Direktorat Teknologi Informasi dan Komunikasi

Direktorat TIK didirikan pada tanggal 6 Juli 2007 dengan SK Rektor No.3792/H40/KL/2007.  Direktorat TIK lahir dari penggabungan berbagai lembaga pengelola TIK di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang terdiri dari Bagian Sistem Informasi di BAPSI dan 4 unit pelaksana teknis (UPT UPInet, UPT Puskom, UPT P3MP dan UPT Pendilkom).  Penggabungan ini bertujuan untuk menciptakan kinerja pengelola TIK menjadi lebih efektif, efisien dan terintegrasi sehingga TIK menjadi tulang punggung dalam berbagai aktivitas di UPI.

Penerapan dan pengembangan TIK di Universitas Pendidikan Indonesia menjadi salah satu kebijakan di dalam Rencana Strategis UPI 2006-2010 dan Rencana Strategis TIK 2006-2010.  Penerapan TIK di dalam pengembangan UPI ke depan bukan sekedar mengikuti trend global melainkan merupakan suatu langkah strategis di dalam upaya meningkatkan akses dan mutu layanan kepada masyarakat. Secara internal kelembagaan penerapan dan pengembangan Sistem TIK menjadi tulang punggung sistem tata kelola universitas menuju good corporate university governance yang transparan dan akuntabel. Efisiensi akan banyak dicapai melalui pemanfaatan TIK tanpa harus merusak nilai-nilai kemanusiaan. Justru sistem TIK yang dikembangkan harus mampu mengangkat harkat dan nilai-nilai kemanusiaan dengan terciptanya layanan publik yang lebih bermutu dan efisien, sehingga dapat memenuhi kebutuhan manusia di dalam zaman global dan kompetitif ini. Sistem TIK yang dikembangkankan di UPI harus menuju terwujudnya sistem terpadu yang dapat membangun konektivitas kampus sehingga membuat kampus ini menjadi lebih dinamis dan lincah bergerak dalam mengadakan komunikasi guna memperoleh dan meraih peluang-peluang yang ada untuk pengembangan universitas ini. Sudah barang tentu semua ini harus diikuti oleh kesiapan seluruh komponen sumber daya manusia baik dalam cara berpikir, orientasi perilaku, sikap dan sistem nilai yang mendukung pemanfaatan TIK untuk kemaslahatan manusia. Oleh karena itu perlu adanya kesiapan konkrit dari seluruh komponen di UPI.  Tugas konkrit Direktorat TIK yang dekat ini adalah menyempurnakan sistem informasi akademik, mengembangkan sistem keuangan, SDM, fasilitas, perpustakaan, menyempurnakan infrastruktur TIK termasuk di dalamnya adalah manajerial dan pembelajaran berbasis TIK merupakan program-program yang harus dibangun secara sinergi. Diharapkan pada tahun 2010, sistem TIK yang terpadu dan kokoh sudah terbangun dan berjalan dengan baik.

VISI

Universitas Pendidikan Indonesia menempatkan posisi, peran dan fungsinya dalam pembangunan pendidikan nasional dan pembangunan SDM Indonesia secara menyeluruh dalam jangka panjang, untuk memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk tumbuh dan berkembang menjadi manusia berbudaya dan beradab. efisiensi dan efektivitas proses pendidikan dalam upaya mewujudkan makna proses pendidikan, memiliki peran mendasar dan strategis.
Globalisasi sebagai suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia telah mendudukan teknologi informasi dan komunikasi menjadi alat dalam percepatan prosesnnya. Sebagai bentuk komitmen terhadap proses globalisasi Direktorat TIK akan berada dibelakang proses perkembangan UPI menjadi universitas terkemuka dalam percaturan pendidikan nasional dan internasional serta pengembangan manusia dalam upaya penelitian, pengembangan, dan implementasi teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan.

Upaya keras, kemauan, komitmen, dan kejujuran merupakan semangat yang kami miliki dalam upaya menciptakan suatu keadaan pendidikan dimana nilai-nilai tersebut dapat berkembang dalam akar budaya yang kuat dengan tanpa menghalau perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi.

MISI

Tujuan didirikannya Direktorat TIK adalah untuk menciptakan Universitas Pendidikan Indonesia menjadi kampus yang ilmiah, edukatif dan religius dengan berbasis teknologi komunikasi dan informasi. Tugas dan fungsi Direktorat TIK meliputi :

  1. Membangun dan menciptakan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi  yang diperlukan UPI
  2. Mengembangkan, menyediakan dan mengaplikasikan  sistem informasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi  yang diperlukan UPI.
  3. Mengembangkan, menyediakan dan mengaplikasikan  sistem pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi  yang diperlukan UPI.
  4. Memberikan pelayan secara teknis maupun non teknis yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi.
  5. Mengadakan penelitian, pendidikan dan pelatihan dan pengabdian yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi.
  6. Meningkatkan dan menyediakan tenaga yang profesional dalam sistem informasi dan TIK.
  7. Meningkatkan dan memanfaatkan berbagai fasilitas dalam meningkatkan kemandirian perguruan tinggi
  8. Menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak untuk kemajuan UPI.

