FPOK

Dekan: Dr. Yunyun Yudiana, M.Pd.

Riwayat singkat

Sejarah berdirinya FPOK dimulai pada tahun 1940, ketika pada saat itu didirikan sebuah lembaga pendidikan tinggi olahraga bernama Gouvernement Instituut voor Lichamelijke Oefeningen (GEVLO) di Surabaya. Karena pecah PD II, lembaga ini ditutup. Sebagai kelanjutannya, pada tahun 1947 didirikan Akademis Instituut voor Lichamelijke Opvoeding (AILO) di Bandung.

Tahun 1950, AILO kemudian berganti nama menjadi Lembaga Akademi Pendidikan Djasmani (LAPD), dan pada tahun 1956 menjadi Akademi Pendidikan Djasmani (APD) yang bernaung di bawah Universitas Indonesia. Kemudian pada tahun 1962 lembaga ini berubah menjadi Fakultas Pendidikan Djasmani (FPD) di bawah naungan Universitas Padjajaran (UNPAD). Selanjutnya, pada tahun 1964 FPD ini berganti nama menjadi Sekolah Tinggi Olahraga (STO) yang diawasi oleh Departemen Olahraga dan PTIP, sebelum akhirnya pengelolaannya diserahkan di bawah Ditjen Olahraga dan Pemuda Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sejak tahun 1976, STO berada di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen P & K. Lalu pada tgl. 22 Pebruari 1977, STO kemudian diintegrasikan ke IKIP Bandung yang kini menjadi UPI dengan nama Fakultas Keguruan Ilmu Keolahragaan (FKIK). Pada tanggal 20 Juni 1983, FKIK berganti nama menjadi Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) sampai sekarang. Ketika FPOK-FPOK lain di berbagai provinsi berubah menjadi FIK (Fakultas Ilmu Keolahragaan), FPOK UPI tetap bertahan dengan nama tersebut.

FPOK dipimpin oleh seorang Dekan yang dibantu oleh 2 orang Pembantu Dekan, 3 orang Ketua Jurusan/Ketua Prodi dan 3 orang Sekretaris Jurusan, serta didukung oleh Pelaksana administrasi yang dipimpin oleh seorang Kepala Bagian Tata Usaha yang membawahi 3 (tiga) kasi yaitu; Kasi Pendidikan dan Kemahasiswaan, Kasi Keuangan dan Kepegawaian serta Kasi Umum dan Perlengkapan (Aset)

Tugas Pokok dan Fungsi
FPOK bertugas untuk membina dan mengembangkan bidang keolahragaan. Lulusannya diarahkan untuk menjadi tenaga pendidik di bidang penjas dan olahraga yang terampil, berilmu, dan berwatak, serta mencetak lulusan yang dapat menjadi pelatih cabang-cabang olahraga, tenaga penggerak dan pengelola olahraga masyarakat, serta tenaga ahli profesional di bidang pengembangan ilmu-ilmu keolahragaan (sport sciences). Sasaran layanannya bukan saja pendidikan formal atau persekolahan, tetapi termasuk pelayanan di bidang olahraga di luar setting persekolahan, yaitu menjadi pembina di bidang rekreasi dalam arti luas, pelatih olahraga dan manajer olahraga di masyarakat.

Jurusan dan Program Studi

  1. Jurusan Pendidikan Olahraga
    Jurusan Pendidikan Olahraga menaungi Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) dan PGSD Penjas
    Program Studi PJKR bertujuan untuk menyiapkan:
    • tenaga pendidik atau guru untuk mata pelajaran pendidikan jasmani/olahraga di sekolah mulai SMP sampai dengan SLTA.
    Program Studi PGSD Penjas bertujuan untuk menyiapkan :
    • Tenaga Pendidikan atau guru untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani/olahraga di SD
  2. Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi
    Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi (PKR) menaungi Prodi IKOR bertujuan untuk menyiapkan:
    • tenaga perencana, pengembang, dan pengelola kegiatan rekreasi di sekolah, di lingkungan lembaga lainnya di masyarakat.
    Program Studi Ilmu Olahraga menyiapkan lulusannya menjadi pakar dalam ilmu keolahragaan. Lulusannya bergelar Sarjana Sains (S.Si.)
    • Program Studi Ilmu Olahraga menyiapkan lulusannya menjadi pakar dalam ilmu keolahragaan. Lulusannya bergelar Sarjana Sains (S.Si.)
    • Ilmuan di bidang berolahraga seperti konsultan Olahraga, Jurnalis Manager Olahraga.
  3. Jurusan Pendidikan Kepelatihan
    Program Pendidikan Kepelatihan (PK) menaungi Prodi PKO yang bertujuan untuk menyiapkan:
    • tenaga pelatih di sekolah dan di luar sekolah;
    • pengelola kegiatan olahraga di top organisasi olahraga;
    • Konsultan Kepelatihan Olahraga.

