, namun minat mahasiswa disalurkan melalui mata kuliah kajian mandiri dan penulisan Disertasi.

    Program Studi Pendidikan IPA SPs UPI bertujuan menjadi pusat terkemuka dalam menyiapkan tenaga ahli Pendidikan IPA melalui penelitian, pengembangan dan penyebarluasan teori-teori dan prinsip-prinsip pendidikan IPA, sebagai wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang memiliki literasi sains dan teknologi. Program studi ini  akan dikembangkan menjadi pelopor pembaharuan pendidikan IPA.

    Lulusan program studi S2 mempunyai kemampuan akademik maupun profesional dalam Pendidikan IPA, sebagai guru bina, serta selalu berusaha mengembangkan profesionalismenya melalui kegiatan penelitian sesuai dengan bidang konsentrasinya.

    Lulusan program S3  sebagai ilmuwan Pendidikan IPA mempunyai kemampuan mengkaji, menemukan dan mengembangkan teori-teori dan prinsip-prinsip Pendidikan IPA yang inovatif dan mampu memberikan sumbangan untuk pengembangan pendidikan IPA di Indonesia.

     

  8. Program Studi Pendidikan Matematika
    Program Magister (S2) Pendidikan Matematika memiliki dua konsentrasi : Pendidikan Matematika Sekolah Dasar, dan Pendidikan Matematika. Bidang konsentrasi pada  Program Doktor (S3) tidak dicantumkan secara ekplisit, namun minat mahasiswa diwadahi dalam mata kuliah – mata kuliah Perkembangan Mutakhir dan isu-isu global dalam Pendidikan Matematika, Kajian Mandiri, Analisis Hasil Penelitian Internasional Pendidikan Matematika, dan Penulisan Disertasi.

    Program Studi Pendidikan Matematika bertujuan: (a) menghasilkan lulusan yang mampu mendidik calon guru dan melakukan supervisi kepada guru Matematika di sekolah dasar dan sekolah menengah, serta   menjadi   praktisi pendidikan   matematika;  (b)  menghasilkan peneliti dan pemikir dalam bidang pendidikan matematika; (c) mengembangkan, memutakhirkan, dan menerapkan pendidikan matematika; (d) menyebarkan hasil-hasil penelitian tentang pendidikan matematika dan melakukan kaji tindak untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika.

    Lulusan Program Studi ini diharapkan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki kemandirian yang kuat, menguasai secara luas dan mendalam bidang pendidikan matematika, mampu mengembangkan konsep pendidikan matematika dan menerapkannya dalam praktik pendidikan, dan secara terus menerus meningkatkan kemampuan diri serta menyumbangkan kemampuannya kepada dunia pendidikan dan masyarakat luas.

     

  9. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia
    Sejak tahun 1974 Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia memiliki visi dan misi untuk tampil sebagai salah satu program yang memiliki keunggulan dalam bidang kebahasaan, kesastraan, metodologi pendidikan dan pengajaran bahasa dan sastra, serta penelitian pendidikan dan pengajaran bahasa dan sastra. Dengan demikian, program ini dapat menghasilkan lulusan yang profesional dalam bidang pendidikan bahasa Indonesia.

    Visi  Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia adalah untuk menjadi salah satu pusat keunggulan (Center of Excellence) dalam pengembangan  dan penyebar Iptek dan penyiapan SDM. Untuk menjangkau tujuan ke depan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia berselaras dengan pengembangan  visi UPI, menjadi pelopor dan unggul (a leading and outstanding) dalam disiplin ilmu pendidikan. Adapun misi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia adalah untuk menyelenggarakan :

    1. Pendidikan doktor kependidkan dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia
    2. Penelitian dan pengembangan keilmuan bahasa dan sastra Indonesia
    3. Penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bdang disiplin dan permasalahan pendidikan/pengajaran bahasa dan sastra Indonesia.

      Selanjutnya Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia memiliki sasaran, yaitu menghasilkan:
    1. Lulusan doktor kependidikan bahasa dan sastra Indonesia sebagai ilmuan, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan tenaga profesional yang beriman, bertaqwa, dan profesional.
    2. Temuan dan karya-karya penelitian ilmiah di bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.
       
  10. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

    Program Magister dan Doktor  Pendidikan Bahasa Inggris menyiapkan tenaga ahli dalam bidang Pendidikan Bahasa Inggris, yang dapat berperan sebagai pengajar,  pemikir, peneliti dan pengamat yang profesional dan handal di bidang ini dan dapat memanfaatkan sumber-sumber belajar-mengajar termasuk yang dapat diakses melalui teknologi komputer dan informasi, sehingga penelitian dan pengajaran Bahasa Inggris di Indonesia dapat secara sinambung dikembangkan. Program Doktor  pendidikan Bahasa Inggris dimaksudkan untuk menyiapkan tenaga kependidikan yang memiliki keahlian dan wawasan yang luas mengenai pengetahuan dan pengajaran bahasa Inggris sehinga para siswa di program ini akan menjadi tenaga pengajar yang profesional yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas dalam bidang teori kependidikan Bahasa Inggris dan juga keahlian teknisnya serta menaruh kepedulian untuk menumbuh-kembangkan teori serta praktik kependidikan melalui penelitian-penelitian yang berkaitan dengan pedagogi Bahasa Inggris.

    Program Magister dan Doktor lulusannya diharapkan dapat memahami metode penelitian dalam pendidikan dan pengajaran Bahasa Inggris dan mempunyai keterampilan untuk meneliti berbagai masalah berkaitan dengan pengajaran Bahasa Inggris di Indonesia khususnya dan kontek lain umumnya. Program Magister dan Doktor diharapkan juga untuk mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan pengajaran Bahasa Inggris mutakhir baik di Indonesia maupun negara lain. Pendidikan Bahasa Inggris untuk konteks Indonesia dengan fokus kepakaran yang unik sesuai dengan tuntutan pendidikan dan pengajaran sebagai suatu disiplin keilmuan, menawarakan tiga opsi fokus kajian kepakaran utama, yang dapat dipilih dari lima rumpun mata kuliah studi mandiri/seminar, yaitu (1) Linguistic Studies, (2) EFL Curiculum/Program Development & Evaluation, (3) Theoretical Models on Second/Foreign Language Acquisition & Teaching, (4) Theretical Models in Translation Studies, and (5) Literacy Studies and Literacy Criticism, (6) Metodologi Penelitian / Research Methodology.