FASILITAS DIREKTORAT TIK

Sebagai lembaga yang memiliki tanggung jawab dalam pelayanan TIK, direktorat TIK memberikan bebepa bentuk layanan. Layanan diberikan untuk menunjang kinerja organisasi Universitas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Secara umum bentuk layanan Direktorat TIK dikelompokan dalam dua kelompok layanan. Bentuk layanan pertama merupakan layanan sistem informasi UPI (SIUPI), yang meliputi layanan informasi akademik (SIAK), keuangan(SIKU), asset dan fasilitas (SIASEF) dan sumber daya manusia (SISUDAMA), sistem penerimaan siswa baru dan Sumber Daya Informasi Akademik. Tahun ini ketiga sistem utama SIUPI sedang dikembangkan melalui proyek IMHERE yang akan rampung pada akhir tahun ini. Pada tahun 2010 sistem terintegrasi telah dapat direalisasikan. Bentuk layanan kedua merupakan layanan penggunaan, pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi yang meliputi: (1) layanan akses internet, (2) pengembangan desain instruksional dan multimedia untuk pembelajaran; serta (3) layanan pembelajaran elektronik (LMS dan e-learning).

Memberikan layanan terbaik pada seluruh stakeholder UPI merupakan komitmen Direktorat TIK yang dilakukan secara sistimatis dan berkesinambungan. Hal ini ditunjukkan dalam beberapa kegiatan yang telah, sedang dan akan dilakukan.  Sebagai bukti komitmen pada pelayanan TIK, Direktorat TIK memberikan fasilitas TIK yang dapat dinikmati oleh masyarakat kampus secara keseluruhan. Diantara fasilitas yang disediakan Direktorat TIK meliputi: (1) Dibangunnya infrastruktur TIK, (2) Dikembangkannya berbagai aplikasi TIK untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan (3) Kerjasama dengan berbagai pihak guna mempermudah akses terhadap pemanfaatan TIK bagi seluruh civitas academika UPI. Secara rinci fasilitas yang diberikan Direktorat TIK diuraikan pada uraian dibawah ini.

INFRASTRUKTUR TIK

Infrastruktur TIK yang dikelola oleh Direktorat TIK UPI meliputi: (1) Sistem jaringan antar komputer (computer networking system) yang meliputi jaringan local area network / LAN, intranet, internet dan wide area network / WAN).  (2) Server utama untuk berbagai aplikasi komputer yang berjalan pada infrastruktur jaringan komputer UPI (3) Fasilitas penggunaan komputer (computing facilities) baik di pusat layanan penggunaan komputer yang terpusat di Direktorat TIK (yang dahulu lebih dikenal sebagai UPInet), maupun beberapa tempat layanan penggunaan komputer yang tersedia di berbagai fakultas dan kampus daerah.

  1. JARINGAN (LAN, INTRANET, INTERNET, WAN)

    LOCAL AREA NETWORKING (LAN)

    Sistem jaringan LAN UPI merupakan fasilitas jaringan antar komputer yang tersedia hampir diseluruh prodi, jurusan, fakultas, biro, lembaga dan kampus daerah. Masing-masing unit yang ada di UPI secara umum telah memiliki jaringan LAN dengan menggunakan teknologi berbasis kabel fiber optik (wireline connection) maupun menggunakan teknologi koneksi nirkabel (wireless networking).

    INTRANET

    Masing-masing jaringan LAN UPI terhubung satu dengan yang lainnya dalam intranet (sambungan jaringan antar komputer di dalam kampus UPI).  Beberapa aplikasi komputer dikembangkan pada lapisan jaringan terbatas intranet ini. Aplikasi yang dikembangkan terutama adalah aplikasi berbabis pemrograman berbasis web yang diperuntukan khusus bagi civitas akademika UPI saja dan hanya dapat digunakan di dalam lingkungan kampus.

    INTERNET

    Tidak hanya mengembangkan intranet, semenjak satu dekade terakhir UPI telah memulai pemanfaatan koneksi pada jaringan internet untuk berbagai kebutuhan, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan. Memulai besar bandwidth hanya dengan 64 Kbps pada tahun 1999, saat ini UPI telah dilengkapi dengan fasilitas koneksi internasional sebesar 33 Mbps simetrik bekerjasama dengan PT. Telkom Indonesia Tbk., melalui skema kerjasama smart campus dengan penggunaan biaya yang relatif rendah.