Proses Pembelajaran
Mahasiswa FPOK berasal dari SMA atau SLTA sederajat, seperti SMK dan MA. Untuk dapat diterima di FPOK, para calon harus menempuh seleksi penerimaan mahasiswa baru, yang sedikitnya disediakan tiga jalur seleksi, yaitu PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan), jalur UM (Ujian Masuk) UPI, dan jalur SPMB (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru). Kesemua jalur di atas, sama-sama memerlukan adanya dukungan dari kemampuan fisik dan motorik yang memadai dari para calon, di samping harus lolos screening tes kesehatan yang dilakukan oleh para dokter ahli secara langsung. Dengan demikian, di setiap jalur seleksi disediakan apa yang disebut Tes Keterampilan. Bedanya, Tes Keterampilan dalam jalur PMDK dilaksanakan dengan melihat keterampilan bermain atau penguasaan teknik dari cabang olahraga yang digeluti dan ditekuni oleh calon selama di SMA. Sedangkan Tes Keterampilan untuk dua jalur lainnya adalah serangkaian tes yang mengukur aspek kemampuan fisik dan motorik dengan memanfaatkan apa yang disebut Tes Kemampuan Fisik dan Motorik (Motor and Physical Ability Test).

Seperti di fakultas-fakultas lainnya di UPI, penyelenggaraan pendidikan di FPOK berdasarkan sistem Satuan Kredit Semester (SKS). Jumlah SKS dari setiap program berkisar dari 144 . 150 SKS. Artinya, pendidikan berlangsung selama kurang lebih 4 tahun, termasuk ke dalamnya pelaksanaan KKN, Praktek Lapangan (PL) dan penyusunan skripsi. Lulusan program studi kependidikan dari FPOK memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), sedangkan bagi lulusan program studi non-kependidikan (Program Studi IKOR) memperoleh gelar Sarjana Sains (S.Si).

Meskipun hampir 65% kegiatan perkuliahan di setiap jurusan menampilkan praktik olahraga, yang diajarkan tentu bukan semata mata keterampilan berolahraga. Akan tetapi, di dalamnya termasuk penguasaan teori dan prinsip-prinsip mekanika gerak yang mendukung pelaksanaan setiap cabor yang dipelajari. Bahkan beberapa mata kuliah memberikan dasar-dasar dan pendalaman keilmuan olahraga yang secara taksonomis diperkuat oleh tujuh disiplin ilmu keolahragaan, yaitu sport medicine, sport biomechanics, sport pedagogy, sport sociology, sport psychology, sport philosophy, serta sport history.

Di sisi lain, tema-tema keilmuan yang sudah berkembang belakangan juga turut mewarnai wawasan serta cara berfikir mahasiswa FPOK, yang memberikan landasan paradigma (cara pandang) keolahragaan dari aspek manajemen olahraga, olahraga dan lingkungan, ilmu-ilmu kepelatihan, general and specific instructional sciences, ekonomi dan bisnis olahraga, hakikat perkembangan anak dan manusia, ilmu dan teori gerak, dan banyak lagi. Diharapkan, dengan komposisi keilmuan semacam itu, mahasiswa FPOK dipandang sudah dibekali secara komprehensif untuk dapat berkiprah secara profesional dan akademis, sehingga tepat jika dilabeli sebagai orang yang terdidik secara jasmaniah dan keilmuan serta moral. Itulah sejatinya yang disebut .manusia seutuhnya., sebagaimana disinggung dalam berbagai rumusan tujuan nasional negara kita.