     

  11. Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang
    Dalam rangka mengantisipasi persaingan dan kerjasama global bangsa Indonesia memerlukan SDM yang tangguh dan memiliki keterampilan berkomunikasi dalam bahasa asing, antara lain bahasa Jepang. Kerjasama ekonomi dan kebudayaan semakin baik antara Indonesia dan Jepang menuntut adanya SDM yang bukan hanya mampu berbahasa Jepang, tapi juga memahami  budaya Jepang.

    Program Studi Pendidikan bahasa Jepang SPs UPI adalah satu-satunya Program Studi yang menyelenggarakan program magister (S2) di Indonesia. Program Studi ini mengemban misi : (1) mencetak lulusan yang berwawasan luas dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap permasalahan pendidikan bahasa Jepang pada khususnya dan pendidikan pada umumnya; (2) menghasilkan lulusan yang menguasai pengetahuan bahasa dan budaya Jepang serta memiliki kemampuan mentransfer pengetahuan tersebut kepada orang lain; (3) menghasilkan lulusan yang mampu meneliti dan mengembangkan pendidikan bahasa Jepang; (4) menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan mengelola dan meningkatkan pelaksanaan  tugas profesionalnya dalam pendidikan bahasa Jepang. Dengan kata lain, program studi ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai sikap profesional dalam bidangnya dan mampu mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu pendidikan bahasa Jepang baik yang bersifat teoritis maupun aplikatif dalam pembelajaran bahasa Jepang.

  12. Program Studi Pendidikan Umum (Pendidikan Nilai)
    Program Magister (S2) Pendidikan Umum memiliki tiga kajian : Pendidikan Nilai, Ilmu Pendidikan Agama, dan Filsafat Pendidikan. Program Doktor (S3) memiliki tiga kajian : Filsafat Pendidikan, Sosiologi Pendidikan, dan Ilmu Pendidikan Agama

    Program Magister Pendidikan Umum bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan: (a) melakukan pengkajian tentang pribadi manusia Indonesia seutuhnya yakni manusia beriman dan bertaqwa, terintegrasi dan terdidik seperti tercantum dalam tujuan pendidikan nasional; (b) mengembangkan kemampuan dalam memahami dan menerapkan berbagai konsep, teori, dan metode baru dalam pendidikan nilai dan watak; (c) merancang dan melaksanakan pembinaan sikap dan nilai pada peserta didik; dan (d) mengaplikasikan teori-teori pendidikan ke dalam praktik pendidikan.

    Program Doktor Pendidikan Umum bertujuan menghasilkan lulusan yang mampu: (a) menampilkan gagasan-gagasan kreatif yang dapat diterapkan dalam mengembangkan pendidikan pada umumnya dan pendidikan nilai dan watak pada khususnya; (b) melakukan kajian dan penelitian mandiri sehingga mampu menghasilkan temuan-temuan yang bernilai tinggi bagi pengembangan teori dan atau praktik pendidikan nilai dan watak pada jalur pendidikan sekolah maupun luar sekolah dengan dilandasi penguasaan yang kokoh terhadap ilmu pendidikan.

  13. Program Studi Pendidikan Olahraga

    Program Magister (S2)  bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang berperan sebagai: (a) peneliti, pemikir, dan penganalisis  masalah pendidikan jasmani dan olahraga dalam berbagai aspek dan tingkatannya; (b) pendidik dan pelatih olahraga di berbagai lingkungan pendidikan sekolah maupun luar sekolah; (c) Konsultan atau konselor untuk memberikan layanan dalam pemecahan masalah kesehatan, kebugaran jasmani, pendidikan olahraga, dan prestasi olahraga; (d) pengelola atau manager profesional di bidang pendidikan jasmani dan olahraga, dan  (e) perencana dan ahli desain program dalam bidang pendidikan jasmani, olahraga kesehatan, olahraga rekreasi, dan olahraga prestasi. Tujuan yang hendak dicapai melalui program Doktor (S3) Ilmu Keolahragaan Spesialisasi Pedagogi Olahraga adalah (mendidik tenaga ahli di bidang pedagogi olahraga yang komprehensif dalam metodologi dan disain penelitian untuk masalah-masalah di bidang pedagogi olahraga; (b) menyiapkan tenaga ahli yang mampu mengembangkan perencanaan program dalam sebuah kesisteman, dan mahir dalam memecahkan masalah-masalah kependidikan dalam konteks keolahragaan, dan (c) menyiapkan tenaga-tenaga pemimpin nasional di bidang pedagogi olahraga dalam konteks pendidikan sekolah dan luar sekolah, di dalam semua kegiatan olahraga dengan intensi kependidikan.

  14. Program Studi Pendidikan Seni
    Program Magister (S2) Pendidikan Seni memiliki tiga  konsentrasi : Pendidikan Seni Musik, Pendidikan Seni Tari, dan Pendidikan Seni Rupa. Pengembangan Magister Pendidikan Seni didorong oleh semangat untuk menghasilkan peserta didik yang mampu mengapresiasi seni dan menghasilkan pencipta seni yang kreatif dan inovatif, baik di tingkat sekolah dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi. Dalam era globalisasi sekarang ini Indonesia memerlukan pencipta-pencipta seni yang berkepribadian Indonesia yang memiliki integritas tinggi dalam melestarikan dan mengembangkan seni tradisional sebagai akar budaya.