    WIDE AREA NETWORKING (WAN)
    Sejak pertengahan tahun 2005, UPI telah memiliki jaringan WAN. Jaringan WAN pertama kali dikembangkan UPI untuk menghubungkan kampus pusat UPI di Jalan Dr.Setiabudhi 229 Bandung dengan beberapa kampus yang tersebar di berbagai kota antara lain: (1) Kampus Fakultas Pendidikan Olah Raga dan Kesehatan (FPOK) yang berada di Jalan Surapati, Bandung, (2) Kampus Daerah Seran, (3) Kampus Daerah Purwakarta, (4) Kampus daerah Cibiru (Kabupaten Bandung), (5) Kampus Daerah Sumedang dan (6) Kampus Daerah Tasik Malaya.
    Pada pertengahan bulan Agustus 2007, UPI mulai terhubungkan pada jaringan WAN Jardiknas, milik Departemen Pendidikan Indonesia. Jardiknas merupakan jaringan pendidikan nasional yang menghubungkan kantor Depdiknas di Senayan Jakarta dengan: (1) 33 Kantor Dinas Pendidikan Propinsi,  (2) 441 Kantor Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten,  (3) 30 Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan,  (4) 10 SKB, (5) 5 Balai Pendidikan dan Pelatihan Luar Sekolah dan Pemuda,  (6) 12 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan,  (7) 32 Perguruan Tinggi Negeri (INHERENT) (8) 38 Universitas/Poli Pendidikan Jarak Jauh Program D3-TKJ (9) 17 Balai Bahasa (10) 5 Kantor Bahasa (11) 36 Unit Pendidikan Belajar Jarak Jauh – Universitas Terbuka (12) 17 Balai Teknologi Komunikasi (13) 50 Dinas Kab/Kota (14) 13 ICT Center Sister PJJ D3TKJ (15) 5 Universitas PJJ PGSD & S2 Perencanaan (16) 21 Unit Kerja Depdiknas Pusat (17) lebih dari 6500 sekolah se Indonesia.

    Terkoneksinya UPI pada JARDIKANAS, memberikan peluang bagi UPI melalui Direktorat TIK untuk terus meningkatkan peran sertanya dalam pemanfaatan dan integrasi teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan di Indonesia. Beberapa aktivitas pengembangan dan pemanfaatan TIK pun menjadi lebih besar dengan dimungkinkannya pemanfaatan TIK dalam aktivitas Voice Over Internet Protocol (VOIP) education, Video Conference System, Data Center, Web Hosting dan Colocation Server, Akses Internet (up to 150 Mbps), Layanan Email (1 GB Mailbox –user@diknas.go.id) , dan Call Center & Helpdesk Services untuk dunia pendidikan secara terpadu.
    Selain pengembangan infrastruktur jaringan secara fisik, UPI juga terus melakukan pengembangan dan penerapan TIK dalam upaya menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang terjadi. Pemanfaatan teknologi standard tinggi juga digunakan dalam pengembangan TIK di UPI. Beberapa aktivitas pemanfaatan teknologi tinggi dalam bidang TIK di UPI, dijelaskan pada uraian berikut.
    1. Penggunaan Kabel Serat Optik Pada Jaringan Utama UPI (Fibre Optic Network Backbone)

      Pada bulan Agustus 2007, UPI mulai menggantikan infrastruktur pada jaringan backbone-nya dengan menggunakan kabel serat optik. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi semakin meningkatnya besaran dan tingginya kecepatan kebutuhan transaksi data yang akan mengalir pada jaringan antar komputer dari berbagai sistem aplikasi komputer berbasis jaringan komputer yang terus berkembangan beberapa tahun terakhir.

      Dengan menggunakan kabel serat optik 8 core sepanjang + 6000 meter, semua gedung baru Fakultas yang dikembangkan melalui kerjasama dengan Islamic Developmen Bank terhubung dengan pusat jaringan di Direktorat TIK. Pemanfaatan teknologi kabel serat optik pada jaringan komputer utama UPI ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan perfoma UPI pada waktu mendatang yang mudah, cepat, dan akurat.

    2. Ketersediaan Jaringan Nir Kabel (Wifi Availability)

      Ketersediaan perangkat nir kabel pada berbagai piranti keras saat ini meruapakan suatu hal yang lumrah. Bersamaan dengan perkembangan yang terjadi, keberadaan poin akses berbasis teknologi nir kabel menjadi keniscayaan yang tak mungkin dielakan. Berdasar pada kenyataan tersebut, selain sejumlah fasilitas akses nir kabel yang telah dikembangkan Direktorat TIK terus berupaya untuk menyediakan poin akses nir kabel diberbagai sudut kampus. Melalui pengadaan equiptment yang dilakukan IDB, direktorat TIK telah menyediakan ketersediaan poin akses ini pada setiap gedung. Selain itu upaya kerjasama yang dilakukan dengan berbagai pihak, diharapkan dapat terus meningkatkan jumlah ketersediaan teknologi ini diseluruh kawasan kampus UPI.