Meskipun hampir 65% kegiatan perkuliahan di setiap jurusan menampilkan praktik olahraga, yang diajarkan tentu bukan semata mata keterampilan berolahraga. Akan tetapi, di dalamnya termasuk penguasaan teori dan prinsip-prinsip mekanika gerak yang mendukung pelaksanaan setiap cabor yang dipelajari. Bahkan beberapa mata kuliah memberikan dasar-dasar dan pendalaman keilmuan olahraga yang secara taksonomis diperkuat oleh tujuh disiplin ilmu keolahragaan, yaitu sport medicine, sport biomechanics, sport pedagogy, sport sociology, sport psychology, sport philosophy, serta sport history.

Di sisi lain, tema-tema keilmuan yang sudah berkembang belakangan juga turut mewarnai wawasan serta cara berfikir mahasiswa FPOK, yang memberikan landasan paradigma (cara pandang) keolahragaan dari aspek manajemen olahraga, olahraga dan lingkungan, ilmu-ilmu kepelatihan, general and specific instructional sciences, ekonomi dan bisnis olahraga, hakikat perkembangan anak dan manusia, ilmu dan teori gerak, dan banyak lagi. Diharapkan, dengan komposisi keilmuan semacam itu, mahasiswa FPOK dipandang sudah dibekali secara komprehensif untuk dapat berkiprah secara profesional dan akademis, sehingga tepat jika dilabeli sebagai orang yang terdidik secara jasmaniah dan keilmuan serta moral. Itulah sejatinya yang disebut “manusia seutuhnya”, sebagaimana disinggung dalam berbagai rumusan tujuan nasional negara kita.

Dengan rumusan kurikulum yang demikian padu seperti di atas, perlu ditekankan bahwa proses pendidikan di FPOK bukan untuk menjadikan semua mahasiswa kampiun pada cabang olahraga yang digelutinya, tetapi memberikan bekal agar semua mahasiswa memiliki pengalaman praktis dalam banyak cabor sebagai bekal dalam menjalankan profesi keolahragaannya. Namun demikian, dengan disediakannya UKM-UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Olahraga di Fakultas dan Universitas, mahasiswa yang berbakat atau berprestasi dalam salah satu cabang olahraga dapat menyalurkannya sehingga diharapkan berprestasi tinggi. Tidak sedikit mahasiswa FPOK yang juga sekaligus menjadi atlet berprestasi, baik dalam level provinsi maupun level nasional. Mereka yang berprestasi inilah yang turut mengharumkan nama daerah dan bangsa, serta sekaligus turut mengangkat citra positif UPI sebagai universitas yang Leading and Outstanding dalam bidang olahraga.

Beberapa cabang olahraga yang umumnya digeluti oleh mahasiswa FPOK dan banyak menghasilkan atlet-atlet kaliber nasional di antaranya adalah cabang Renang, Dayung, Hoki, Atletik, Karate, Judo, Pencak Silat, Anggar, Badminton, Basket, serta Voli. Prestasi yang diukir pun sangat membanggakan, karena banyak mahasiswa FPOK yang menjadi andalan dalam tim dalam PON, SEA Games, bahkan Asian Games. Termasuk dalam SEA Games XXIV 2007 di Thailand yang baru lalu, beberapa mahasiswa FPOK berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia. Bahkan dalam PON XVII . 2008 di Kaltim, banyak sekali mahasiswa FPOK yang telah dan akan menjadi tulang punggung masing-masing daerahnya, karena mereka memang berasal pula dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia.

Secara umum, terdapat dua jalur penyelesaian studi di FPOK. Setiap mahasiswa berhak memilih sesuai dengan minat dan kemampuannya, salah satu jalur dari jalur yang ada, yaitu: Jalur pertama yang kian disenangi mahasiswa yaitu menulis skripsi. Terlebih setelah adanya bantuan biaya dari Universitas untuk merampungkan program penulisan skripsi. Lewat kegiatan penulisan skripsi, mahasiswa dilatih meneliti dan melaporkan hasil penelitiannya secara tertulis dengan mengikuti alur berpikir ilmiah, yang melibatkan baik alur berpikir deduktif dan sekaligus induktif. Jalur kedua yaitu jalur komprehensif. Dalam jalur ini, mahasiswa tidak diwajibkan menyusun skripsi, tetapi diganti dengan tugas menyusun makalah serta mengganti kekurangan nilai SKS-nya dengan mengambil beberapa mata kuliah pengganti skripsi. Dalam penyusunan makalah sebagai tugas akhir, mahasiswa membahas masalah tertentu sesuai dengan wilayah kajian jurusannya, serta diarahkan untuk membentuk pola pikir deduktif yang kokoh dengan menjadikan referensi keilmuan sebagai pijakan untuk pemecahan masalah yang dihadapi.