    Program Magister Pendidikan Seni diharapkan mampu menghasilkan tenaga ahli di bidang pendidikan seni untuk memecahkan masalah pendidikan seni secara sistematis melalui kajian disiplin ilmu pendidikan seni dengan pendekatan interdisipliner. Lebih khusus lagi, Program Magister Pendidikan Seni bertujuan (1) menyiapkan pakar pendidikan seni yang memiliki kelayakan mengajar pada jenjang perguruan tinggi, (2) menyiapkan ahli pendidikan seni yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan seni di masyarakat, dan (3) menyiapkan ahli pendidikan seni yang mampu menggali seni tradisi sebagai sumber inspirasi untuk pengembangan pendidikan seni di masyarakat.

    Kurikulum Magister Pendidikan Seni terdiri dari tiga kelompok mata kuliah: (1) mata kuliah landasan kependidikan, (2) mata kuliah dasar umum bagi ketiga konsentrasi, dan (3) mata kuliah khusus bagi konsentrasi.

     

  15. Program Studi Pendidikan Kebutuhan Khusus
    Kebutuhan bagi peningkatan mutu para profesional dalam bidang pendidikan kebutuhan khusus, termasuk guru-guru dan para administratornya, telah melahirkan keharusan dibukanya Magister Pendidikan Kebutuhan Khusus. Kebutuhan akan tenaga profesional yang memiliki kualifikasi pendidikan S2 merupakan kebutuhan yang sesuai dengan realitas sosial. Dalam format pengembangan UPI BHMN kehadiran program studi ini tidak lepas dari upaya mengembangkan UPI menjadi Center of Excelence dalam bidang pendidikan khusus yang secara terus-menerus mengembangkan pemahaman baru tentang kebutuhan khusus dalam bidang pendidikan guna mengembangkan layanan pendidikan yang lebih baik bagi semua anak, baik dalam konteks persekolahan maupun non persekolahan.

    Secara khusus misi  program studi ini adalah : (1) Mengembangkan SDM yang memiliki kemampuan mengelola pendidikan kebutuhan khusus, (2) Mengembangkan konsep keilmuan melalui penelitian dan praktek dalam pendidikan kebutuhan khusus, dan (3) Mengembangkan kerjasama yang erat dengan berbagai perguruan tinggi lainnya dan lapangan demi meningkatkan kualitas pendidikan kebutuhan khusus, baik pada tataran dan lingkup nasional maupun internasional.

    Struktur kurikulum Program Studi Pendidikan Kebutuhan Khusus untuk S2 ini terdiri atas Komponen Mata Kuliah Landasan Keilmuan dan Pendidikan (10-12 sks), Mata Kuliah Program Studi/Spesialisasi (23-25 sks), dan Tesis (8 sks).

     

  16. Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan

    Pengembangan Program Magister dan Doktor Pendidikan Kewarganagaraan merupakan manifestasi kepedulian Sekolah Pascasarjana UPI terhadap krisis pendidikan, khususnya dalam bidang Pendidikan Kewarganegaraan. Pada dewasa ini, kajian pendidikan kewarganegaraan menuntut  adanya revitalisasi konseptual baik dalam tataran epistemologis, kurikulum pembelajaran, maupun tenaga kependidikannya untuk mempersiapkan tenaga profesional yang berkualitas dalam melaksanakan pendidikan kewarganegaraan di lingkungan pendididikan dasar, menengah dan tinggi. Program Magister dan Doktor Pendidikan Kewarganegaraan dirancang untuk: (1) Menyiapkan tenaga ahli  profesional di bidang Ilmu dan Pendidikan Kewarganegaraan yang didukung dengan kemampuan akademik secara multi/interdisipliner; (2) Menyiapkan tenaga ahli yang mampu melakukan analisis dan pemecahan masalah-masalah politik, hukum, kenegaraan, ekonomi, dan sosial budaya, serta mengembangkan perencanaan program untuk tujuan pendidikan kewarganegaraan; (3) Menyiapkan tenaga ahli yang memiliki kemampuan dalam penelitian, kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan kebijakan publik di tingkat nasional, regional, dan internasional; (4) Menyiapkan tenaga ahli pendidikan kewarganegaraan, hukum, dan politik yang profesional dan mampu mengembangkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia.

    Program Magister ditempuh dalam 3 (tiga) semester perkuliahan, dan (1) satu semester penulisan tesis. Beban studi 50 sks terdiri atas kelompok mata kuliah : Landasan Keilmuan dan Pendidikan 10 sks, Program Studi 24 sks, dan Tesis 8 sks. Program Doktor ditempuh dalam (3) semester perkuliahan, dan 2 (dua) semester penulisan disertasi. Beban Studi 48-50 sks bagi yang bidang S2-nya bidang Pendidikan Kewarganegaraan, dan 58-64 sks bagi mahasiswa lintas bidang studi. Kelompok mata kuliah terdiri atas : Landasan Keilmuan dan Pendidikan 8 sks, Program Studi 27 sks, dan Disertasi 15 sks.

     

  17. Program Studi Pendidikan Bahasa Perancis
    Pengembangan Program Magister Pendidikan Bahasa Perancis merupakan upaya Sekolah Pascasarjana UPI dalam merespons peluang untuk memperluas wawasan kebahasaan dan kebudayaan Perancis, dan dalam rangka menjawab tantangan pada masa yang akan datang. Misi yang diemban oleh Program Studi ini adalah : (1) Meningkatkan kualifikasi dan profesionalisme tenaga pengajar Bahasa perancis di perguruan tinggi dan sekolah menengah di Indonesia, dan (2) Menyiapkan dan meningkatkan tenaga profesional serta profesi lainnya yang berkaitan dengan bahasa Perancis.

    Lulusan Jenjang S2 Pendidikan Bahasa Perancis diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut : (1) Berpikir kritis dan inovatif bagi pengembangan pendidikan bahasa, budaya dan sastra Perancis, (2) Melakukan penelitian dalam bidang pendidikan bahasa, budaya dan sastra Perancis, (3) Menerjemahkan baik secara lisan maupun tulisan, dan (4) Berpartisipasi secara aktif dalam pertukaran informasi antarlembaga dan antarbangsa, dalam pengembangan bahasa, budaya, dan sastra Perancis.

