UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

DIES NATALIS KE-63 UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Universitas Pendidikan Indonesia yang lahir pada tanggal 20 Oktober 1954 (saat awal berdirinya bernama PTPG – Perguruan Tinggi Pendidikan Guru), pada tanggal 20 Oktober 2017 genap berusia 63 tahun. Usia yang tidak lagi muda jika dibandingkan dengan sejumlah perguruan tinggi tingkat nasional yang lahir belakangan. Namun, belum terlalu tua apabila disandingkan dengan berbagai perguruan tinggi kelas dunia.   

Peringatan Dies Natalis UPI, yang ke-63 khususnya, seyogianya bukan ajang untuk menghamburkan sumber daya, hura-hura, dan gelar pesta, namun sejatinya adalah momentum untuk berintrospeksi dan memperbaiki diri, demi meraih sebanyak mungkin kebaikan dan prestasi yang mumpuni. Oleh karena itu, sangatlah wajar apabila pilihan tajuk pada Dies Natalis UPI kali ini mengusung tema sentral “Kukuh Mengabdi dengan Jatidiri Pendidikan”.  

Dalam rangka memperingati Dies Natalis-nya yang ke-63, UPI menggelar berbagai kegiatan yang diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, dan para mahasiswa. Kegiatan-kegiatan tersebut di antaranya adalah:

  1. LOMBA KEBERSIHAN ANTAR UNIT, 22 September-19 Oktober, yang melibatkan semua unit di lingkungan UPI dengan maksud mendorong setiap unit untuk terus berprestasi dan meningkatkan kinerja namun tetap dengan memperhatikan kebersihan lingkungan;  
  2. PORDOSKA (Pekan Olahraga Dosen dan Karyawan), 9-13 Oktober 2017, yang diikuti oleh 20 unit atau gabungan unit di lingkungan UPI untuk berkompetisi pada 8 cabang olahraga dengan melibatkan 1.613 atlit, 160 manajer, dan 300 pelatih, sehingga jumlah total peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah 2.073 orang;
  3. PORSENI (Pekan Olahraga dan Seni) Mahasiswa, 9-13 Oktober 2017, yang tujuan khususnya dimaksudkan untuk menggali dan mengapresiasi berbagai potensi non-akademik mahasiswa sehingga dapat melengkapi prestasi akademiknya;
  4. PERESMIAN PUSAT STUDI KOREA, 9 Oktober 2017, yang salah satu maksudnya adalah untuk menunjukkan bahwa UPI senantiasa mengantisipasi kebutuhan melalui jalinan kerjasama saling menguntungkan dengan berbagai negara dan lembaga internasional lainnya;
  5. PENGUKUHAN GURU BESAR, 17-18 Oktober 2017, sebagai bukti bahwa UPI selalu meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya manusianya, khususnya Guru Besar, demi meningkatkan kinerja dan reputasinya; 
  6. TASYAKUR, 19 Oktober 2017, sebagai salah satu wujud pengejawantahan moto UPI (ilmiah, edukatif, dan religius), yaitu religius, atau dengan kata lain, UPI senantiasa “melibatkan” Yang Maha Kuasa dalam setiap gerak langkahnya; 
  7. UPACARA PERINGATAN DIES NATALIS KE-63, 20 Oktober 2017, sebagai acara puncak peringatan hari lahir UPI ke-63 yang salah satunya ditandai dengan sidang terbuka dan orasi ilmiah;
  8. KARNAVAL, 20 Oktober 2017, sebagai media berbagi kegembiraan dan kebahagiaan dalam memperingati hari lahir dengan sesama warga kampus (internal) dan dengan masyarakat sekitar UPI (eksternal);
  9. PENTAS SENI (sebelumnya disebut Art and Performance Day), 20 Oktober 2017, yang berisi tampilan berbagai kesenian unggulan dari berbagai unit di lingkungan UPI, baik yang bersifat tradisional maupun yang bernuansa kontemporer; dan
  10. Berbagai kegiatan relevan yang dilaksanakan pada tingkat fakultas, lembaga, kampus UPI di daerah, direktorat, biro, dan unit-unit kerja lainnya.

Semoga peringatan Dies Natalis UPI yang ke-63 menjadi kekuatan bagi segenap elemen dan pemangku kepentingan UPI agar berupaya lebih keras, berikhtiar lebih cerdas, dan bekerja lebih lugas agar menghasilkan karya dan prestasi yang lebih berkualitas, sehingga pada gilirannya UPI dapat berkiprah lebih luas dan menjadi solusi bagi kepentingan bangsa dan negara serta menjadi inspirasi bagi banyak negeri.

 

Dirgahayu Universitas Pendidikan Indonesia yang ke-63

“Kukuh Mengabdi dengan Jatidiri Pendidikan”