Berdasarkan pengalaman, mahasiswa tidak mengalami kesulitan dalam menulis skripsi. Bimbingan dari para dosen amat intensif dan lancar. Syarat utama untuk menyelesaikan studi di FPOK adalah rajin dan ulet, serta pandai membagi waktu.

Fasilitas
Kampus FPOK UPI didukung oleh dua lokasi kampus yang saling melengkapi. Kampus utama FPOK adalah kampus di lingkungan kampus utama UPI, yang setelah dibangun atas bantuan dana dari IDB (Islamic Development Bank) sekarang ini dilengkapi dengan banyak sekali ruang perkuliahan, ruang auditorium berkapasitas 200-an tempat duduk, fasilitas ruang dan peralatan Lab mutakhir, serta berbagai fasilitas olahraga antara lain:

  • Sebuah gymnasium yang dapat digunakan untuk pembelajaran dan pertandingan Basket, Bola Voli, Futsal, Tenis meja, serta Bulutangkis. Gymnasium ini didukung oleh kapasitas tempat duduk sekitar 5000-an penonton, sehingga layak dan pantas untuk menjadi tempat berlangsungnya kejuaraan tingkat nasional bahkan internasional. Lantainya dilapisi karpet sintetik, yang memungkinkan digunakan untuk berbagai keperluan dan memberikan tingkat keselamatan yang tinggi, tetapi konsekuensinya memerlukan pemeliharaan ekstra hati-hati agar tidak mudah aus dan rusak.
  • Sebuah Stadion Sepak Bola dan Atletik, yang dilengkapi dengan sistem drainase yang canggih, sehingga memungkinkan pemeliharaan rumput di lapangan utama dilakukan dengan baik, sehingga selalu layak untuk menjadi tempat pertandingan sepak bola tingkat internasional sekalipun. Tribun utama dan penunjangnya, sementara diperkirakan dapat menampung sekitar 5000-an penonton. Ke depan, kapasitas tempat duduk ini diharapkan dapat semakin ditingkatkan, sehingga kapasitasnya semakin bertambah secara proporsional.
  • Sebuah Kolam Renang dengan ukuran lintasan standard internasional, yang memungkinkan di UPI diselenggarakan kejuaraan renang tingkat internasional. Di samping tersedianya fasilitas kolam untuk pertandingan, kolam renang UPI pun dilengkapi sarana kolam untuk rekreasi dan pembelajaran renang anak-anak, di samping didukung juga oleh fasilitas kolam dan tiang untuk Loncat Indah (Diving). Fasilitas tribun penonton saat ini memasuki tahap pembangunan, dan penyelesaiannya diharapkan dapat segera diwujudkan.
  • Sebuah Gedung Serbaguna (Sport-Hall) dengan luas setara 12 lapangan badminton, di mana di dalamnya juga dapat dibesut secara cepat sekitar 4 buah lapangan tenis. Dalam sport-hall ini pun disediakan dua buah lapang squash, yang dalam perencanaan dapat juga digunakan untuk pertandingan.
  • Sebuah Fasilitas Tenis Court outdoor dengan kapasitas 4 lapangan tenis, yang dilengkapi pula dengan fasilitas mini-tribun yang nyaman untuk proses perkuliahan dan sekaligus pertandingan. Tenis court inipun jadi bagian dari fasilitas yang dikelola oleh Gelanggang Olahraga, sehingga selama ini pemeliharaannya dikelola secara semi-profesional.