    Kurikulum Program Magister Pendidikan Bahasa Perancis terdiri atas mata rumpun kuliah landasan keilmuan dan pendidikan (10 sks) serta mata rumpun kuliah khusus (32 sks). Kedua komponen mata kuliah tersebut diberikan di semester ke 1, 2, dan 3, dan semester 4 difokuskan untuk penulisan tesis (8 sks).

  18. Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan
    Pengembangan Program Magister Pendidikan Teknologi dan Kejuruan merupakan upaya Sekolah Pascasarjana UPI menghadapi tantangan peningkatan mutu tenaga profesional dalam bidang pendidikan teknologi dan kejuruan pada jenjang Magister dan Doktor. Program ini dikembangkan sebagai pusat pendidikan dan kajian ilmu pendidikan teknologi dan kejuruan yang bertaraf internasional. Program S2 dan S3 ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan mengembangkan ilmu pendidikan vokasional, meningkatkan mutu pendidikan teknologi dan kejuruan, melalui kajian dan atau penelitian secara profesional.

    Kurikulum Program Magister ini menawarkan beban belajar sebanyak 48 sks   dengan lama studi 24 bulan, dan Program Doktor menawarkan beban belajar sebanyak 50 sks dengan lama studi 36 bulan. Adapun Tesis dan Disertasi diarahkan untuk mengkaji masalah-masalah : Peningkatan kinerja institusi pendidikan teknologi dan kejuruan di kabupaten/kota, peningkatan mutu PBM, pemasaran lulusan SMK dan produk teknologi, dan peningkatan hubungan dan kerjasama antara pendidikan dengan industri.

     

  19. Program Studi Linguistik
    Pengembangan Program Studi Linguistik pada Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia  merupakan upaya untuk merespon  kebutuhan  untuk mengkaji fenomena kebahasaan dalam kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.

    Program Studi Linguistik dirancang khusus agar menjadi wahana pembelajaran yang tepat bagi para calon bahasawan di negeri ini dalam : (1) membentuk landasan yang kokoh dalam  kerangka pengembangan ilmu kebahasaan, (2) menyikapi secara kritis berbagai fenomena kebahasaan yang muncul di lingkungan masyarakat penutur bahasa, (3) membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang terkait dengan bidang kebahasaan, dan (4) mendorong terjadinya pencerahan dan pemberdayaan warga masyarakat penutur bahasa sehingga dapat secara bersama-sama menjadi  warga masyarakat yang kritis dan cerdas dalam melihat fenomena kebahasaan.

    Program Studi Lingistik pada tingkat Magister memiliki beban belajar sebanyak 50 sks yang dirancang untuk dapat diselesaikan dalam rentang waktu 3 semester perkuliahan tatap muka, ditambah sejumlah studi lapangan, dan dilanjutkan dengan penulisan tesis sebagai laporan akhir program.

     

  20. Program Studi Manajemen Bisnis
    Pembukaan Program Studi Magister Manajemen Bisnis (M2B) pada Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia Badan Hukum Milik Negara (UPI-BHMN) merupakan keputusan stratejik dalam merespon perubahan tuntutan lingkungan dan persaingan. Sejumlah faktor stratejik eksternal menunjukkan pasar program studi magister manajemen dalam bidang bisnis, baik pada sisi input maupun output, sangat dinamis. Dalam hal ini, UPI-BHMN memiliki sumber daya yang sangat potensial untuk meresponnya. Kekuatan utama Program Studi M2B pada SPs UPI-BHMN terletak pada core-business UPI dan learning-curve dalam bidang pendidikan dan pembelajaran, serta prospek karir program studi ini. Ini merupakan sumber keunggulan program studi tersebut dalam menciptakan, menawarkan, dan memberikan nilai jasa yang superior bagi mahasiswa dan stakeholder lainnya.

    Program Studi M2B memposisikan diri sebagai pusat keunggulan Magister Manajemen Bisnis di Indonesia yang mampu merespon perubahan lingkungan global dan persaingan melalui pendekatan pendidikan. Lulusan memiliki prospek karir sebagai pakar dan praktisi manajemen bisnis pada level manajer yang handal, berpikir dan bertindak stratejik, memiliki tingkat adaptabilitas yang tinggi, serta terampil membangun dan memanfaatkan jaringan kerja untuk tugas-tugas profesionalnya. Mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikannya sesuai dengan ketentuan akademik dan administratif, berhak menyandang gelar Magister Manajemen atau disingkat MM dan berhak melanjutkan studi ke jenjang pendidikan S3/Doktor.

    Program studi ini menawarkan empat konsentrasi kajian, yaitu (1) Konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia, (2) Konsentrasi Manajemen Keuangan, (3) Konsentrasi Manajemen Pemasaran, dan (4) Konsentrasi Manajemen Perpajakan. Perkuliahan dilaksanakan untuk 3 semester yang dilanjutkan dengan penulisan tesis di semester ke 4 dengan beban studi keseluruhan sebanyak 48-50 sks.

     

  21. Program Studi Pendidikan Dasar
    Program Studi Pendidikan Dasar SPs UPI merupakan program magister baru yang dibuka tahun akademik 2006/2007. Tujuan program ini adalah menyediakan tenaga ahli     tingkat magister bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar pada level operasional. Selain itu program ini diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga dasar untuk pendidikan guru anak usia dini (PG PAUD) dan PGSD PGMI pada lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK). Sejalan dengan peningkatan kualifikasi akademik guru TK/RA dengan guru SD/MI sesuai dengan tuntutan perundangan yang berlaku.

    Program magister pendidikan  dasar ini  dikemas dalam  program kuliah sejumlah 50 sks untuk 4 semester. Program studi ini mengembangkan perkuliahan yang mencakup 6 (enam) konsentrasi, yaitu Pendidikan anak usia dini (PAUD), IPS SD, Sains SD, Matematika SD, Bahasa Indonesia SD, dan Pendidikan jasmani dan kesehatan SD. Pola pembelajaran pada program studi berorientasi pada pendekatan terpadu dalam pengembangan disiplin ilmu bidang terkait dan pengembangan kebijakan pembangunan pendidikan dasar dalam sistem pendidikan nasional.