    3. VDSL,VPN IP MPLS dan Wireless LAN 2,4 Ghz

      Teknologi jaringan lain yang akan tetap digunakan dalam jaringan komputer di UPI adalah: (1) Very High Speed Digital Subscriber Line (VDSL), (2) Virtual Private Networks Internet Protocol Multiprotocol Label Switching (VPN IP MPLS) dan Teknologi Radio Link nir kabel untuk jaringan lokal dengan menggunakan frekuensi bebas 2,4 Ghz.

      Penggunaan teknologi VDSL digunakan untuk mengintegrasikan fasilitas line telepon yang tersedia pada jaringan Private Branch eXchange (PABX) dengan jaringan data yang ada di UPI. Diharapkan integrasi ini dapat meningkatkan efisiensi penggunaan aplikasi telepon antar jaringan internal maupun pada jaringan WAN UPI. Sedangkan penggunaan teknologi VPN IP MPLS digunakan untuk menghubungan UPI pada jaringan WAN. Jaringan tipe ini diakui hingga saat ini sebagai bentuk pemanfaatan teknologi koneksi jaringan jarak jauh yang memiliki komponen biaya paling murah tanpa mengabaikan aspek reliabilitas koneksi yang digunakannya. Pemilihan VPN IP MPLS sebagaimana telah diuraiakan pada uraian sebelumnya menghubungkan UPI dengan Kampus Daerah dan Jardikna Depdiknas. Terakhir, penggunaan Wireless LAN 2.4 Ghz digunakan untuk menutup blank spot area yang hingga saat ini belum dapat dilayani dengan menggunakan koneksi berbasis media kabel.
  2. FASILITAS PENGGUNAAN KOMPUTER (Computing Facilities)

    Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya kemajuan teknologi informasi yang dapat menghantarkan dunia maya menjadi nyata berada di hadapan kita.  Dengan hanya termenung di depan komputer pada tempat yang sepi nan sempit, namun dalam kesepian dan kesempitan tersebut kita dapat membuka cakrawala dunia yang sangat luas (a universe exists behind the computer screen).  Dunia tidak dibatasi lagi oleh ruang dan waktu, dari kejauhan yang beribu-ribu kilo jauhnya kita bisa mengungkapkan perkataan, menyampaikan senyuman dan dapat menghulurkan sentuhan lewat tombol-tombol yang ada dalam komputer (we can chat without speaking, smile without grinning; hug without touching). Dengan demikian maka segala aktivitas ekonomi, politik, pendidikan, kebudayaan, hiburan, pemasaran, promosi dan surat menyurat akan lebih mudah dan cepat. Kini telah lahir dunia cyber dalam segala aspek kehidupan.

    Paradigma sistem pendidikan yang semula berbasis tradisional dengan mengandalkan tatap muka, maka dengan sentuhan dunia cyber (maya) akan beralih menjadi sistem pendidikan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.  Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sangat menyadari akan kondisi tersebut sehingga pada usianya yang ke 50 tahun UPI berusaha berbenah diri menyongsong UPI baru di era teknologi informasi.

    Direktorat TIK adalah salah satu wujud nyata keseriusan UPI dalam menyongsong era teknologi informasi. Dengan adanya Direktorat TIK diharapkan masa yang akan datang segala aktivitas akademik, penelitian dan pengabdian masyarakat serta proses  manajemen di UPI menggunakan sentuhan teknologi informasi berbasis cyber (internet).  Untuk melayani kebutuhan tersebut Direktorat TIK menyediakan fasilitas penggunaan komputer yang secara keseluruhan berjumlah +970 unit personal komputer. Ke-970 unit komputer tersebut terdiri atas (1) 300 unit komputer  dengan menggunakan prosesor core 2 dua dengan kapasitas memori 2GB, (2) 70 unit komputer menggunakan prosesor P4 3Ghz bermonitor TFT (berlayar 17” flat slim monitor), dan (3) 600 unit lainnya tersebar pada unit-unit dan kampus daerah dan memiliki spesifikasi Pentium(R) 4 CPU 2.40 GHz dan memori 120MB yang semuanya terkoneksi pada jaringan LAN, WAN, intranet maupun internet.

     Hingga saat ini Direktorat TIK mampu melayani antara 2500 – 3000 orang perhari dengan waktu kerja 16 jam dalam 1 Hari kerja selama 6 Hari pada satu minggu. Untuk mempermudah mahasiswa dalam mencetak dokumen Direktorat TIK menyediakan printer yang memiliki kecepatan cetak 60 lembar permenit.