    Di samping kampus utama seperti dikemukakan di atas, kampus FPOK pun didukung oleh fasilitas kampus Padasuka, yang merupakan kampus lama yang akan segera dialihfungsikan sebagai kampus kedua FPOK UPI. Kampus Padasuka ini didirikan di atas tanah seluas sekitar 1.6 hektar, yang di dalamnya sudah termasuk ruang perkuliahan, lapangan, serta Sport-Hall. Dalam rencana, kampus padasuka ini akan dikembangkan menjadi sebuah Sport Center yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Jawa Barat untuk menyalurkan minat dan hobinya, termasuk dapat dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan yang dilengkapi oleh fasilitas akomodasi yang lengkap. Sedangkan untuk sementara, Kampus FPOK UPI di Padasuka, didukung oleh fasilitas sebagai berikut:

  • Sebuah gedung olahraga serba guna (Sport Hall), yang dapat dipakai untuk latihan senam, bulutangkis, dan bola basket. Di luar sport-hall terdapat sebuah lapangan tenis yang dapat juga dipakai sebagai tempat bermain bola basket. Berdampingan dengan lapangan itu tersedia pula lapangan bola voli, yang sering dipergunakan untuk perkuliahan.
  • Fasilitas outdoor berupa lapangan panahan, lapangan mini untuk sepakbola dan bola tangan serta dikelilingi track untuk jogging dan jalan cepat. Meskipun kecil, lapangan ini amat bermanfaat sebagai pusat aktivitas perkuliahan praktek dan pembinaan prestasi para mahasiswa.
  • Di samping fasilitas di luar gedung juga tersedia cukup ruang untuk kuliah, klinik, pertemuan, koperasi mahasiswa, bahkan tersedia pula ruangan khusus untuk berlatih kondisi fisik dan cabang olahraga lainnya seperti tenis meja, gulat, judo, dan pencak silat.
  • Perpustakaan fakultas yang berisi banyak informasi tentang olahraga juga tersedia. Berbagai macam buku bisa diperoleh. Umumnya ditulis dalam bahasa Inggris. Di samping itu, ada pula berbagai buku pembelajaran penjas dan olahraga serta buku-buku penunjang lainnya yang ditulis oleh para dosen FPOK bekerjasama dengan Ditjen Dikdasmen dan Ditjora Depdiknas.

Kegiatan Kemahasiswaan

Berbagai kegiatan kemahasiswaan yang dikemas dalam organisasi kemahasiswaan banyak ditawarkan di FPOK UPI, di antaranya apa yang disebut Ormawa BEM, HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan/Prodi) serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), baik yang bersifat akademik umum maupun yang bersifat keolahragaan.

Sebagai institusi atau LPTK Keolahragaan, secara khusus UKM di FPOK didominasi UKM Olahraga. Artinya UKM tersebut melakukan kegiatan utamanya dalam bidang peningkatan kemampuan dan prestasi cabang olahraga, seperti UKM Hoki, UKM Voli, UKM Basket, UKM Taekwondo, dsb. Bahkan, sejak tahun 1982, di FPOK ini sudah berdiri dan berlangsung kegiatan UKM yang sifatnya khas fakultas adalah UKM Pencinta Alam khusus bagi Mahasiswa FPOK yang disebut PAMOR (Pencinta Alam Mahasiswa Olahraga) FPOK UPI. UKM PAMOR mengembangkan pembinaan dan latihan pada penjelajahan alam terbuka seperti mendaki gunung , panjat tebing, berkemah, menyusuri arus deras, Diklat SAR, dll. Disamping itu PAMOR pun aktif dalam menyelenggarakan olahraga Outbond yang saat ini sedang berkembang dan sangat digemari oleh semua lapisan masyarakat.

Tidak kurang dari 20 kecabangan olahraga disediakan di FPOK. Beberapa UKM berinduk di universitas, meskipun mayoritas pesertanya adalah mahasiswa FPOK. UKM Cabang Olahraga (Cabor) yang ada di FPOK inilah yang umumnya mewakili UPI dalam berbagai kompetisi Antar mahasiswa baik pada tingkat Regional, Nasional maupun Internasional. Dari beberapa kejuaraan antar Perguruan Tinggi mahasiswa FPOK yang mewakili UPI, tercatat beberapa di antaranya memperoleh prestasi gemilang antara lain pada Cabor Atletik, Bola Voli, Hoki, Yudo, Karate, Bulu Tangkis, Penca Silat, Soft Ball, dan Sepak Bola.