  22. Program Studi Pendidikan Geografi

    Program Magister Pendidikan Geografi UPI dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan pedagogis, personal, sosial, dan profesional mahasiswa. Lulusan, diharapkan memiliki kompetensi yang komprehensif dalam hal: kemampuan pembelajaran; penguasaan konten, dan kemampuan meneliti terkait dengan pembelajaran. Kemampuan konten geografi yang cukup mendalam, diharapkan membekali lulusan yang bekerja di luar bidang pendidikan.

    Kurikulum dirancang untuk meningkatkan pengetahuan guru tentang bidang geografi dan sekaligus menerapkannya dalam pembelajaran. Sejumlah mata kuliah (MK) dirancang berorientasi pada kajian pedagogis dan aplikasinya dalam pembelajaran geografi, sedangkan mata kuliah keilmuan geografi selain untuk memperdalam konten geografi juga diarahkan untuk mengembangkan model-model pembelajaran geografi. Total SKS yang harus diselesaikan oleh mahasiswa sejumlah 48 SKS, yang terdiri atas 8 SKS MK landasan keahlian; 4 SKS MK kuliah pilihan; dan 36 SKS MK Keahlian Utama. Sejumlah MK ini dirancang untuk dapat diselesaikan oleh mahasiswa dalam kurun waktu 18 bulan - 36 bulan.


Dosen

Staf pengajar SPs UPI berjumlah 247 orang dengan kualifikasi Guru Besar dan Doktor serta beberapa staf bergelar Master/Magister yang memberikan asistensi karena keahliannya. Mereka berasal dari UPI dan berbagai perguruan tinggi lain seperti ITB, UNPAD, UGM,  dan UNJ (Universitas Negeri Jakarta). Dengan keterlibatan dalam interaksi intelektual dangan tenaga pengajar yang berbeda latar belakangnya tersebut, para mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengayaan dari berbagai sumber yang berbeda-beda pemikirannya.

Fasilitas

Sarana/fasilitas penunjang kegiatan akademik yang tersedia di SPs UPI adalah gedung baru  enam lantai dengan fasilitas lift, terdiri atas ruang kantor administrasi, ruang perkuliahan/ujian yang nyaman dilengkapi OHP dan LCD, auditorium, ruang dosen/bimbingan, ruang rapat/diskusi, ruang multimedia, internet access, ruang teleconference, laboratorium komputer, laboratorium olahraga, laboratorium konseling dan kantin. Fasilitas tersebut dapat digunakan oleh para mahasiswa, dosen dan pegawai. Berdasarkan prinsip pemanfaatan bersama (resource sharing), untuk kegiatan praktikum, mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia di fakultas-fakultas di lingkungan UPI.

Dalam rangka memaksimalkan pemanfaatan teknologi internet untuk menunjang proses pembelajaran, para mahasiswa dilatih dan didorong untuk mampu mengakses internet dan menggunakan fasilitas e-mail untuk berkonsultasi dengan dosen, di mana pun mereka berada.

Sejumlah dosen telah mulai memberikan tugas-tugas perkuliahan dengan mengacu kepada alamat-alamat terpilih di websites dan memberikan konsultasi penulisan tesis dan disertasi serta penyerahan tugas perkuliahan melalui e-mail. Para mahasiswa juga dapat membuka sendiri alamat e-mailnya pada homepage SPs UPI, yaitu di http://sps.upi.edu.

Beasiswa dan Biaya Pendidikan

Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tersedia bagi mahasiswa S2 dan S3 yang memenuhi persyaratan, yaitu: (1) tenaga akademik perguruan tinggi berstatus PNS atau tenaga tetap yayasan; (2) memiliki Indeks Prestasi yang baik di S1/S2; (3) mencapai skor yang tinggi dalam tes seleksi masuk; (4) tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain; (5) berumur tidak lebih dari 45 tahun pada saat melamar/diusulkan. Pembatasan umur dimaksudkan untuk mengantisipasi waktu penyelesaian studi dan masa efektif pengabdian lulusan setelah menempuh studi yang dibiayai oleh dana pemerintah.

Di samping itu, mahasiswa yang dapat diusulkan untuk mendapatkan BPPS adalah mereka yang sedang menempuh perkuliahan namun tidak melebihi semester III (angkatan satu tahun sebelumnya).

SPs UPI juga memfasilitasi mahasiswa yang tidak mendapatkan beasiswa untuk mendapatkan bantuan dana pendidikan/penelitian dari sumber-sumber lain.  Fasilitasi dimaksud lazimnya berbentuk pemberian informasi dan rekomendasi. Selama ini, berbagai peluang tersedia bagi mahasiswa berbagai peluang yang ditawarkan secara terbuka, baik dalam bentuk hibah maupun berdasarkan kompetisi.

Pada saat ini, dari 2.685 mahasiswa S2/S3 SPs UPI, sekitar sepertiganya, adalah penerima beasiswa/bantuan pendidikan dari BPPS, Ditjen Diklusepa, Proyek PADU, dan Braillo Norway. Puluhan mahasiswa lainnya mendapatkan bantuan dana dari perusahaan-perusahaan, yayasan-yayasan, dan instansi tempat mereka bekerja (perguruan tinggi, BUMN, Pusdiklat, PPPG, BPG, dan Pemerintah Daerah).

Program Kerjasama

SPs UPI menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga dalam upaya memberi kesempatan studi lanjut program S2 dan S3 kepada sejumlah warga lembaga tersebut. Beberapa kerja sama yang telah dan sedang berlangsung di antaranya adalah dengan lembaga-lembaga  berikut ini.

  1. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga  Kependidikan (P4TK) Bidang Mesin dan Teknik Industri Bandung (s.d semester genap tahun akademik 2008/2009) dalam rangka penyelenggaraan pendidikan program magister bagi 70 orang tenaga pendidikan di lingkungan P4TK Bidang Mesin dan Teknik Industri Bandung.
  2. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Palangkaraya (s.d semester genap tahun akademik 2008/2009) dalam rangka peningkatan mutu tenaga pendidik dan kependidikan STAIN Palang-karaya.
  3. Yayasan Ahsanta Jambi dalam rangka pelaksanaan pendidikan program doktor administrasi pendidikan (selama 6 semester s.d semester genap tahun 2010) jumlah peserta 20 orang.
  4. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional dalam rangka pemberian beasiswa program pascasarjana (BPPS) pendidikan program magister pendidikan dasar dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang (lanjutan tahun 2006).
  5. Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Departemen Pendidikan Nasional dalam rangka pemberian beasiswa program unggulan pendidikan program magister (S2) pendidikan teknologi kejuruan bagi guru-guru SMKN dengan jumlah peserta sebanyak 17 orang (Empat ratus empat puluh empat juta seratus dua puluh lima ribu rupiah).
  6. Direktorat Pendidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI dalam rangka pelaksanaan pendidikan program magister bagi guru-guru madrasah dan pegawai di lingkungan kanwil Depag dengan jumlah peserta sebanyak 90 orang.
  7. Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI dalam rangka pelaksanaan pendidikan program magister bagi dosen perguruan tinggi di lingkungan Direktorat Diktis Depag dengan jumlah peserta sebanyak 85 orang.
  8. Pemerintah Provinsi Riau dalam rangka pelaksanaan pendidikan program magister dan doktor.
  9. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka pelaksanaan pendidikan program magister dan doktor.
  10. Pemerintah Kota Batam dalam rangka pelaksanaan pendidikan program magister dan doktor.
  11. Pemerintah Kabupaten Yopen Waropen dalam rangka pelaksanaan pendidikan program magister

Kerjasama lainnya:
Meskipun tidak melalui kerjasama formal, ada beberapa kecenderungan yang perlu dicatat pada latar belakang/asal mahasiswa SPs UPI. Kecenderungan yang dimaksud, antara lain, adalah bahwa jumlah mahasiswa S2/S3 dari kalangan dosen IAIN/STAIN meningkat tajam selama lima tahun terakhir. Di samping itu, terdapat puluhan mahasiswa yang dibiayai oleh lembaganya, antara lain dari kalangan instruktur/widyaiswara BPG dan LPMP, sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta, dan sejumlah BUMN; sementara instansi lain yang secara berkelanjutan mengirimkan mahasiswa tugas belajarnya adalah Pemda Riau, aceh dan lampung.  Dalam era otonomi Daerah kerjasama banyak dilakukan dengan Pemerintah Kota dan Kabupaten.

Kerjasama Luar Negeri:
Dalam pengembangan program, selama 15 tahun terakhir, SPs UPI menjalin kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri melalui tukar menukar tenaga pengajar, kerjasama penelitian dan informasi keilmuan, dan kegiatan akademik lainnya. Di antaranya adalah Ohio State University, State University of New York (Albany), University of Houston, University of San Fransisco, Deakin University, La Trobe University, University of Twente, University of Groningen, dan UPSI Malaysia, University Oslo Norway. Pada saat ini Asia Link menfasilitasi kerjasama dengan universitas di Asia dan Eropa.

Profil Mahasiswa
Pada tahun akademik 2007/2008, jumlah mahasiswa SPs UPI sebanyak 2.685 orang, terdiri atas 1.828 mahasiswa S2 dan 857 mahasiswa S3. Latar belakang mereka beragam: dosen, guru, instruktur diklat, pengelola dan pelaksana pendidikan di berbagai tataran mulai satuan pendidikan hingga pengambil keputusan tingkat lokal dan nasional, anggota legislatif, aktivis LSM, wartawan, serta ibu rumah tangga.

Meskipun belum cukup signifikan, saat ini ada sejumlah mahasiswa asing belajar di SPs UPI, yaitu dari Malaysia, Thailand, dan Jepang. Pada beberapa tahun ke depan, pengembangan program di SPs UPI akan juga diarahkan pada upaya mengakomodasi minat mahasiswa internasional melalui pilihan program yang tersedia, baik dengan menggunakan pengantar bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

Dari tahun ke tahun, jumlah pendaftar ke SPs UPI cenderung meningkat hingga mencapai sekitar 1942 orang dengan latar belakang yang semakin beragam. Mereka terdiri atas pendaftar untuk program reguler, non reguler, dan program kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta.

Pada saat ini, mahasiswa SPs UPI berasal dari sekitar 70 jenis latar belakang yang berbeda. Perkembangan lain ialah pada beberapa tahun terakhir, semakin meningkat mahasiswa yang belum memiliki pekerjaan tetap karena mereka langsung melanjutkan ke S-2 setelah lulus S-1 dengan biaya sendiri.

 

Penelitian dan Pengembangan
Dalam rangka peningkatan mutu melalui peningkatan keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan penelitian secara komprehensif dan terpadu, SPs UPI menyelenggarakan penelitian dan pengembangan. Di antaranya, mulai tahun 1997/1998 terdapat lima paket proyek penelitian yang terdiri atas empat paket URGE (University Research for Graduate Education) dan satu paket RUT (Riset Unggulan Terpadu).

Topik-topik penelitian tersebut adalah: (1) Pengembangan Sistem Manajemen dan Peningkatan Mutu Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah (Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata,M.Pd.); (2) Pemberdayaan Sistem Perencanaan dan Manajemen Sekolah untuk Meningkatkan Mutu Kinerja Sekolah (Prof. Dr. Abin Syamsudin Makmun, M.A.); (3) Pengembangan Model Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (Prof. Dr. Nana Syaodih Sukmadinata); (4) Pengembangan Model Pengajaran IPA di SD dan bagi Guru SD (Prof. Dr. Achmad A. Hinduan, M.Sc.); (5) Model-model Kurikulum SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi (Prof. Dr. Mulyani Sumantri, M.Sc.), dan (6) Pengembangan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi pada Siswa Sekolah Menengah dan Mahasiswa Strata 1 melalui Berbagai Pendekan Pembelajaran (Prof. Dr. Utari Sumarmo). Penelitian sejenis ini juga dilakukan dengan berbagai sumber biaya, baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Proyek-proyek penelitian tersebut melibatkan puluhan dosen dan mahasiswa S2/S3 dan secara signifikan telah berhasil mempercepat masa studi mahasiswa yang terlibat serta meningkatkan mutu dan jumlah lulusan S2 dan S3.