Disamping terdapatnya UKM cabang olahraga, di FPOK pun terdapat beberapa kegiatan pemusatan latihan cabang olahraga yang dibina dan dibiayai oleh Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Mahasiswa (PPLM). PPLM adalah pusat pelatihan cabor bagi mahasiswa yang pesertanya didukung oleh beasiswa dari Kemenegpora, sebagai salah satu program nasional. Cabang olahraga yang masuk PPLM Jawa Barat (UPI) adalah cabor Atletik, Pencak Silat, dan Anggar. PPLM Jawa Barat pada Kejuaraan Nasional PPLM 2007 di UNNES Semarang meraih prestasi yang tidak enteng, dengan berhasilnya dipetik 2 (dua) medali emas, 2 (dua) medali perak dan 1 (satu) medali perunggu.

Dalam berbagai event keolahragaan, mahasiswa FPOK juga sering terlibat mewakili kontingen Jawa Barat pada tingkat regional dan mewakili Indonesia pada tingkat Internasional. Prestasi terakhir ketika terlibat dalam Pesta Olahraga SEA GAMES 2007 di Thailand, baik pelatih maupun atlit dari FPOK UPI telah berhasil menunjukan prestasinya, antara lain :

  • Cabor Dayung: Atlet dan Pelatih FPOK memperoleh prestasi 2 (dua) medali emas, 2 (dua) medali perak dan 4 (empat) medali perunggu
  • Cabor Soft Ball: Atlet dan Pelatih FPOK memperoleh prestasi medali perak
  • Cabor Altetik: Atlet dan Pelatih dari FPOK memperoleh prestasi peringkat IV.

Dosen
FPOK saat ini memiliki 96 orang dosen, yang terdiri dari 1 orang profesor, 13 orang doktor, 39 orang magister, 46 orang sarjana. 20 orang diantaranya sedang menyelesaikan program doktor dan 47 orang sedang menyelesaikan program magister. Diharapkan, komposisi kualifikasi dosen-dosen ini akan segera berubah ketika para dosen yang sedang studi menyelesaikan tugas studinya.

Alumni Yang Berprestasi
Alumni UPI yang telah berhasil dan berprestasi, baik ditingkat nasional maupun internasional, antara lain:

  • Prof. Drs. H.M. Taher Djide, pernah menjadi pelatih nasional bulutangkis Indonesia yang membawa nama baik bangsa Indonesia di dunia Internasional;
  • Prof. Dr. H. Rusli Lutan, pernah menjabat Direktur Pemberdayaan IPTEK Olahraga, Direktur Olahraga Pelajar dan Mahasiswa, Sekretaris Direktorat Jenderal Olahraga Depdiknas, dan sekarang sebagai Ketua Harian Komnas Olahraga Menpora, Pembantu Rektor Universitas Pendidikan Indonesia;
  • Drs. H. Indra M. Tohir, pernah menjadi pelatih PERSIB Bandung yang sempat membawa nama baik Jawa Barat di bidang persepakbolaan nasional. Selain itu, beliau pernah menjadi pelatih sepakbola teladan tingkat Asia.
  • Prof. Drs. Harsono, M. Sc., pernah menjadi Ketua Pusat Ilmu Olahraga (PIO) KONI Pusat. Disamping itu, beliau pernah menjabat sebagai Direktur Akademi Olahraga Indonesia (AKORIN)
  • M.F. Siregar, M.Sc. pernah menjadi Asisten I Menpora RI, dan sekarang menjadi Ketua Komisi Nasional Pendidikan Jasmani dan Olahraga
  • Prof. Dr. Imam Suyudi, pernah pula menjadi Asisten I Menpora RI, dan sekarang menjadi Guru Besar di UNJ.
  • Christian Hadinata, atlet nasional bulutangkis, pernah studi di lembaga ini.
  • Dr. H. Amung Ma.mun, M.Pd. mantan Atlet Bola Voli dan sekarang menjabat Kepala Dinas Orahraga dan Pemuda Provinsi Jawa Barat.

Mahasiswa Berprestasi
Mahasiswa berprestasi sepanjang tahun 2007 tercatat sebanyak 20 orang tingkat nasional dan 25 orang tingkat regional sedangkan pada tahun 2008 tercatat 94 orang berprestasi pada tingkat nasional dan 8 orang tingkat regional. Cabang olahraga yang diraih diantaranya Hockey, karate, Tenis, Tinju, Senam, Panahan, Atletik, Boxer, Basket, Renang, Pencak Silat, Futsal, Gulat, Wushu, dan Anggar.