Di samping itu, para dosen SPs UPI juga melibatkan para mahasiswa yang dibimbingnya ke dalam berbagai kegiatan penelitian dan survei lapangan untuk berbagai topik penelitian. Hal ini memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mempraktikkan berbagai metode penelitian yang didapatnya dalam perkuliahan, termasuk dalam pengembangan dan validasi instrumen penelitian, pengumpulan data hingga analisis dan penulisan pelaporan.

 

Kemahiran Berbahasa Inggris
Dalam upaya peningkatan mutu, SPs UPI menetapkan bahwa setiap mahasiswa harus memiliki kemahiran berbahasa Inggris yang dibuktikan dengan skor TOEFL (Test of English as a Foreign Language)   450, dan untuk S2 Pendidikan Bahasa Inggris   500. Pelaksanaan tes bekerjasama dengan Balai Bahasa UPI.

Mahasiswa yang belum mencapai skor yang dipersyaratkan, dianjurkan untuk mengikuti TOEFL preparation course yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa UPI. Untuk mencapai skor dimaksud, dapat juga mahasiswa belajar sendiri atau mengambil kursus di tempat lain, namun skor TOEFL yang diakui adalah yang dikeluarkan oleh Balai Bahasa UPI, lembaga penyelenggara TOEFL di perguruan tinggi atau lembaga yang dikenal kredibel, dan TOEFL Internasional. Masa berlaku skor TOEFL maksimal 2 tahun sejak skor diperoleh. Ketentuan ini berlaku juga bagi mahasiswa S3 yang ketika menempuh program S2 belum mencapai skor yang dituntut tersebut.

Sekolah Laboratorium

Sekolah Laboratorium berlokasi di Jl. Senjaya Guru Telp. (022) 201805, 2013163 ext 3620 kampus Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi 229 dan di Jl. Cibiru Km. 15 Bandung

Tugas Pokok dan Fungsi

  1. Melaksanakan proses pembelajaran berstandar nasional dan berazas relegius serta berprinsip silih asih, silih asah, dan silih asuh pada jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.
  2. Mengembangkan dan mengimplementasikan inovasi pendidikan dalam berbagai bidang studi.
  3. Mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan minat dan bakatnya, menguasai bahasa nasional dan internasional serta mampu hidup di tengah-tengah masyarakat dimana siswa berada.

Tujuan

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan ilmu, berakhlak mulia serta melaksanakan syariat yang dianutnya, menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
  2. Membantu peserta didik dalam mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan mampu hidup di tengah masyarakat.
  3. Mengembangkan dan mengimplementasikan model kurikulum, model pembelajaran, model pengembangan bahan ajar, model media pendidikan, model sistem dan alat evaluasi, dan model bimbingan belajar bagi siswa pada berbagai jenis dan jenjang pendidikan.
  4. Mengembangkan budaya belajar, budaya hidup sehat, dan budaya kerja keras bagi segenap peserta didik.

Kurikulum
Kurikulum yang digunakan di sekolah Laboratorium Universitas Pendidikan Indonesia adalah Kurikulum Nasional dan Muatan Lokal yang ditetapkan sekolah dan diadakan program akselerasi. Untuk memperkuat penguasaan bahan ajar intra kurikuler, diberikan jam pelajaran tambahan berupa kegiatan kokurikuler pada beberapa mata pelajaran yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Baca Tulis Al Qur’an.
Kokurikuler tersebut dimaksudkan untuk membentuk keunggulan dalam  kemampuan berkomunikasi baik nasional maupun internasional, penguasaan dasar sains dan kemantapan keagamaan. Untuk sekolah dasar, program pendidikan lebih menekankan pada pembentukan keungulan bagi pengembangan pengetahuan dasar, ahklak mulia, keterampilan, dan kedisiplinan.

Ekstra kurikuler yang dikembangkan di Sekolah Laboratorium  Universitas Pendidikan Indonesia adalah :

  1. Bidang keilmuan: English Conversation, Bahasa Jepang, Komputer dan Karya Ilmiah Remaja, Forum Ilmiah.
  2. Bidang Olah raga: Atletik, Hockey, Basket Ball, Volley Ball, Sepakbola, Futsal, Pencak Silat, Tajimalela.
  3. Bidang Kesenian : Karawitan, Tari, Angklung, Paduan Suara dan Gamelan.
  4. Bidang Keagamaan: Baca Tulis Al Qur’an, Pengajian Siswa.
  5. Bidang Keterampilan : Pramuka, PMR, PASKIBRA, PASGAB, KRIA (Sablon, Dekoratif dan melukis) Fotografi, Jurnalistik.
  6. Wahana Lingkungan : Wisata alam, Cinta Alam, out bond.

Fasilitas

  1. Prasarana Akademis meliputi :
    • Ruang Kelas
    • Laboratorium Fisika, Kimia, Komputer, dan Bahasa
    • Perpustakaan
    • Ruang BP/BK
  2. Prasarana Non Akademis
    • Prasarana utama yaitu Ruang Kantor dan Ruang Kerja Guru
    • Prasarana penunjang yaitu, Ruang OSIS dan ruang Ektra Kurikuler, Sispakala, Toilet, lapangan upacara,lahan parkir kendaraan dan kantin sekolah.
    • Masjid
    • Tempat bermain anak-anak yang edukatif.

Seleksi calon siswa
Siswa Sekolah Laboratorium UPI adalah lulusan SD dan SMP Laboratorium terbaik atau sekolah terbaik lainnya.  Seleksi calon siswa berorientasi pada mutu yang tinggi dan dijaring melalui tes berstandar tinggi..

Tenaga Pengajar
Tenaga Pengajar adalah lulusan terbaik dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Perguruan Tinggi terbaik lainnya, berpengalaman dalam bidang ilmunya serta selalu mengembangkan kemampuannya.

FPSD

Visi
Menjadi fakultas pelopor dan unggul dalam disiplin ilmu pendidikan seni dan desain serta pendidikan disiplin ilmu seni dan desain di Asia.

Misi

  • Menyelenggarakan dan mengembangkan sistem pendidikan seni dan desain yang responsif, antisipatif, dan inovatifyang berorientasi pada penyiapan tenaga pendidik dan tenaga profesional seni dan desain sebagaimana yang dipersyaratkan oleh standar nasional dan internasional.
  • Mengembangkan ilmu pendidikan dan disiplin ilmu seni dan desain yang berlandaskan pada pilar keimanan dan ketaqwaan, berkualitas unggul, profesional dan berwawasan kebangsaan dalam rangka pembangunan nasional dengan otonomi daerah dan kompetisi global.
  • Menyelenggarakan layanan pengabdian kepada masyarakat secara profesional dalam bidang pendidikan dan profesi seni dan desain yang dapat meningkatkan kemaslahatan kehidupan masyarakat.
  • Membangun dan memperkokoh jejaring dan kemitraan lokal, nasional, dan internasional dalam bidang pendidikan dan disiplin seni dan desain di semua lini dan jalur pendidikan dan nonkependidikan.
  1. Departemen/Program Studi Pendidikan Seni Rupa
    1. Visi dan Misi Program Studi/Departemen
    2. Visi
      Menjadi pelopor dan unggul dalam pengembangan Pendidikan Seni Rupa untuk mengokohkan nilai-nilai kearifan lokal yang berorientasi global di Indonesia dan Asia Tenggara

      Misi

      1. Menyelenggarakan pendidikan seni rupa yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal untuk menghasilkan tenaga pendidik profesional yang berdaya saing global;
      2. Menyelenggarakan penelitian dan pengkajian untuk mengembangkan teori dan praktek pendidikan  seni rupa  yang inovatif dan aplikatif dalam mendukung perkuliahan  serta penerapannya dalam berbagai jenjang pendidikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat;
      3. Menyebarluaskan pengalaman dan temuan inovatif dalam bidang pendidikan seni rupa melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat;
      4. Mengembangkan jejaring dan kemitraan secara profesional dalam bidang pendidikan seni rupa dengan pemerintah, swasta, komunitas dan masyarakat dalam lingkup lokal, nasional, regional dan internasional.
      5. Kompetensi Lulusan/ Capaian Pembelajaran

    3. Kompetensi Lulusan/ Capaian Pembelajaran
      1. Memiliki karakter dan sikap nasionalisme, religius dan etika profesional dalam mengembangkan potensi peserta didik  secara berkesinambungan melalui praksis pembelajaran seni rupa.
      2. Memiliki kemampuan adaptif dalam memanfaatkan ipteks sebagai sumber dan media dalam mengembangkan pembelajaran seni rupa.
      3. Memahami kurikulum, perencanaan pembelajaran, strategi belajar, dan pembelajaran pendidikan seni rupa, dan penilaian serta menerapkannya dalam pembelajaran seni rupa yang mendidik di kelas.
      4. Menguasai konsep, metode, dan keterampilan dalam berkarya seni rupa  secara kreatif dan inovatif serta proses penyajiannya.
      5. Memiliki kemampuan dalam mengapresiasi keragaman karya seni rupa serta dapat mengkomunikasikannya kepada peserta didik, komunitas seni, dan masyarakat.
      6. Mampu mengelola pembelajaran seni rupa yang kreatif dan inovatif berdasarkan kebutuhan peserta didik, perkembangan ilmu,  serta pemangku kepentingan.
      7. Memiliki kemampuan untuk melakukan  penelitian dan publikasi ilmiah dalam bidang seni rupa dan pembelajaran seni rupa berdasarkan  identifikasi dan analisis sederhana untuk memperbaiki pembelajaran.

  2. Pendidikan Seni Tari

    Visi dan Misi program Studi/Departemen

    Visi
    Menjadi departemen/prodi pelopor dan unggul dalam bidang pendidikan, penelitian, pengkajian berbasis kewirausahaan seni tari dengan manajemen berstandar internasional pada tahun 2020.

    Misi

    1. Menyelenggarakan pendidikan dalam lingkup Seni Tari untuk menyiapkan tenaga pendidik profesional yang berdaya saing global.
    2. Melakukan penelitian dan pengkajian untuk mengembangkan teori-teori dalam lingkup pendidikan dan keilmuan Seni Tari yang inovatif serta penerapannya dalam pendidikan formal, non formal dan informal.
    3. Menyelenggarakan layanan pengabdian kepada masyarakat secara profesional untuk memecahkan masalah dalam lingkup Pendidikan Seni Tari.
    4. Berperan aktif sebagai pusat informasi dan diseminasi dalam lingkup Pendidikan Seni Tari pada level regional, nasional dan internasional.
    5. Melakukan kerja sama di bidang Seni Tari dalam lingkup regional, nasional dan internasional berdasarkan prinsip keselarasan, saling menghormati, dan saling menguntungkan.
  3. Pendidikan Seni Musik

    Visi dan Misi program Studi/Departemen

    Visi
    Menjadi  pelopor dan unggul dalam pendidikan seni musik, baik di tingkat nasional maupun regional.


    Misi

    1. Menyelenggarakan pengajaran dan pembelajaran pendidikan seni musik dan ilmu musik yang berkualitas, dan inovatif dengan memperhitungkan keseimbangan antara nilai-nilai kearifan lokal dan global.
    2. Menyelenggarakan penelitian, pengkajian, dan pengembangan dalam bidang pendidikan seni musik dan ilmu musik, terutama yang berbasis pada kearifan lokal.
    3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan pengabdian, pelayanan, dan rintisan untuk penyebarluasan temuan-temuan keilmuan di bidang pendidikan seni musik dan ilmu musik.
    4. Meningkatkan kerjasama dan kemitraan dengan berbagai lembaga dan institusi baik pemerintah maupun swasta di tingkat lokal, regional, nasional, dan internasional.

Bagikan